MODUL AJAR SKI • DEEP LEARNING • KBC
MIN 2 Tegal • Kelas V • Tahun Pelajaran 2026/2027

MODUL AJAR
DEEP LEARNING & KURIKULUM BERBASIS CINTA (KBC)

BAB 3 : PERISTIWA FATHU MAKKAH

📚 SKI 👦 Kelas V / Fase C ⏱️ 8 JP 📖 4 Pertemuan 📅 2026/2027 ❤️ Kurikulum Berbasis Cinta

A IDENTITAS MODUL

Nama Madrasah MIN 2 Tegal
Nama Penyusun Budi Santoso, S.Pd.I., M.Pd.
Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)
Kelas / Fase / Semester V / C / Ganjil
Bab Peristiwa Fathu Makkah
Alokasi Waktu 8 JP (4 kali pertemuan)
Tahun Pelajaran 2026 / 2027

B IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK

📖 Pengetahuan Awal

Murid telah mengenal dakwah Nabi Muhammad saw., hijrah ke Madinah, kaum Muhajirin dan Ansar, serta peristiwa Perjanjian Hudaibiyah secara umum. Sebagian murid telah mengetahui bahwa Fathu Makkah merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam.

❤️ Minat

Murid umumnya tertarik pada kisah sejarah Nabi Muhammad saw., peta perjalanan, gambar atau video sejarah, permainan kartu peristiwa, diskusi, bermain peran, dan pembuatan karya kreatif.

👨‍👩‍👧 Latar Belakang

Murid memiliki pengalaman sosial yang beragam. Pembelajaran diarahkan agar peristiwa Fathu Makkah dapat dihubungkan dengan pengalaman menyelesaikan perselisihan, menjaga persaudaraan, memaafkan, dan hidup damai di rumah, madrasah, serta masyarakat.

🎯 Kebutuhan Belajar

Visual: peta Makkah-Madinah, garis waktu, kartu tokoh, infografis, dan gambar peristiwa.

Auditori: cerita guru, membaca nyaring, menyimak video, tanya jawab, dan diskusi.

Kinestetik: menyusun kartu kronologi, bermain peran, simulasi penyelesaian konflik, membuat poster/ komik, dan proyek budaya damai.

C TEMA KURIKULUM BERBASIS CINTA

❤️ Topik Panca Cinta

  • Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya.
  • Cinta diri dan sesama.
  • Cinta ilmu.
  • Cinta lingkungan.
  • Cinta tanah air.

📚 Materi Insersi

Keteguhan iman, keberanian, kebijaksanaan, pengendalian diri, pemaaf, persaudaraan, keadilan, perdamaian, amanah, tanggung jawab, musyawarah, menghargai perbedaan, menghindari dendam, menjaga keamanan, dan membangun persatuan.

D KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN

📘 Pengetahuan Konseptual

Murid memahami pengertian Fathu Makkah, latar belakang, sebab, tokoh, waktu, tempat, pelanggaran Perjanjian Hudaibiyah, proses masuknya kaum Muslimin ke Makkah, sikap Nabi Muhammad saw., serta hasil dan hikmah Fathu Makkah.

🛠️ Pengetahuan Prosedural

Murid mampu membaca dan menyimak sumber sejarah, mengidentifikasi informasi, menyusun kronologi, menjelaskan hubungan sebab-akibat, berdiskusi, menganalisis keputusan Nabi Muhammad saw., mengevaluasi keteladanan, dan merancang aksi nyata budaya damai.

🌱 Relevansi dengan Kehidupan Nyata

Murid menghubungkan keteladanan Fathu Makkah dengan kehidupan sehari-hari: tidak membalas kesalahan dengan dendam, berani membela kebenaran secara bijaksana, memaafkan, menjaga persaudaraan, menyelesaikan konflik secara damai, dan menjaga persatuan.

📊 Tingkat Kesulitan

Sedang. Materi memiliki beberapa tokoh, urutan peristiwa, hubungan sebab-akibat, serta nilai keteladanan yang perlu dianalisis. Penyajian menggunakan cerita, peta, garis waktu, kartu peristiwa, diskusi, dan proyek.

🧩 Struktur Materi

  1. Pengertian Fathu Makkah.
  2. Latar belakang dan sebab Fathu Makkah.
  3. Pelanggaran Perjanjian Hudaibiyah.
  4. Tokoh, waktu, dan tempat.
  5. Persiapan dan perjalanan kaum Muslimin.
  6. Masuknya Nabi Muhammad saw. ke Makkah.
  7. Sikap Nabi Muhammad saw. terhadap penduduk Makkah.
  8. Hasil dan dampak Fathu Makkah.
  9. Keteladanan dan hikmah.
  10. Aksi nyata membangun budaya damai.

✨ Integrasi Nilai dan Karakter

Keimanan dan ketakwaan, akhlak mulia, keberanian, keteguhan iman, kebijaksanaan, pengendalian diri, pemaaf, adil, persaudaraan, perdamaian, tanggung jawab, kerja sama, komunikasi santun, kreativitas, kemandirian, cinta lingkungan, dan cinta tanah air.

E DIMENSI PROFIL LULUSAN

🤲 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia Memahami Fathu Makkah sebagai bagian dari sejarah perjuangan Rasulullah saw. serta meneladani sikap beliau yang taat kepada Allah Swt., bijaksana, pemaaf, adil, dan mengutamakan perdamaian.
🇮🇩 Kewargaan Menghargai persatuan, keamanan, ketertiban, perbedaan, hak orang lain, serta menyelesaikan konflik secara damai sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
🧠 Penalaran Kritis Menganalisis sebab, proses, hasil, dan keputusan Nabi Muhammad saw. dalam Fathu Makkah serta memberikan alasan mengapa pemaafan dan perdamaian menjadi pilihan yang bijaksana.
🎨 Kreativitas Menghasilkan poster, komik, cerita, drama, simulasi, piagam persaudaraan, atau proyek budaya damai yang menyampaikan nilai keteladanan Fathu Makkah.
🤝 Kolaborasi Bekerja sama mencari informasi, menyusun kronologi, berdiskusi, bermain peran, menyelesaikan masalah, dan menghasilkan karya kelompok.
💪 Kemandirian Menyelesaikan tugas secara bertanggung jawab, mengambil keputusan positif, melakukan refleksi, dan melaksanakan aksi nyata budaya damai.
❤️ Kesehatan Membangun kebiasaan hidup aman, tertib, menjaga kebersihan lingkungan, mengelola emosi, dan menghindari tindakan yang dapat menimbulkan kekerasan atau konflik.
💬 Komunikasi Menyampaikan pendapat, alasan, hasil analisis, presentasi, dan pesan perdamaian dengan bahasa santun, jelas, percaya diri, dan bertanggung jawab.

DESAIN PEMBELAJARAN

A. Capaian Pembelajaran (CP)

Murid mampu memahami dan menganalisis peristiwa penting dalam sejarah Islam pada masa Nabi Muhammad saw., mengambil ibrah dari perjuangan dan kepemimpinan beliau, serta menerapkan nilai keteladanan dalam kehidupan sehari-hari untuk menumbuhkan keimanan, akhlak mulia, persaudaraan, keadilan, dan perdamaian.

B. Lintas Disiplin Ilmu

C TUJUAN PEMBELAJARAN

PERTEMUAN 1 — MENGIDENTIFIKASI

Murid mampu mengidentifikasi latar belakang, sebab, tokoh, waktu, tempat, dan peristiwa penting Fathu Makkah, termasuk pelanggaran perjanjian oleh kaum Quraisy dan sikap Nabi Muhammad saw., berdasarkan sumber sejarah untuk menumbuhkan cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya serta cinta ilmu, sekaligus mengembangkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.

PERTEMUAN 2 — MENJELASKAN DAN MENGHUBUNGKAN

Murid mampu menjelaskan latar belakang, proses, dan hasil Fathu Makkah serta menghubungkannya dengan keteguhan iman, keberanian, kebijaksanaan, pengendalian diri, pemaaf, persaudaraan, keadilan, dan perdamaian melalui kegiatan membaca, menyimak, berdiskusi, dan bekerja sama untuk menumbuhkan cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, cinta diri dan sesama, serta cinta ilmu, sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi.

PERTEMUAN 3 — MENGANALISIS

Murid mampu menganalisis sikap Nabi Muhammad saw. ketika berhasil memasuki Makkah serta alasan beliau memilih memaafkan dan memberikan keamanan kepada sebagian besar penduduk Makkah daripada membalas dendam untuk menumbuhkan cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya serta cinta diri dan sesama, sekaligus mengembangkan penalaran kritis dan komunikasi.

PERTEMUAN 4 — MENGEVALUASI DAN MERANCANG AKSI

Murid mampu mengevaluasi keteladanan Nabi Muhammad saw. dalam Fathu Makkah dan merancang aksi nyata untuk membangun perdamaian, persaudaraan, saling memaafkan, dan persatuan melalui poster, komik, bermain peran, simulasi penyelesaian konflik, cerita, piagam persaudaraan, atau proyek budaya damai untuk menumbuhkan cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, cinta diri dan sesama, cinta ilmu, cinta lingkungan, serta cinta tanah air, sekaligus mengembangkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt., kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan kemandirian.

D INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menyebutkan pengertian, latar belakang, sebab, waktu, tempat, dan tokoh penting dalam Fathu Makkah.
  2. Menjelaskan pelanggaran Perjanjian Hudaibiyah yang menjadi salah satu sebab terjadinya Fathu Makkah.
  3. Menyusun urutan peristiwa Fathu Makkah secara tepat berdasarkan sumber sejarah.
  4. Menjelaskan proses dan hasil Fathu Makkah serta menghubungkannya dengan keteguhan iman, keberanian, kebijaksanaan, pengendalian diri, pemaaf, persaudaraan, keadilan, dan perdamaian.
  5. Menganalisis alasan Nabi Muhammad saw. memilih memaafkan dan memberikan keamanan kepada sebagian besar penduduk Makkah daripada membalas dendam.
  6. Mengevaluasi keteladanan Nabi Muhammad saw. dan menghasilkan rancangan aksi nyata untuk membangun perdamaian, persaudaraan, saling memaafkan, dan persatuan.

E IKLIM / BUDAYA MADRASAH

F TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

“Jika kita berada dalam situasi ketika orang lain pernah berbuat salah kepada kita, bagaimana kita dapat meneladani Nabi Muhammad saw. untuk memilih sikap yang adil, bijaksana, memaafkan, dan menjaga perdamaian?”

Murid menghubungkan Fathu Makkah dengan pengalaman di rumah, madrasah, dan masyarakat, misalnya menyelesaikan perselisihan dengan dialog, tidak membalas kesalahan dengan dendam, meminta dan memberi maaf, menjaga persahabatan, menghargai perbedaan, menjaga kebersihan lingkungan bersama, dan mengutamakan persatuan.

G KERANGKA PEMBELAJARAN

🎯 Model Pembelajaran

Problem Based Learning (PBL), Cooperative Learning, Contextual Teaching and Learning (CTL), pembelajaran berbasis cerita, dan Project Based Learning (PjBL) pada pertemuan akhir.

🧘 Mindful Learning

Murid menyimak kisah Fathu Makkah dengan penuh perhatian, melakukan jeda refleksi, mengelola emosi, dan menyadari nilai pemaafan serta perdamaian.

💡 Meaningful Learning

Murid menghubungkan keputusan Nabi Muhammad saw. dalam Fathu Makkah dengan pengalaman nyata menyelesaikan konflik dan menjaga persaudaraan.

😊 Joyful Learning

Pembelajaran menggunakan peta, kartu kronologi, kuis, cerita, diskusi, bermain peran, simulasi konflik, poster, komik, dan presentasi.

📚 Metode Pembelajaran

Membaca, menyimak, cerita, tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, permainan edukatif, bermain peran, simulasi, presentasi, refleksi, dan proyek.

🔄 Strategi Berdiferensiasi

Konten, proses, dan produk disesuaikan dengan kesiapan, minat, kebutuhan, serta profil belajar murid.

Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi

Diferensiasi Konten: teks sejarah bertingkat, gambar, peta, garis waktu, kartu tokoh/peristiwa, cerita guru, video, dan infografis.

Diferensiasi Proses: belajar mandiri, berpasangan, kelompok kecil, membaca terbimbing, diskusi, menyusun kartu kronologi, bermain peran, atau simulasi penyelesaian konflik.

Diferensiasi Produk: murid dapat memilih poster, komik, cerita, drama, simulasi, piagam persaudaraan, infografis, atau proyek budaya damai.

Kemitraan Pembelajaran

Lingkungan Belajar

Pemanfaatan Digital

📘 PERTEMUAN 1 — 2 JP (70 MENIT)

Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya serta Cinta Ilmu

10 MENIT

KEGIATAN PENDAHULUAN

Salam dan Doa: Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, basmalah, dan selawat.

Apersepsi: Guru bertanya, “Apa yang kalian ketahui tentang Makkah dan Madinah?” serta “Apa yang kalian ingat tentang Perjanjian Hudaibiyah?”

Motivasi: Guru menyampaikan bahwa Fathu Makkah merupakan peristiwa penting yang menunjukkan pertolongan Allah Swt. dan keteladanan Rasulullah saw.

Penyampaian Tujuan: Murid mengetahui bahwa mereka akan mengidentifikasi latar belakang, sebab, tokoh, waktu, tempat, dan peristiwa penting Fathu Makkah.

50 MENIT

KEGIATAN INTI

Mengamati (Mindful): Murid menyimak cerita/video singkat tentang Fathu Makkah dan mengamati peta Makkah-Madinah serta garis waktu.

Mengeksplorasi (Meaningful): Murid membaca sumber sejarah tentang Perjanjian Hudaibiyah, pelanggaran oleh pihak Quraisy melalui dukungan kepada Bani Bakr dalam konflik dengan Khuza'ah, persiapan kaum Muslimin, dan peristiwa Fathu Makkah.

Mengasosiasi: Kelompok mengisi tabel “Apa, Siapa, Kapan, Di mana, Mengapa, dan Bagaimana” tentang Fathu Makkah.

Mengomunikasikan: Kelompok mempresentasikan hasil identifikasi secara singkat dan santun.

Proses: Murid dapat menggunakan teks, kartu informasi, gambar, atau bimbingan guru sesuai kesiapan.

Produk: Tabel identifikasi unsur Fathu Makkah dan garis waktu sederhana.

10 MENIT

KEGIATAN PENUTUP

Refleksi: “Hal apa yang paling membuatmu kagum terhadap sikap Nabi Muhammad saw. dalam Fathu Makkah?”

Rangkuman: Guru dan murid menyimpulkan latar belakang, sebab, tokoh, waktu, tempat, dan peristiwa penting Fathu Makkah.

Tindak Lanjut: Murid menceritakan satu fakta Fathu Makkah kepada keluarga.

Penutup: Doa dan salam.

📗 PERTEMUAN 2 — 2 JP (70 MENIT)

Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, Cinta Diri dan Sesama, serta Cinta Ilmu

10 MENIT

KEGIATAN PENDAHULUAN

Salam dan Doa: Guru mengawali pembelajaran dengan salam, doa, dan selawat.

Apersepsi: Murid mengingat sebab dan urutan awal Fathu Makkah melalui kuis cepat kartu peristiwa.

Motivasi: Guru mengajak murid melihat bahwa kemenangan tidak selalu harus diwujudkan dengan balas dendam.

50 MENIT

KEGIATAN INTI

Mengamati (Joyful): Murid menyusun kartu proses Fathu Makkah secara berkelompok.

Menanya: Murid mengajukan pertanyaan tentang mengapa kaum Muslimin memasuki Makkah dan bagaimana Nabi Muhammad saw. bersikap ketika memperoleh kemenangan.

Mengeksplorasi (Meaningful): Kelompok membaca sumber sejarah tentang persiapan, perjalanan menuju Makkah, masuknya kaum Muslimin, sikap Nabi Muhammad saw., dan hasil Fathu Makkah.

Mengasosiasi: Murid membuat tabel sebab → proses → hasil → nilai keteladanan.

Mengomunikasikan: Setiap kelompok menjelaskan hubungan hasil Fathu Makkah dengan keteguhan iman, keberanian, kebijaksanaan, pengendalian diri, pemaaf, persaudaraan, keadilan, dan perdamaian.

Pembelajaran Berdiferensiasi:

  • Proses: kartu kronologi, teks ringkas, bacaan lengkap, atau bimbingan guru.
  • Produk: tabel sebab-akibat, peta konsep, garis waktu, atau presentasi.
10 MENIT

KEGIATAN PENUTUP

Refleksi: “Mengapa kemenangan sebaiknya tidak membuat seseorang sombong atau membalas dendam?”

Rangkuman: Guru dan murid menyimpulkan proses dan hasil Fathu Makkah serta nilai keteladanannya.

Tindak Lanjut: Murid memilih satu sikap, seperti memaafkan atau menjaga persaudaraan, untuk dipraktikkan.

Penutup: Doa dan salam.

📙 PERTEMUAN 3 — 2 JP (70 MENIT)

Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya serta Cinta Diri dan Sesama

10 MENIT

KEGIATAN PENDAHULUAN

Salam dan Doa: Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan selawat.

Apersepsi: Guru mengajak murid mengingat bahwa kaum Muslimin berhasil memasuki Makkah.

Motivasi: Guru menyampaikan pertanyaan: “Jika kamu memiliki kesempatan membalas orang yang pernah menyakitimu, apakah kamu harus membalas? Mengapa?”

50 MENIT

KEGIATAN INTI

Bercerita (Joyful): Guru menceritakan suasana Fathu Makkah, masuknya Nabi Muhammad saw. ke Makkah, sikap rendah hati beliau, serta pemberian keamanan dan pemaafan kepada sebagian besar penduduk Makkah.

Mengeksplorasi: Murid bekerja dalam kelompok menganalisis kartu situasi: kemenangan, keamanan, pemaafan, keadilan, dan persaudaraan.

Mengasosiasi (Meaningful): Murid menjawab pertanyaan: “Mengapa Nabi Muhammad saw. tidak menjadikan kemenangan sebagai kesempatan untuk membalas dendam?” dan “Apa akibatnya jika seorang pemimpin membalas dendam setelah menang?”

Mengomunikasikan: Kelompok menyampaikan alasan berdasarkan sumber sejarah dan nilai keteladanan.

Pembelajaran Berdiferensiasi:

  • Proses: pertanyaan bertingkat, diskusi berpasangan, kelompok kecil, atau bimbingan guru.
  • Produk: tabel alasan-akibat, peta konsep, jawaban analitis, atau cerita singkat.
10 MENIT

KEGIATAN PENUTUP

Refleksi: “Apa perbedaan antara memaafkan dengan membiarkan ketidakadilan?”

Rangkuman: Guru menegaskan bahwa pemaafan Nabi Muhammad saw. dilakukan dengan kebijaksanaan, tetap memperhatikan keadilan dan keamanan.

Tindak Lanjut: Murid menuliskan satu konflik sederhana yang dapat diselesaikan dengan dialog dan saling memaafkan.

Penutup: Doa dan salam.

📕 PERTEMUAN 4 — 2 JP (70 MENIT)

Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, Cinta Diri dan Sesama, Cinta Ilmu, Cinta Lingkungan, serta Cinta Tanah Air

10 MENIT

KEGIATAN PENDAHULUAN

Salam dan Doa: Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan selawat.

Apersepsi: Murid mengingat sikap Nabi Muhammad saw. ketika berhasil memasuki Makkah.

Motivasi: Guru menjelaskan bahwa mempelajari sejarah harus menghasilkan perubahan perilaku dan aksi nyata.

50 MENIT

KEGIATAN INTI

Mendengarkan (Mindful): Murid menyimak kisah/refleksi singkat tentang pemaafan, keamanan, persaudaraan, dan perdamaian dalam Fathu Makkah.

Mengeksplorasi: Kelompok memilih salah satu proyek: poster, komik, bermain peran, simulasi penyelesaian konflik, cerita, piagam persaudaraan, atau proyek budaya damai.

Mengasosiasi (Meaningful): Murid mengevaluasi keteladanan Nabi Muhammad saw. dan merumuskan aksi nyata yang dapat dilakukan di madrasah.

Mengomunikasikan (Joyful): Kelompok mempresentasikan karya atau menampilkan bermain peran/simulasi. Teman memberikan apresiasi dan saran secara santun.

Pembelajaran Berdiferensiasi:

  • Proses: murid dapat bekerja individu, berpasangan, atau kelompok; guru menyediakan contoh dan lembar panduan bagi yang memerlukan.
  • Produk: poster, komik, drama, simulasi, cerita, piagam persaudaraan, infografis, atau proyek budaya damai.

❤️ AKSI NYATA: “BUDAYA DAMAI DI MADRASAH”

Setiap murid/kelompok memilih komitmen nyata, misalnya:

  • Aku tidak membalas kesalahan teman dengan dendam.
  • Aku berani meminta maaf dan memberi maaf.
  • Aku menyelesaikan masalah melalui dialog.
  • Aku menghargai perbedaan pendapat.
  • Aku menjaga persaudaraan dan persatuan.
  • Aku menjaga kebersihan lingkungan bersama.
  • Aku menjaga nama baik madrasah dan bangsa dengan perilaku yang baik.
10 MENIT

KEGIATAN PENUTUP

Refleksi: “Apa tindakan nyata yang akan kamu lakukan untuk menciptakan suasana damai di madrasah?”

Rangkuman: Guru dan murid menyimpulkan latar belakang, proses, hasil, keteladanan, dan hikmah Fathu Makkah.

Tindak Lanjut: Murid melaksanakan komitmen budaya damai dan mencatat pelaksanaannya selama satu minggu.

Penutup: Doa, selawat, dan salam.

I ASESMEN PEMBELAJARAN

🩺 ASESMEN DIAGNOSTIK

  • Tanya jawab tentang Makkah, Madinah, dan Perjanjian Hudaibiyah.
  • Mengidentifikasi pengetahuan awal murid tentang Fathu Makkah.
  • Menyusun 3–4 kartu peristiwa secara sederhana.
  • Pertanyaan pemantik tentang memaafkan dan menyelesaikan konflik.

📝 ASESMEN FORMATIF

Observasi:

  • Keaktifan dan perhatian.
  • Kerja sama dan tanggung jawab.
  • Komunikasi santun.
  • Pengendalian diri.
  • Kemampuan berpikir kritis.

Penilaian Kinerja:

Kemampuan membaca, menyimak, mengidentifikasi, menjelaskan, menyusun kronologi, menganalisis, berdiskusi, mempresentasikan, dan bekerja sama.

Penugasan:

Tabel unsur Fathu Makkah, garis waktu, tabel sebab-akibat, analisis sikap Nabi, dan rancangan aksi budaya damai.

🎯 ASESMEN SUMATIF

Tes Tulis:

Murid menjawab pertanyaan tentang pengertian, sebab, tokoh, waktu, tempat, proses, hasil, pelanggaran Perjanjian Hudaibiyah, sikap Nabi Muhammad saw., serta hikmah Fathu Makkah.

Projek Sederhana:

Poster, komik, bermain peran, simulasi penyelesaian konflik, cerita, piagam persaudaraan, atau proyek budaya damai.

📊 RUBRIK PENILAIAN PROJEK

Aspek 4 — Sangat Baik 3 — Baik 2 — Cukup 1 — Perlu Bimbingan
Pemahaman Materi Memahami Fathu Makkah, proses, hasil, dan keteladanan secara sangat tepat. Memahami sebagian besar materi dengan tepat. Memahami sebagian materi tetapi masih memerlukan bantuan. Belum memahami materi dengan baik.
Penalaran Kritis Mampu menganalisis alasan pemaafan dan perdamaian dengan alasan yang jelas. Mampu menjelaskan alasan dengan cukup tepat. Analisis masih sederhana dan memerlukan bantuan. Belum mampu memberikan alasan yang sesuai.
Keteladanan Mampu menghubungkan sikap Nabi dengan kehidupan nyata secara sangat jelas. Mampu memberikan contoh penerapan. Contoh penerapan masih terbatas. Belum mampu memberikan contoh penerapan.
Kreativitas Karya sangat kreatif, menarik, informatif, dan komunikatif. Karya menarik dan cukup kreatif. Karya sederhana. Karya belum selesai atau belum sesuai.
Komunikasi Menyampaikan gagasan dengan jelas, santun, percaya diri, dan argumentatif. Menyampaikan gagasan dengan cukup jelas. Masih memerlukan bantuan. Belum mampu menjelaskan karya.
Kolaborasi Sangat aktif bekerja sama dan menghargai semua anggota. Bekerja sama dengan baik. Kadang terlibat dalam kelompok. Belum menunjukkan kerja sama.

🔄 TINDAK LANJUT

🌱 Remedial

Murid yang belum mencapai tujuan memperoleh pendampingan melalui cerita bergambar, kartu kronologi, peta konsep, bacaan bertahap, video sederhana, dan pertanyaan berjenjang tentang sebab, proses, hasil, serta sikap Nabi Muhammad saw.

🚀 Pengayaan

Murid yang telah mencapai tujuan dapat mencari informasi tambahan dari sumber terpercaya, membuat infografis/komik sejarah, membandingkan nilai Fathu Makkah dengan situasi konflik sehari-hari, atau menjadi teman pendamping.

❤️ Aksi Nyata

Murid melaksanakan jurnal budaya damai selama satu minggu dengan mencatat tindakan memaafkan, berdialog, menjaga persaudaraan, membantu teman, menjaga lingkungan, dan menjaga persatuan.

🪞 REFLEKSI MURID

  1. Apa hal baru yang kamu pelajari tentang Fathu Makkah?
  2. Mengapa pelanggaran perjanjian dapat menjadi sebab terjadinya Fathu Makkah?
  3. Sikap Nabi Muhammad saw. apa yang paling ingin kamu teladani? Mengapa?
  4. Mengapa Nabi Muhammad saw. memilih memaafkan dan memberikan keamanan kepada sebagian besar penduduk Makkah?
  5. Bagaimana cara menyelesaikan konflik tanpa membalas dendam?
  6. Apa tindakanmu untuk menjaga persaudaraan di madrasah?
  7. Apa aksi nyata yang akan kamu lakukan untuk menciptakan budaya damai?
Komitmenku:

“Setelah mempelajari Fathu Makkah, saya akan berusaha menjadi anak yang beriman, berani dalam kebaikan, bijaksana, mampu mengendalikan diri, suka memaafkan, adil, menjaga persaudaraan, dan mengutamakan perdamaian.”

PENGESAHAN

Pecabean, Juli 2026

Mengetahui,
Kepala Madrasah





Amirudin, S.Pd.I.
NIP. 198006182005011005


Guru Mata Pelajaran





Budi Santoso, S.Pd.I., M.Pd.
NIP. 197712022005011003

```