MODUL AJAR
DEEP LEARNING & KURIKULUM BERBASIS CINTA (KBC)
BAB 1 : NABI MUHAMMAD SAW. MEMBINA MASYARAKAT MADINAH
A IDENTITAS MODUL
B IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
📖 Pengetahuan Awal
Murid telah mengenal Nabi Muhammad saw. sebagai nabi dan rasul Allah Swt. serta mengetahui secara sederhana peristiwa hijrah dari Makkah ke Madinah. Murid juga telah mengenal kaum Muhajirin dan Ansar secara umum.
❤️ Minat
Murid umumnya tertarik pada kisah sejarah Nabi Muhammad saw., peta perjalanan hijrah, gambar, video pembelajaran, cerita, permainan edukatif, diskusi, bermain peran, membuat poster, infografis, dan kegiatan proyek.
👨👩👧 Latar Belakang
Murid memiliki pengalaman sosial dan kehidupan keluarga yang beragam. Pembelajaran diarahkan untuk menghubungkan pembinaan masyarakat Madinah dengan kehidupan murid di rumah, madrasah, dan masyarakat.
🎯 Kebutuhan Belajar
Visual: peta Madinah, gambar Masjid Nabawi, kartu tokoh, infografis, tabel, dan peta konsep.
Auditori: cerita guru, membaca nyaring, menyimak kisah, diskusi, dan presentasi.
Kinestetik: menyusun kartu peristiwa, bermain peran musyawarah, membuat poster, simulasi, dan proyek kesepakatan kelas.
C TEMA KURIKULUM BERBASIS CINTA
❤️ Topik Panca Cinta
- Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya.
- Cinta diri dan sesama.
- Cinta lingkungan.
- Cinta ilmu.
- Cinta tanah air.
📚 Materi Insersi
Persaudaraan, persatuan, keadilan, toleransi, musyawarah, gotong royong, tanggung jawab, kepedulian, perdamaian, menghargai perbedaan, hidup rukun, menjaga lingkungan, serta kecintaan kepada bangsa dan negara.
D KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
📘 Konseptual
Murid memahami latar dan bentuk pembinaan masyarakat Madinah oleh Nabi Muhammad saw., pembangunan Masjid Nabawi, persaudaraan Muhajirin dan Ansar, kehidupan sosial yang harmonis, kesepakatan bersama, serta nilai persatuan, keadilan, toleransi, musyawarah, dan gotong royong.
🛠️ Prosedural
Murid mampu membaca dan menyimak sumber sejarah, menemukan informasi penting, mengelompokkan peristiwa, menghubungkan strategi Nabi dengan kehidupan masyarakat, menganalisis permasalahan, berdiskusi, bermusyawarah, membuat karya, serta merancang aksi nyata.
🌱 Relevansi dengan Kehidupan Nyata
Materi dihubungkan dengan kehidupan murid dalam membangun persahabatan, bekerja sama, menghargai perbedaan, menyelesaikan konflik, bermusyawarah, berbagi, menjaga kebersihan, dan menciptakan suasana kelas yang aman serta harmonis.
📊 Tingkat Kesulitan
Sedang. Materi disajikan secara bertahap dari kegiatan mengidentifikasi, menjelaskan, menganalisis, mengevaluasi, hingga merancang dan melaksanakan aksi nyata.
🧩 Struktur Materi
- Kondisi Madinah setelah hijrah Nabi Muhammad saw.
- Pembangunan Masjid Nabawi.
- Persaudaraan Muhajirin dan Ansar.
- Pembinaan kehidupan sosial masyarakat Madinah.
- Kesepakatan bersama dan kehidupan masyarakat yang tertib.
- Strategi Nabi Muhammad saw. dalam membina masyarakat.
- Persatuan, keadilan, toleransi, dan musyawarah.
- Keteladanan Nabi dalam menyelesaikan perbedaan.
- Penerapan nilai pembinaan masyarakat Madinah dalam kehidupan sehari-hari.
✨ Integrasi Nilai dan Karakter
Keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, persaudaraan, persatuan, keadilan, toleransi, musyawarah, gotong royong, kepedulian, tanggung jawab, perdamaian, kemandirian, kreativitas, komunikasi, dan cinta tanah air.
E DIMENSI PROFIL LULUSAN
DESAIN PEMBELAJARAN
A. Capaian Pembelajaran (CP)
Murid mampu memahami dan menganalisis peristiwa penting dalam sejarah Nabi Muhammad saw. dalam membina masyarakat Madinah, mengambil ibrah dari strategi dan keteladanan beliau, serta menerapkan nilai persaudaraan, persatuan, keadilan, toleransi, musyawarah, gotong royong, tanggung jawab, dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.
B. Lintas Disiplin Ilmu
- Bahasa Indonesia: membaca sumber sejarah, menemukan informasi, menyampaikan pendapat, berdiskusi, menulis refleksi, dan mempresentasikan hasil karya.
- Pendidikan Pancasila: persatuan, keadilan, musyawarah, toleransi, gotong royong, tanggung jawab, dan kewargaan.
- Al-Qur'an Hadis: nilai persaudaraan, persatuan, tolong-menolong, dan perdamaian dalam ajaran Islam.
- Seni dan Prakarya: pembuatan poster, infografis, piagam kesepakatan, dan karya kreatif budaya damai.
- IPAS: keterkaitan kehidupan masyarakat, lingkungan tempat tinggal, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
C TUJUAN PEMBELAJARAN
Murid mampu mengidentifikasi bentuk pembinaan masyarakat Madinah oleh Nabi Muhammad saw., meliputi pembangunan Masjid Nabawi, persaudaraan Muhajirin dan Ansar, kehidupan sosial yang harmonis, serta kesepakatan bersama berdasarkan sumber sejarah untuk menumbuhkan cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya serta cinta ilmu, sekaligus mengembangkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.
Murid mampu menjelaskan strategi Nabi Muhammad saw. dalam membina masyarakat Madinah serta menghubungkannya dengan persaudaraan, persatuan, keadilan, gotong royong, toleransi, musyawarah, tanggung jawab, dan kepedulian melalui kegiatan membaca, mengamati, berdiskusi, dan bekerja sama untuk menumbuhkan cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, cinta diri dan sesama, serta cinta ilmu, sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi.
Murid mampu menganalisis hubungan langkah Nabi Muhammad saw. dalam membina masyarakat Madinah dengan terciptanya kehidupan yang rukun, adil, aman, dan saling menghargai serta membandingkannya dengan kehidupan di lingkungan sekitar untuk menemukan cara menyelesaikan perbedaan dan membangun kehidupan yang harmonis dengan menumbuhkan cinta diri dan sesama serta cinta tanah air, sekaligus mengembangkan penalaran kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kewargaan.
Murid mampu mengevaluasi keteladanan Nabi Muhammad saw. dalam membina masyarakat Madinah serta merancang solusi untuk menyelesaikan perbedaan dan membangun kehidupan yang rukun, adil, damai, saling menghargai, dan peduli melalui kegiatan musyawarah dan perancangan karya atau aksi nyata.
Murid mampu menghasilkan dan mempresentasikan karya atau aksi nyata berupa poster, infografis, simulasi musyawarah, budaya damai, piagam kesepakatan kelas, atau karya kreatif lainnya untuk menciptakan kehidupan yang rukun, adil, damai, saling menghargai, dan peduli dengan menumbuhkan cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, cinta diri dan sesama, cinta lingkungan, cinta ilmu, serta cinta tanah air, sekaligus mengembangkan keimanan dan ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan kemandirian.
D INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
- Menyebutkan bentuk-bentuk pembinaan masyarakat Madinah oleh Nabi Muhammad saw.
- Menjelaskan peran pembangunan Masjid Nabawi dalam kehidupan masyarakat Madinah.
- Menjelaskan bentuk persaudaraan antara kaum Muhajirin dan kaum Ansar.
- Menghubungkan strategi pembinaan Nabi Muhammad saw. dengan nilai persatuan, keadilan, gotong royong, toleransi, musyawarah, tanggung jawab, dan kepedulian.
- Menganalisis hubungan pembinaan masyarakat Madinah dengan terciptanya kehidupan yang rukun, aman, adil, dan saling menghargai.
- Membandingkan kehidupan masyarakat Madinah dengan kehidupan di lingkungan sekitar.
- Menemukan solusi terhadap perbedaan atau konflik sederhana melalui musyawarah dan sikap saling menghargai.
- Mengevaluasi keteladanan Nabi Muhammad saw. dalam membangun persatuan dan perdamaian.
- Merancang poster, infografis, simulasi musyawarah, piagam kesepakatan kelas, budaya damai, atau karya kreatif.
- Melaksanakan aksi nyata untuk membangun kehidupan yang rukun, adil, damai, peduli, dan saling menghargai.
E IKLIM / BUDAYA MADRASAH
- Membiasakan salam, doa, membaca basmalah, bersyukur, dan berselawat kepada Nabi Muhammad saw. sebelum pembelajaran.
- Membangun budaya persaudaraan, saling membantu, menghargai perbedaan, bermusyawarah, bertanggung jawab, dan menjaga persatuan.
- Menciptakan kelas yang aman, damai, bebas dari perundungan, serta mendorong murid menyelesaikan perbedaan melalui komunikasi dan musyawarah.
- Membiasakan gotong royong menjaga kebersihan dan lingkungan madrasah sebagai wujud kepedulian bersama.
F TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Murid menghubungkan pembinaan masyarakat Madinah dengan kehidupan sehari-hari, misalnya ketika terjadi perbedaan pendapat dalam kelompok, pembagian tugas yang tidak adil, perselisihan antarteman, kegiatan gotong royong, menjaga kebersihan kelas, serta membuat kesepakatan bersama.
G KERANGKA PEMBELAJARAN
🎯 Model Pembelajaran
Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning (PjBL), Cooperative Learning, Contextual Teaching and Learning (CTL), dan pembelajaran berbasis cerita sejarah.
🧘 Mindful Learning
Murid menyimak kisah Nabi Muhammad saw. dengan penuh perhatian, melakukan jeda refleksi, memahami nilai persaudaraan dan perdamaian, serta menyadari kaitannya dengan kehidupan mereka.
💡 Meaningful Learning
Murid menghubungkan strategi Nabi Muhammad saw. dalam membina masyarakat Madinah dengan pengalaman hidup di keluarga, madrasah, dan masyarakat.
😊 Joyful Learning
Pembelajaran dilakukan melalui cerita, gambar, kartu peristiwa, permainan, diskusi, simulasi musyawarah, bermain peran, poster, infografis, dan presentasi.
📚 Metode Pembelajaran
Cerita, membaca, menyimak, tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, studi kasus, bermain peran, musyawarah, presentasi, refleksi, dan proyek.
🔄 Strategi Berdiferensiasi
Konten, proses, dan produk disesuaikan dengan kesiapan, minat, kebutuhan, serta profil belajar murid.
Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi
Diferensiasi Konten: Murid memperoleh materi melalui teks sejarah, gambar, peta Madinah, kartu tokoh, infografis, video, dan cerita guru sesuai tingkat kesiapan belajar.
Diferensiasi Proses: Murid dapat belajar secara mandiri, berpasangan, atau kelompok kecil melalui membaca terbimbing, diskusi, permainan kartu, analisis kasus, simulasi, dan musyawarah.
Diferensiasi Produk: Murid dapat memilih poster, infografis, peta konsep, presentasi, simulasi musyawarah, piagam kesepakatan, budaya damai, atau karya kreatif lainnya.
Kemitraan Pembelajaran
- Lingkungan Sekolah: guru, teman sebaya, perpustakaan, wali kelas, dan warga madrasah.
- Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: keluarga dan masyarakat sekitar sebagai sumber pengalaman penerapan nilai persaudaraan, gotong royong, toleransi, dan musyawarah.
- Mitra Digital: website pembelajaran SKI, video edukasi, perpustakaan digital, gambar, peta digital, dan sumber sejarah daring yang sesuai usia.
Lingkungan Belajar
- Ruang Fisik: kelas, perpustakaan, halaman madrasah, dan ruang kegiatan.
- Ruang Virtual: website media pembelajaran SKI MIN 2 Tegal.
- Budaya Belajar: aman, santun, aktif, kolaboratif, kritis, reflektif, inklusif, dan menyenangkan.
Pemanfaatan Digital
- Video pembelajaran tentang kehidupan masyarakat Madinah.
- Peta digital perjalanan hijrah dan lokasi penting di Madinah.
- Infografis tentang Muhajirin, Ansar, Masjid Nabawi, dan kesepakatan masyarakat Madinah.
- Website pembelajaran SKI sebagai sumber belajar dan dokumentasi karya murid.
📘 PERTEMUAN 1 — 2 JP (70 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya serta Cinta Ilmu
KEGIATAN PENDAHULUAN
Salam dan Doa: Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa, berselawat kepada Nabi Muhammad saw., dan mengondisikan kelas.
Apersepsi: Guru bertanya tentang peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw. dari Makkah ke Madinah dan keadaan masyarakat Madinah setelah kedatangan Rasulullah saw.
Motivasi: Guru menjelaskan bahwa setelah hijrah, Nabi Muhammad saw. tidak hanya membangun tempat tinggal, tetapi juga membangun masyarakat yang rukun dan bersatu.
Penyampaian Tujuan: Murid akan mengidentifikasi bentuk-bentuk pembinaan masyarakat Madinah oleh Nabi Muhammad saw.
KEGIATAN INTI
Mengamati (Mindful): Murid mengamati gambar Masjid Nabawi, kehidupan kaum Muhajirin dan Ansar, serta ilustrasi masyarakat Madinah.
Mengeksplorasi (Meaningful): Murid membaca bahan ajar mengenai pembangunan Masjid Nabawi, persaudaraan Muhajirin dan Ansar, kehidupan sosial yang harmonis, dan kesepakatan bersama.
Mengasosiasi: Murid mengelompokkan informasi ke dalam tabel: “Bentuk Pembinaan Masyarakat Madinah”.
Mengomunikasikan: Setiap kelompok menyampaikan hasil identifikasi secara lisan atau tertulis.
Proses: Murid dapat membaca mandiri, membaca terbimbing, menggunakan kartu informasi, atau menyimak penjelasan guru.
Produk: Tabel identifikasi bentuk pembinaan masyarakat Madinah.
KEGIATAN PENUTUP
Refleksi: “Mengapa Nabi Muhammad saw. membangun masyarakat yang bersaudara dan saling membantu?”
Rangkuman: Guru dan murid menyimpulkan bentuk pembinaan masyarakat Madinah.
Tindak Lanjut: Murid menceritakan kepada keluarga satu bentuk pembinaan masyarakat Madinah yang dipelajarinya.
Penutup: Doa dan salam.
📗 PERTEMUAN 2 — 2 JP (70 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, Cinta Diri dan Sesama, serta Cinta Ilmu
KEGIATAN PENDAHULUAN
Salam dan Doa: Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan selawat.
Apersepsi: Murid mengingat kembali pembangunan Masjid Nabawi dan persaudaraan Muhajirin dan Ansar.
Motivasi: Guru menyampaikan bahwa Nabi Muhammad saw. menggunakan strategi yang tepat untuk menyatukan masyarakat Madinah yang memiliki latar belakang berbeda.
KEGIATAN INTI
Mengamati (Joyful): Murid mengamati kartu strategi Nabi Muhammad saw., seperti pembangunan masjid, mempersaudarakan Muhajirin dan Ansar, musyawarah, dan kesepakatan bersama.
Menanya: Murid mengajukan pertanyaan tentang alasan Nabi Muhammad saw. memilih strategi tersebut.
Mengeksplorasi (Meaningful): Kelompok membaca sumber belajar dan menemukan nilai persaudaraan, persatuan, keadilan, gotong royong, toleransi, musyawarah, tanggung jawab, dan kepedulian.
Mengasosiasi: Murid memasangkan strategi Nabi dengan nilai yang sesuai.
Mengomunikasikan: Kelompok mempresentasikan hubungan strategi Nabi dengan nilai kehidupan masyarakat.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
- Proses: menggunakan kartu, tabel, gambar, bacaan terbimbing, atau diskusi langsung.
- Produk: tabel strategi dan nilai, peta konsep, atau presentasi.
KEGIATAN PENUTUP
Refleksi: “Strategi Nabi Muhammad saw. mana yang dapat kita terapkan di kelas?”
Rangkuman: Guru dan murid menyimpulkan strategi Nabi Muhammad saw. dalam membina masyarakat Madinah.
Tindak Lanjut: Murid memilih satu sikap, misalnya gotong royong atau membantu teman, untuk dipraktikkan.
Penutup: Doa dan salam.
📙 PERTEMUAN 3 — 2 JP (70 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta Diri dan Sesama serta Cinta Tanah Air
KEGIATAN PENDAHULUAN
Salam dan Doa: Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan selawat.
Apersepsi: Guru mengajak murid mengingat kembali strategi Nabi dalam membina masyarakat Madinah.
Motivasi: Guru memberikan pertanyaan: “Apa yang terjadi jika masyarakat tidak mau bekerja sama, tidak adil, dan tidak menghargai perbedaan?”
KEGIATAN INTI
Bercerita (Joyful): Guru menceritakan kehidupan masyarakat Madinah yang dibangun atas persaudaraan, kerja sama, keadilan, toleransi, dan kesepakatan bersama.
Mengeksplorasi: Murid bekerja dalam kelompok untuk mengidentifikasi hubungan antara langkah Nabi Muhammad saw. dengan kondisi masyarakat Madinah.
Mengasosiasi (Meaningful): Murid menganalisis studi kasus sederhana, misalnya: perselisihan teman, pembagian tugas yang tidak adil, perbedaan pendapat, dan kurangnya kepedulian.
Murid membandingkan permasalahan tersebut dengan cara Nabi Muhammad saw. membangun kehidupan masyarakat Madinah.
Mengomunikasikan: Kelompok mempresentasikan solusi yang ditemukan.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
- Proses: guru memberikan studi kasus dengan tingkat kompleksitas yang berbeda sesuai kesiapan murid.
- Produk: tabel sebab-akibat, peta konsep, jawaban studi kasus, atau presentasi solusi.
KEGIATAN PENUTUP
Refleksi: “Bagaimana cara menyelesaikan perbedaan tanpa menyakiti orang lain?”
Rangkuman: Pembinaan Nabi Muhammad saw. menciptakan masyarakat yang rukun, aman, adil, dan saling menghargai.
Tindak Lanjut: Murid mengamati satu contoh kerja sama atau perbedaan yang terjadi di lingkungan sekitar.
Penutup: Doa dan salam.
📕 PERTEMUAN 4 — 2 JP (70 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, Cinta Diri dan Sesama, serta Cinta Ilmu
KEGIATAN PENDAHULUAN
Salam dan Doa: Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa.
Apersepsi: Murid mengingat kembali hubungan strategi Nabi Muhammad saw. dengan terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis.
Motivasi: Guru menyampaikan bahwa keteladanan Nabi perlu diwujudkan dalam penyelesaian masalah nyata di lingkungan murid.
KEGIATAN INTI
Mendengarkan (Mindful): Murid menyimak kisah tentang cara Nabi Muhammad saw. membangun persaudaraan dan menyelesaikan perbedaan secara damai.
Mengeksplorasi: Kelompok mendapatkan studi kasus kehidupan kelas, misalnya perbedaan pendapat, pembagian tugas, perselisihan teman, atau masalah kebersihan.
Mengasosiasi (Meaningful): Murid mengevaluasi beberapa alternatif penyelesaian berdasarkan nilai keteladanan Nabi Muhammad saw.
Mengomunikasikan (Joyful): Kelompok melakukan simulasi musyawarah untuk menyelesaikan permasalahan yang diberikan.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
- Proses: murid dapat menggunakan kartu peran, panduan pertanyaan, teks dialog, atau melakukan musyawarah secara mandiri.
- Produk: rancangan solusi, naskah musyawarah, poster, infografis, atau rancangan piagam kesepakatan kelas.
🤝 SIMULASI MUSYAWARAH
Murid berperan sebagai anggota kelas yang sedang menyelesaikan masalah. Setiap anggota diberi kesempatan menyampaikan pendapat, mendengarkan pendapat teman, mencari kesepakatan, dan menerima keputusan bersama dengan penuh tanggung jawab.
KEGIATAN PENUTUP
Refleksi: “Apakah solusi yang kita pilih sudah adil dan menghargai semua pihak?”
Rangkuman: Guru dan murid menyimpulkan keteladanan Nabi Muhammad saw. dalam membangun persatuan dan menyelesaikan perbedaan.
Tindak Lanjut: Kelompok menyempurnakan rancangan karya atau aksi nyata untuk dipresentasikan pada pertemuan berikutnya.
Penutup: Doa dan salam.
📒 PERTEMUAN 5 — 2 JP (70 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, Cinta Diri dan Sesama, Cinta Lingkungan, Cinta Ilmu, serta Cinta Tanah Air
KEGIATAN PENDAHULUAN
Salam dan Doa: Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan selawat kepada Nabi Muhammad saw.
Apersepsi: Guru mengajak murid mengingat kembali bentuk pembinaan masyarakat Madinah dan hasil simulasi musyawarah.
Motivasi: Guru menyampaikan bahwa memahami sejarah harus menghasilkan perubahan perilaku yang baik dalam kehidupan nyata.
KEGIATAN INTI
Mengamati: Murid mengamati kembali karya atau rancangan aksi yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya.
Mengeksplorasi: Murid menyelesaikan salah satu produk berikut:
- Poster “Kelas Rukun dan Damai”.
- Infografis “Teladan Nabi Muhammad saw. dalam Membina Masyarakat Madinah”.
- Simulasi musyawarah.
- Piagam Kesepakatan Kelas.
- Program Budaya Damai.
- Peta konsep pembinaan masyarakat Madinah.
- Karya kreatif lainnya.
Mengasosiasi (Meaningful): Murid menentukan aksi nyata yang dapat diterapkan di madrasah, misalnya saling membantu, menghargai perbedaan, bermusyawarah, menjaga kebersihan, berbagi tugas secara adil, dan menyelesaikan konflik dengan cara damai.
Mengomunikasikan (Joyful): Setiap kelompok mempresentasikan karya atau menampilkan simulasi musyawarah di depan kelas.
Teman memberikan apresiasi dan tanggapan dengan bahasa yang santun.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
- Proses: murid dapat bekerja mandiri, berpasangan, atau berkelompok.
- Produk: poster, infografis, simulasi, piagam kesepakatan, budaya damai, peta konsep, atau karya kreatif.
❤️ AKSI NYATA: “MADRASAH RUKUN DAN DAMAI”
Setiap murid membuat komitmen sederhana:
- Aku akan menghargai pendapat teman.
- Aku akan membantu teman yang membutuhkan.
- Aku akan menyelesaikan masalah melalui musyawarah.
- Aku akan berlaku adil dalam pembagian tugas.
- Aku akan menjaga persaudaraan dan persatuan.
- Aku akan menjaga kebersihan dan lingkungan madrasah.
- Aku akan bertanggung jawab terhadap kesepakatan bersama.
- Aku akan menjaga kedamaian dan tidak melakukan perundungan.
KEGIATAN PENUTUP
Refleksi: “Apa tindakan nyata yang dapat kamu lakukan untuk membuat kelas menjadi lebih rukun, adil, aman, dan damai?”
Rangkuman: Guru dan murid menyimpulkan pembinaan masyarakat Madinah serta keteladanan Nabi Muhammad saw. yang dapat diterapkan dalam kehidupan.
Tindak Lanjut: Murid melaksanakan komitmen yang telah dibuat dan mencatat perubahan perilaku yang dilakukan selama satu minggu.
Penutup: Doa, selawat, dan salam.
I ASESMEN PEMBELAJARAN
🩺 ASESMEN DIAGNOSTIK
- Tanya jawab tentang hijrah Nabi Muhammad saw.
- Mengidentifikasi pengetahuan awal murid tentang Madinah.
- Menanyakan pengetahuan awal tentang Muhajirin dan Ansar.
- Mengidentifikasi pemahaman awal murid tentang persaudaraan, persatuan, dan gotong royong.
📝 ASESMEN FORMATIF
Observasi:
- Keaktifan.
- Kerja sama.
- Tanggung jawab.
- Sikap menghargai pendapat.
- Toleransi.
- Kemampuan komunikasi.
- Kemampuan berpikir kritis.
Penilaian Kinerja:
Kemampuan mengidentifikasi, menjelaskan, menghubungkan, menganalisis, berdiskusi, bermusyawarah, mempresentasikan, dan menghasilkan karya.
Penugasan:
Tabel bentuk pembinaan, tabel strategi dan nilai, analisis studi kasus, rancangan solusi, dan jurnal aksi nyata.
🎯 ASESMEN SUMATIF
Tes Tulis:
Murid menjawab pertanyaan tentang pembangunan Masjid Nabawi, persaudaraan Muhajirin dan Ansar, strategi Nabi Muhammad saw., kehidupan sosial Madinah, persatuan, keadilan, toleransi, musyawarah, dan keteladanan Rasulullah saw.
Projek:
Murid menghasilkan poster, infografis, simulasi musyawarah, budaya damai, piagam kesepakatan kelas, peta konsep, atau karya kreatif yang menunjukkan pemahaman dan penerapan nilai pembinaan masyarakat Madinah.
📊 RUBRIK PENILAIAN PROJEK
| Aspek | 4 — Sangat Baik | 3 — Baik | 2 — Cukup | 1 — Perlu Bimbingan |
|---|---|---|---|---|
| Pemahaman Materi | Memahami bentuk pembinaan masyarakat Madinah secara sangat tepat dan lengkap. | Memahami sebagian besar materi dengan tepat. | Memahami sebagian materi tetapi masih memerlukan bantuan. | Belum memahami materi dengan baik. |
| Penalaran Kritis | Mampu menganalisis hubungan strategi Nabi dengan terciptanya kehidupan harmonis secara jelas. | Mampu menjelaskan hubungan dengan cukup tepat. | Analisis masih sederhana. | Belum mampu menganalisis hubungan. |
| Keteladanan | Mampu menghubungkan keteladanan Nabi dengan kehidupan nyata secara sangat jelas. | Mampu memberikan contoh penerapan. | Contoh penerapan masih terbatas. | Belum mampu memberikan contoh penerapan. |
| Kreativitas | Karya sangat kreatif, menarik, informatif, dan komunikatif. | Karya menarik dan cukup kreatif. | Karya masih sederhana. | Karya belum selesai atau belum sesuai. |
| Komunikasi | Menyampaikan gagasan dengan jelas, santun, percaya diri, dan menghargai orang lain. | Menyampaikan gagasan dengan cukup jelas. | Masih memerlukan bantuan. | Belum mampu menjelaskan gagasan. |
| Kolaborasi | Sangat aktif bekerja sama dan menghargai seluruh anggota kelompok. | Bekerja sama dengan baik. | Kadang terlibat dalam kelompok. | Belum menunjukkan kerja sama. |
| Kewargaan dan Sikap Damai | Konsisten menunjukkan sikap adil, toleran, bertanggung jawab, dan cinta persatuan. | Sering menunjukkan sikap tersebut. | Kadang menunjukkan sikap tersebut. | Masih memerlukan banyak bimbingan. |
🔄 TINDAK LANJUT
🌱 Remedial
Murid yang belum mencapai tujuan pembelajaran memperoleh pendampingan melalui cerita bergambar, kartu peristiwa, peta konsep sederhana, membaca terbimbing, video pembelajaran, pertanyaan bertahap, dan bimbingan kelompok kecil.
🚀 Pengayaan
Murid yang telah mencapai tujuan pembelajaran dapat mencari informasi tambahan mengenai kehidupan masyarakat Madinah, membuat infografis tambahan, menjadi teman pendamping, atau menyusun gagasan budaya damai di madrasah.
❤️ Aksi Nyata
Murid melaksanakan jurnal aksi selama satu minggu dengan menerapkan persaudaraan, gotong royong, toleransi, musyawarah, keadilan, tanggung jawab, kepedulian, dan menjaga lingkungan.
🪞 REFLEKSI MURID
- Apa hal baru yang kamu pelajari tentang masyarakat Madinah?
- Mengapa Nabi Muhammad saw. membangun Masjid Nabawi?
- Apa manfaat persaudaraan antara Muhajirin dan Ansar?
- Strategi Nabi Muhammad saw. apa yang paling kamu kagumi?
- Bagaimana cara menyelesaikan perbedaan dengan teman?
- Mengapa musyawarah penting dalam kehidupan bersama?
- Bagaimana kamu dapat menunjukkan sikap adil dan toleran?
- Apa yang dapat kamu lakukan agar kelas menjadi lebih rukun?
- Apa tindakan yang dapat kamu lakukan untuk menjaga lingkungan?
- Bagaimana pembelajaran ini membuatmu semakin mencintai Nabi Muhammad saw.?
“Saya akan meneladani Nabi Muhammad saw. dengan menjaga persaudaraan, menghargai perbedaan, berlaku adil, suka bermusyawarah, membantu sesama, bertanggung jawab, menjaga lingkungan, dan ikut menciptakan suasana damai di madrasah.”
PENGESAHAN
Pecabean, Juli 2026
Mengetahui,
Kepala Madrasah
Amirudin, S.Pd.I.
NIP. 198006182005011005
Guru Mata Pelajaran
Budi Santoso, S.Pd.I., M.Pd.
NIP. 197712022005011003