MODUL AJAR
DEEP LEARNING & KURIKULUM BERBASIS CINTA (KBC)
BAB 6 : MASYARAKAT YATSRIB SEBELUM HIJRAH NABI MUHAMMAD SAW.
A IDENTITAS MODUL
B IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
📖 Pengetahuan Awal
Murid telah mengenal Nabi Muhammad saw. sebagai nabi dan rasul Allah Swt. serta mengetahui secara sederhana bahwa beliau melakukan hijrah dari Makkah menuju Madinah. Sebagian murid mungkin telah mengetahui bahwa nama Madinah sebelumnya adalah Yatsrib.
❤️ Minat
Murid umumnya tertarik pada kisah sejarah Nabi Muhammad saw., peta perjalanan, gambar tempat bersejarah, cerita tokoh, permainan kartu, diskusi kelompok, bermain peran, poster, infografis, dan proyek sederhana.
👨👩👧 Latar Belakang
Murid memiliki pengalaman hidup dalam lingkungan sosial yang beragam. Pembelajaran dapat menghubungkan kondisi masyarakat Yatsrib dengan kehidupan masyarakat madrasah yang terdiri atas individu dengan perbedaan karakter, suku, keluarga, pendapat, dan kepentingan.
🎯 Kebutuhan Belajar
Visual: peta Yatsrib, gambar oasis, kartu tokoh, diagram kelompok masyarakat, infografis, dan peta konsep.
Auditori: cerita guru, membaca nyaring, menyimak penjelasan, tanya jawab, dan diskusi.
Kinestetik: menyusun kartu informasi, mengamati peta, bermain peran, membuat poster, peta konsep, dan proyek kerukunan.
C TEMA KURIKULUM BERBASIS CINTA
❤️ Topik Panca Cinta
- Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya.
- Cinta diri dan sesama.
- Cinta ilmu.
- Cinta lingkungan.
- Cinta tanah air.
📚 Materi Insersi
Persaudaraan, persatuan, toleransi, keadilan, saling menghargai, musyawarah, perdamaian, hidup berdampingan, tanggung jawab, kepedulian, menghargai keberagaman, menjaga lingkungan, dan menyelesaikan perselisihan secara damai.
D KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
📘 Pengetahuan Konseptual
Murid memahami kondisi geografis Yatsrib, kelompok masyarakat yang hidup di Yatsrib, suku Aus dan Khazraj, komunitas Yahudi, kehidupan sosial, kepercayaan, serta berbagai permasalahan dan perselisihan yang terjadi sebelum hijrah Nabi Muhammad saw.
🛠️ Pengetahuan Prosedural
Murid mampu membaca sumber sejarah sederhana, mengamati peta, menemukan informasi penting, mengelompokkan data, membuat hubungan sebab-akibat, berdiskusi, menyampaikan pendapat, bekerja sama, dan menghasilkan karya tentang kerukunan.
🌱 Relevansi dengan Kehidupan Nyata
Kondisi masyarakat Yatsrib dikaitkan dengan kehidupan murid dalam masyarakat yang beragam. Murid belajar bahwa perbedaan suku, pendapat, kebiasaan, dan kepentingan perlu disikapi dengan saling menghargai, adil, damai, dan bekerja sama.
📊 Tingkat Kesulitan
Sedang. Materi sejarah disederhanakan menggunakan peta, gambar, cerita, kartu informasi, tabel sebab-akibat, diskusi, bermain peran, peta konsep, dan proyek kreatif yang sesuai dengan perkembangan murid kelas IV.
🧩 Struktur Materi
- Letak dan kondisi geografis Yatsrib.
- Kelompok masyarakat Yatsrib.
- Suku Aus dan Khazraj.
- Komunitas Yahudi.
- Kehidupan sosial masyarakat Yatsrib.
- Kepercayaan masyarakat Yatsrib.
- Perselisihan dan ketegangan antarkelompok.
- Kebutuhan masyarakat terhadap perdamaian dan persatuan.
- Nilai dan keteladanan yang dapat diambil dari kondisi Yatsrib.
✨ Integrasi Nilai dan Karakter
Keimanan dan ketakwaan, cinta kepada Rasulullah saw., cinta ilmu, persaudaraan, toleransi, keadilan, perdamaian, menghargai keberagaman, tanggung jawab, kepedulian, gotong royong, komunikasi, kolaborasi, kreativitas, kemandirian, cinta lingkungan, dan cinta tanah air.
E DIMENSI PROFIL LULUSAN
DESAIN PEMBELAJARAN
A. Capaian Pembelajaran (CP)
Murid mampu mengenal, memahami, dan menganalisis peristiwa penting dalam sejarah masyarakat Arab dan perjalanan dakwah Nabi Muhammad saw. serta mengambil ibrah dari berbagai peristiwa sejarah untuk menumbuhkan keimanan, kecintaan kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, cinta ilmu, serta menerapkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
B. Lintas Disiplin Ilmu
- Bahasa Indonesia: membaca sumber sejarah, menemukan informasi, menyampaikan pendapat, berdiskusi, bercerita, membuat laporan, dan mempresentasikan hasil karya.
- Pendidikan Pancasila: keberagaman, persatuan, musyawarah, keadilan, gotong royong, toleransi, tanggung jawab, dan hidup rukun.
- Al-Qur'an Hadis: mengaitkan pentingnya persaudaraan, perdamaian, keadilan, dan saling menghargai dengan nilai-nilai ajaran Islam.
- IPAS/Geografi: membaca peta, mengenal lokasi Yatsrib, kondisi wilayah, oasis, dan pengaruh lingkungan geografis terhadap kehidupan masyarakat.
- Seni dan Prakarya: membuat poster, infografis, peta konsep, cerita, bermain peran, dan proyek kerukunan.
C TUJUAN PEMBELAJARAN
Murid mampu mengidentifikasi kondisi geografis, kelompok masyarakat, kehidupan sosial, kepercayaan, dan permasalahan Yatsrib sebelum hijrah Nabi Muhammad saw., termasuk suku Aus, Khazraj, dan komunitas Yahudi, berdasarkan sumber sejarah untuk menumbuhkan cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya serta cinta ilmu, sekaligus mengembangkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.
Murid mampu menjelaskan kondisi masyarakat Yatsrib sebelum hijrah Nabi Muhammad saw. serta menghubungkannya dengan keragaman suku, agama, dan kepentingan sosial melalui kegiatan membaca, mengamati peta, berdiskusi, dan bekerja sama untuk menumbuhkan cinta ilmu serta cinta diri dan sesama, sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi.
Murid mampu menganalisis faktor-faktor penyebab perselisihan dan ketegangan antarkelompok masyarakat Yatsrib serta kebutuhan akan kehidupan yang damai, adil, dan saling menghargai untuk menumbuhkan cinta diri dan sesama serta cinta tanah air, sekaligus mengembangkan penalaran kritis, komunikasi, dan kolaborasi.
Murid mampu mengevaluasi nilai kehidupan masyarakat Yatsrib sebelum hijrah Nabi Muhammad saw. serta merumuskan sikap untuk membangun kehidupan yang rukun, damai, adil, dan saling menghargai melalui poster, peta konsep, infografis, cerita, bermain peran, atau proyek kerukunan untuk menumbuhkan cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, cinta diri dan sesama, cinta lingkungan, serta cinta tanah air, sekaligus mengembangkan kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan kemandirian.
D INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
- Mengidentifikasi letak dan kondisi geografis Yatsrib berdasarkan peta atau sumber pembelajaran.
- Mengidentifikasi suku Aus, Khazraj, komunitas Yahudi, kehidupan sosial, dan kepercayaan masyarakat Yatsrib sebelum hijrah Nabi Muhammad saw.
- Menjelaskan kondisi masyarakat Yatsrib dan menghubungkannya dengan keragaman suku, agama, dan kepentingan sosial.
- Menganalisis faktor penyebab perselisihan dan ketegangan antarkelompok masyarakat Yatsrib.
- Menjelaskan kebutuhan masyarakat Yatsrib terhadap kehidupan yang damai, adil, rukun, dan saling menghargai.
- Menghasilkan karya atau aksi sederhana yang berisi gagasan untuk membangun kerukunan, perdamaian, keadilan, dan saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.
E IKLIM / BUDAYA MADRASAH
- Membiasakan salam, doa, bersyukur, dan mengingat Allah Swt. serta Rasulullah saw. sebelum pembelajaran.
- Membudayakan sikap saling menghargai perbedaan, mendengarkan pendapat teman, bekerja sama, berbicara santun, dan menyelesaikan perbedaan tanpa kekerasan.
- Menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, bebas dari perundungan, kolaboratif, menyenangkan, dan menghargai setiap murid.
F TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Murid menghubungkan kondisi masyarakat Yatsrib yang terdiri atas berbagai kelompok dengan kehidupan di madrasah dan lingkungan sekitar. Murid diajak menyadari bahwa perbedaan suku, kebiasaan, pendapat, dan kepentingan tidak harus menjadi penyebab pertengkaran.
Melalui pembelajaran ini, murid belajar membangun komunikasi yang santun, menghargai teman, menyelesaikan konflik secara damai, menjaga lingkungan bersama, dan mengutamakan persatuan.
G KERANGKA PEMBELAJARAN
🎯 Model Pembelajaran
Problem Based Learning (PBL), Cooperative Learning, Contextual Teaching and Learning (CTL), pembelajaran berbasis cerita, dan Project Based Learning (PjBL) sederhana.
🧘 Mindful Learning
Murid menyimak kisah masyarakat Yatsrib dengan penuh perhatian, melakukan jeda refleksi, menyadari pentingnya perdamaian, dan menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan mereka.
💡 Meaningful Learning
Murid menghubungkan kondisi sosial Yatsrib dengan pengalaman nyata dalam menghadapi perbedaan, perselisihan, kerja kelompok, persahabatan, dan kehidupan bermasyarakat.
😊 Joyful Learning
Pembelajaran dilakukan melalui pengamatan peta, kartu informasi, permainan kelompok, cerita, diskusi, bermain peran, poster, infografis, dan proyek kerukunan.
📚 Metode Pembelajaran
Membaca, mengamati, bercerita, tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, analisis sebab-akibat, presentasi, bermain peran, refleksi, penugasan, dan proyek sederhana.
🔄 Strategi Berdiferensiasi
Konten, proses, dan produk disesuaikan dengan kesiapan, minat, kebutuhan, serta profil belajar masing-masing murid.
Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi
Diferensiasi Konten: Murid memperoleh materi melalui teks sederhana, gambar, peta, kartu informasi, video, cerita guru, tabel, dan bahan bacaan sesuai tingkat kesiapan.
Diferensiasi Proses: Murid dapat belajar secara mandiri, berpasangan, atau kelompok kecil melalui membaca terbimbing, mengamati peta, diskusi, permainan kartu, bermain peran, dan peta konsep.
Diferensiasi Produk: Murid dapat memilih menghasilkan poster, peta konsep, infografis, cerita, bermain peran, presentasi, atau proyek kerukunan.
Kemitraan Pembelajaran
- Lingkungan Sekolah: guru, teman sebaya, perpustakaan, dan warga madrasah.
- Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: keluarga dan masyarakat sekitar sebagai sumber pengalaman tentang keberagaman dan kerukunan.
- Mitra Digital: website pembelajaran SKI, video edukasi, peta digital, perpustakaan digital, gambar, dan sumber belajar daring yang sesuai usia.
Lingkungan Belajar
- Ruang Fisik: kelas, perpustakaan, halaman madrasah, dan ruang kegiatan.
- Ruang Virtual: website media pembelajaran SKI MIN 2 Tegal.
- Budaya Belajar: santun, aman, aktif, kolaboratif, reflektif, kritis, inklusif, dan menyenangkan.
Pemanfaatan Digital
- Peta digital atau gambar peta wilayah Yatsrib.
- Video pembelajaran sejarah masyarakat Yatsrib.
- Infografis tentang Aus, Khazraj, dan komunitas Yahudi.
- Website pembelajaran SKI sebagai sumber belajar dan dokumentasi karya murid.
📘 PERTEMUAN 1 — 2 JP (70 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya serta Cinta Ilmu
KEGIATAN PENDAHULUAN
Salam dan Doa: Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa, bersyukur kepada Allah Swt., dan berselawat kepada Nabi Muhammad saw.
Apersepsi: Guru bertanya: “Apa nama kota yang dahulu dikenal sebagai Yatsrib?” dan “Apa yang kalian ketahui tentang hijrah Nabi Muhammad saw.?”
Motivasi: Guru menjelaskan bahwa sebelum Nabi Muhammad saw. hijrah, Yatsrib merupakan wilayah yang dihuni masyarakat dengan latar belakang yang beragam.
Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan bahwa murid akan mengidentifikasi kondisi geografis, kelompok masyarakat, kehidupan sosial, kepercayaan, dan permasalahan Yatsrib.
KEGIATAN INTI
Mengamati (Mindful): Murid mengamati peta sederhana wilayah Yatsrib dan gambar lingkungan oasis serta kehidupan masyarakatnya. Guru mengajak murid memperhatikan lokasi dan kondisi wilayah dengan tenang.
Mengeksplorasi (Meaningful): Murid membaca bahan ajar tentang kondisi geografis Yatsrib, suku Aus dan Khazraj, komunitas Yahudi, kehidupan sosial, kepercayaan, serta masalah perselisihan masyarakat.
Mengasosiasi: Murid mengisi tabel identifikasi dengan kategori: geografis, kelompok masyarakat, kehidupan sosial, kepercayaan, dan permasalahan.
Mengomunikasikan: Setiap kelompok menyampaikan minimal tiga informasi penting yang ditemukan dari sumber pembelajaran.
Proses: Murid dapat menggunakan teks bacaan, gambar, peta, kartu informasi, atau membaca terbimbing sesuai kebutuhan.
Produk: Tabel identifikasi kondisi masyarakat Yatsrib.
Guru menggunakan buku SKI, peta sejarah, bahan ajar madrasah, gambar, dan sumber sejarah yang sesuai dengan tingkat perkembangan murid.
KEGIATAN PENUTUP
Refleksi: “Apa hal yang paling menarik yang kamu temukan tentang masyarakat Yatsrib?”
Rangkuman: Guru dan murid menyimpulkan kondisi geografis, kelompok masyarakat, kehidupan sosial, kepercayaan, dan permasalahan Yatsrib.
Tindak Lanjut: Murid menceritakan kepada keluarga satu informasi baru tentang Yatsrib yang telah dipelajari.
Penutup: Doa dan salam.
📗 PERTEMUAN 2 — 2 JP (70 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta Ilmu serta Cinta Diri dan Sesama
KEGIATAN PENDAHULUAN
Salam dan Doa: Guru mengawali pembelajaran dengan salam, doa, dan selawat.
Apersepsi: Murid mengingat kembali kelompok masyarakat yang hidup di Yatsrib melalui permainan pertanyaan cepat.
Motivasi: Guru mengajak murid melihat bahwa perbedaan kelompok dalam suatu masyarakat dapat menjadi kekuatan apabila disikapi dengan saling menghargai.
KEGIATAN INTI
Mengamati (Joyful): Murid mengamati peta Yatsrib dan kartu informasi tentang Aus, Khazraj, dan komunitas Yahudi.
Menanya: Murid mengajukan pertanyaan: “Mengapa masyarakat Yatsrib terdiri atas kelompok yang berbeda?” dan “Bagaimana mereka dapat hidup berdampingan?”
Mengeksplorasi (Meaningful): Kelompok membaca sumber belajar dan mencatat ciri-ciri masing-masing kelompok masyarakat, hubungan sosial, kepercayaan, dan kepentingan sosial mereka.
Mengasosiasi: Murid membuat diagram hubungan antara keragaman suku, agama, kehidupan sosial, dan kepentingan masyarakat Yatsrib.
Mengomunikasikan: Setiap kelompok mempresentasikan diagram dan menjelaskan bahwa keberagaman membutuhkan komunikasi dan sikap saling menghargai.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
- Proses: murid dapat menggunakan peta, kartu, tabel, teks bacaan, atau bimbingan guru.
- Produk: diagram keragaman, peta konsep, tabel perbandingan, atau presentasi sederhana.
KEGIATAN PENUTUP
Refleksi: “Apa yang harus kita lakukan ketika memiliki teman yang berbeda kebiasaan atau pendapat?”
Rangkuman: Yatsrib merupakan masyarakat yang beragam. Keragaman tersebut membutuhkan komunikasi, kerja sama, dan saling menghargai.
Tindak Lanjut: Murid mengamati satu bentuk keberagaman di lingkungan madrasah dan menuliskan cara menghargainya.
Penutup: Doa dan salam.
📙 PERTEMUAN 3 — 2 JP (70 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta Diri dan Sesama serta Cinta Tanah Air
KEGIATAN PENDAHULUAN
Salam dan Doa: Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan selawat.
Apersepsi: Guru mengajak murid mengingat keragaman masyarakat Yatsrib pada pertemuan sebelumnya.
Motivasi: Guru menyampaikan bahwa perbedaan dapat menimbulkan masalah apabila tidak disertai komunikasi, keadilan, dan sikap saling menghargai.
KEGIATAN INTI
Bercerita (Joyful): Guru menceritakan secara sederhana tentang ketegangan dan perselisihan yang pernah terjadi antara kelompok masyarakat Yatsrib, termasuk konflik antara Aus dan Khazraj.
Mengeksplorasi: Murid bekerja dalam kelompok membaca kasus sederhana tentang perselisihan antarkelompok. Murid menemukan penyebab, pihak yang terlibat, akibat, dan kebutuhan penyelesaian.
Mengasosiasi (Meaningful):
Murid membuat tabel sebab-akibat:
Perbedaan/kepentingan →
Perselisihan →
Dampak →
Kebutuhan akan perdamaian
Murid menjawab pertanyaan pemantik: “Apa yang terjadi jika masyarakat terus bertengkar?” dan “Mengapa masyarakat membutuhkan kehidupan yang damai dan adil?”
Mengomunikasikan: Kelompok menyampaikan hasil analisis dan solusi yang mereka usulkan.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
- Proses: pertanyaan pemantik diberikan secara bertahap sesuai kesiapan murid.
- Produk: tabel sebab-akibat, peta konsep, cerita analitis, atau presentasi.
🤝 LATIHAN PENYELESAIAN KONFLIK
Murid diminta mengusulkan tiga sikap yang dapat dilakukan ketika terjadi perbedaan pendapat di kelas:
- Mendengarkan pendapat orang lain.
- Berbicara dengan santun.
- Mencari kesepakatan secara adil.
KEGIATAN PENUTUP
Refleksi: “Mengapa perselisihan yang tidak diselesaikan dapat merugikan banyak orang?”
Rangkuman: Perselisihan antarkelompok dapat dipengaruhi oleh perbedaan kepentingan dan hubungan sosial. Karena itu diperlukan perdamaian, keadilan, komunikasi, dan saling menghargai.
Tindak Lanjut: Murid mencatat satu cara menyelesaikan perselisihan secara damai.
Penutup: Doa dan salam.
📕 PERTEMUAN 4 — 2 JP (70 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, Cinta Diri dan Sesama, Cinta Lingkungan, serta Cinta Tanah Air
KEGIATAN PENDAHULUAN
Salam dan Doa: Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan selawat.
Apersepsi: Murid mengingat kembali faktor perselisihan dan kebutuhan masyarakat Yatsrib terhadap perdamaian.
Motivasi: Guru menjelaskan bahwa mempelajari sejarah bukan hanya untuk mengetahui masa lalu, tetapi juga mengambil ibrah untuk memperbaiki kehidupan masa kini.
Penyampaian Tujuan: Murid akan mengevaluasi nilai kehidupan masyarakat Yatsrib dan membuat karya atau aksi nyata tentang kerukunan.
KEGIATAN INTI
Mendengarkan (Mindful): Murid menyimak cerita reflektif tentang masyarakat Yatsrib sebelum hijrah dan pentingnya kehidupan yang damai.
Mengeksplorasi: Murid mengevaluasi nilai yang dapat diambil dari kondisi masyarakat Yatsrib, seperti persatuan, perdamaian, keadilan, toleransi, kerja sama, dan saling menghargai.
Mengasosiasi (Meaningful): Murid menghubungkan nilai tersebut dengan situasi di rumah, kelas, madrasah, lingkungan masyarakat, dan kehidupan berbangsa.
Mengomunikasikan (Joyful): Murid memilih salah satu bentuk karya:
- Poster “Madrasahku Rukun dan Damai”.
- Peta konsep “Masyarakat Yatsrib”.
- Infografis “Belajar dari Yatsrib”.
- Cerita pendek tentang hidup rukun.
- Bermain peran penyelesaian perselisihan.
- Proyek sederhana “Gerakan Kerukunan Kelas”.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
- Proses: murid dapat bekerja mandiri, berpasangan, atau dalam kelompok sesuai kebutuhan.
- Produk: poster, peta konsep, infografis, cerita, bermain peran, presentasi, atau proyek kerukunan.
❤️ AKSI NYATA “KELASKU RUKUN”
Setiap kelompok membuat komitmen kerukunan yang dapat diterapkan di kelas.
- Aku akan menghargai pendapat teman.
- Aku akan berbicara dengan santun.
- Aku tidak akan mengejek perbedaan.
- Aku akan membantu teman.
- Aku akan menyelesaikan masalah dengan damai.
- Aku akan menjaga kebersihan lingkungan bersama.
- Aku akan menjaga persatuan dan kerukunan.
KEGIATAN PENUTUP
Refleksi: “Apa pelajaran paling penting dari masyarakat Yatsrib yang dapat kita terapkan di madrasah?”
Rangkuman: Kondisi masyarakat Yatsrib memberikan pelajaran bahwa kehidupan yang beragam membutuhkan persatuan, keadilan, komunikasi, kerja sama, perdamaian, dan sikap saling menghargai.
Tindak Lanjut: Murid melaksanakan komitmen kerukunan yang telah dibuat dan mengamati perubahan positif yang terjadi.
Penutup: Doa, selawat, dan salam.
I ASESMEN PEMBELAJARAN
🩺 ASESMEN DIAGNOSTIK
- Tanya jawab tentang hijrah Nabi Muhammad saw.
- Menanyakan pengetahuan awal murid tentang Yatsrib/Madinah.
- Mengidentifikasi pengetahuan awal tentang Aus dan Khazraj.
- Menanyakan pemahaman murid tentang keberagaman dan hidup rukun.
📝 ASESMEN FORMATIF
Observasi:
- Keaktifan mengikuti pembelajaran.
- Kemampuan mendengarkan.
- Kemampuan menghargai pendapat.
- Kerja sama.
- Komunikasi.
- Penalaran kritis.
Penilaian Kinerja:
Kemampuan mengamati peta, membaca sumber, mengidentifikasi informasi, menjelaskan, menganalisis, berdiskusi, mempresentasikan, dan menghasilkan karya.
Penugasan:
Tabel identifikasi, diagram keragaman, tabel sebab-akibat, peta konsep, dan proyek kerukunan.
🎯 ASESMEN SUMATIF
Tes Tulis:
Murid menjawab pertanyaan tentang kondisi geografis Yatsrib, kelompok masyarakat, Aus, Khazraj, komunitas Yahudi, kehidupan sosial, kepercayaan, perselisihan, serta kebutuhan terhadap perdamaian.
Projek Sederhana:
Murid menghasilkan poster, peta konsep, infografis, cerita, bermain peran, atau proyek kerukunan yang menunjukkan pemahaman terhadap nilai kehidupan masyarakat Yatsrib.
📊 RUBRIK PENILAIAN PROJEK
| Aspek | 4 — Sangat Baik | 3 — Baik | 2 — Cukup | 1 — Perlu Bimbingan |
|---|---|---|---|---|
| Pemahaman Materi | Memahami kondisi masyarakat Yatsrib secara sangat tepat dan lengkap. | Memahami sebagian besar materi dengan tepat. | Memahami sebagian materi tetapi masih memerlukan bantuan. | Belum memahami materi dengan baik. |
| Penalaran Kritis | Mampu menganalisis faktor perselisihan dan kebutuhan perdamaian dengan alasan yang jelas. | Mampu menjelaskan hubungan sebab-akibat dengan cukup tepat. | Analisis masih sederhana. | Belum mampu menganalisis sebab-akibat. |
| Nilai Kerukunan | Mampu merumuskan sikap rukun, damai, adil, dan saling menghargai secara sangat jelas dan relevan. | Mampu merumuskan sebagian besar sikap yang sesuai. | Sikap yang dirumuskan masih terbatas. | Belum mampu merumuskan sikap yang sesuai. |
| Kreativitas | Karya sangat kreatif, menarik, informatif, dan komunikatif. | Karya menarik dan cukup kreatif. | Karya sederhana. | Karya belum selesai atau belum sesuai. |
| Komunikasi | Menyampaikan gagasan dengan jelas, santun, percaya diri, dan runtut. | Menyampaikan gagasan dengan cukup jelas. | Masih memerlukan bantuan dalam menyampaikan gagasan. | Belum mampu menjelaskan karya. |
| Kolaborasi | Sangat aktif bekerja sama, menghargai anggota kelompok, dan berbagi tugas secara adil. | Bekerja sama dengan baik. | Kadang terlibat dalam kelompok. | Belum menunjukkan kerja sama. |
🔄 TINDAK LANJUT
🌱 Remedial
Murid yang belum mencapai tujuan pembelajaran memperoleh pendampingan melalui peta sederhana, gambar kelompok masyarakat, kartu informasi, bacaan pendek, membaca terbimbing, dan pertanyaan bertahap.
🚀 Pengayaan
Murid yang telah mencapai tujuan pembelajaran dapat mencari informasi tambahan tentang Yatsrib sebelum hijrah, membuat infografis, atau menjadi teman pendamping bagi murid lain.
❤️ Aksi Nyata
Murid melaksanakan “Jurnal Kerukunan” selama satu minggu dengan mencatat perilaku menghargai teman, membantu sesama, menyelesaikan perbedaan secara damai, dan menjaga lingkungan.
🪞 REFLEKSI MURID
- Apa hal baru yang kamu pelajari tentang Yatsrib?
- Siapa saja kelompok masyarakat yang hidup di Yatsrib sebelum hijrah Nabi Muhammad saw.?
- Mengapa masyarakat Yatsrib pernah mengalami perselisihan?
- Mengapa masyarakat membutuhkan kehidupan yang damai dan adil?
- Bagaimana cara menghargai teman yang berbeda dengan kita?
- Apa sikap yang akan kamu lakukan jika terjadi perselisihan di kelas?
- Bagaimana cara menunjukkan cinta kepada sesama dan cinta tanah air?
- Bagaimana cara menjaga lingkungan agar tetap nyaman untuk semua?
“Saya akan berusaha hidup rukun, menghargai perbedaan, berbicara dengan santun, membantu teman, menyelesaikan masalah dengan damai, menjaga lingkungan, dan menjaga persatuan.”
PENGESAHAN
Pecabean, Juli 2026
Mengetahui,
Kepala Madrasah
Amirudin, S.Pd.I.
NIP. 198006182005011005
Guru Mata Pelajaran
Budi Santoso, S.Pd.I., M.Pd.
NIP. 197712022005011003