MODUL AJAR SKI • DEEP LEARNING • KBC
MIN 2 Tegal • Kelas IV • Tahun Pelajaran 2026/2027

MODUL AJAR
DEEP LEARNING & KURIKULUM BERBASIS CINTA (KBC)

BAB 4 : HIJRAH NABI MUHAMMAD SAW. KE THAIF

📚 SKI 👦 Kelas IV / Fase B ⏱️ 8 JP 📖 4 Pertemuan 📅 2026/2027 ❤️ Kurikulum Berbasis Cinta

A IDENTITAS MODUL

Nama Madrasah MIN 2 Tegal
Nama Penyusun Budi Santoso, S.Pd.I., M.Pd.
Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)
Kelas / Fase / Semester IV / B / Genap
Bab Hijrah Nabi Muhammad saw. ke Thaif
Alokasi Waktu 8 JP (4 kali pertemuan)
Tahun Pelajaran 2026 / 2027

B IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK

📖 Pengetahuan Awal

Murid telah mengenal Nabi Muhammad saw. sebagai nabi dan rasul Allah Swt., mengetahui secara sederhana tentang dakwah Rasulullah saw. di Makkah, serta mengenal beberapa bentuk ujian dan tantangan yang dihadapi Rasulullah saw. dalam menyampaikan ajaran Islam.

❤️ Minat

Murid umumnya tertarik pada kisah perjalanan Nabi Muhammad saw., cerita sejarah, gambar, peta perjalanan, video pembelajaran, permainan edukatif, diskusi kelompok, bermain peran, komik, poster, dan kegiatan membuat karya kreatif.

👨‍👩‍👧 Latar Belakang

Murid memiliki pengalaman keluarga dan lingkungan sosial yang beragam. Sebagian murid telah mendengar kisah Nabi Muhammad saw. ke Thaif dari orang tua, guru mengaji, buku, maupun media digital. Pembelajaran diarahkan agar murid mampu menghubungkan kisah Thaif dengan pengalaman menghadapi penolakan, kegagalan, perbedaan pendapat, dan perlakuan kurang menyenangkan.

🎯 Kebutuhan Belajar

Visual: peta perjalanan Makkah–Thaif, gambar peristiwa Thaif, kartu tokoh, infografis, komik, dan peta konsep.

Auditori: cerita guru, membaca nyaring, menyimak kisah, video pembelajaran, dan diskusi.

Kinestetik: menyusun kartu peristiwa, bermain peran, membuat poster/komik, simulasi perjalanan, dan kegiatan aksi nyata.

C TEMA KURIKULUM BERBASIS CINTA

❤️ Topik Panca Cinta

  • Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya melalui keteladanan Nabi Muhammad saw. dalam berdakwah.
  • Cinta diri dan sesama melalui sikap sabar, pemaaf, penyayang, dan tidak membalas keburukan dengan keburukan.
  • Cinta ilmu melalui kegiatan membaca, menyimak, mencari informasi, berdiskusi, dan mengkaji sumber sejarah.
  • Cinta lingkungan melalui kepedulian terhadap tempat tinggal dan lingkungan sekitar.
  • Cinta tanah air melalui sikap hidup damai, menghargai perbedaan, menjaga persaudaraan, dan berbuat baik kepada masyarakat.

📚 Materi Insersi

Kesabaran, keteguhan pendirian, keberanian, keikhlasan, pantang menyerah, kasih sayang, pemaaf, mendoakan kebaikan, mengendalikan emosi, menghargai perbedaan, menyelesaikan masalah dengan cara damai, komunikasi santun, kerja sama, kepedulian, dan tanggung jawab.

D KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN

📘 Pengetahuan Konseptual

Murid memahami latar belakang Nabi Muhammad saw. pergi ke Thaif, tujuan perjalanan, tokoh-tokoh yang terkait, perjalanan menuju Thaif, peristiwa penting selama di Thaif, respons penduduk Thaif terhadap dakwah, serta sikap Nabi Muhammad saw. setelah mendapatkan penolakan dan perlakuan buruk.

🛠️ Pengetahuan Prosedural

Murid mampu membaca dan menyimak sumber sejarah, mengidentifikasi informasi penting, menyusun urutan peristiwa, menganalisis sikap tokoh, berdiskusi, menyampaikan pendapat, bekerja sama, membuat kesimpulan, dan menghasilkan karya kreatif.

🌱 Relevansi dengan Kehidupan Nyata

Murid menghubungkan keteladanan Nabi Muhammad saw. di Thaif dengan pengalaman menghadapi kegagalan, ditolak teman, berbeda pendapat, mendapat perlakuan kurang menyenangkan, menghadapi masalah, meminta maaf, memaafkan, dan tetap berbuat baik kepada orang lain.

📊 Tingkat Kesulitan

Sedang. Materi disajikan secara bertahap melalui cerita, gambar, peta perjalanan, kartu peristiwa, video, diskusi, analisis kasus sederhana, bermain peran, dan proyek karya kreatif sesuai perkembangan murid kelas IV.

🧩 Struktur Materi

  1. Latar belakang perjalanan Nabi Muhammad saw. ke Thaif.
  2. Tujuan Nabi Muhammad saw. pergi ke Thaif.
  3. Perjalanan Nabi Muhammad saw. menuju Thaif.
  4. Tokoh yang menyertai perjalanan.
  5. Dakwah Nabi Muhammad saw. di Thaif.
  6. Respons dan penolakan penduduk Thaif.
  7. Perlakuan buruk terhadap Nabi Muhammad saw.
  8. Doa Nabi Muhammad saw. setelah peristiwa Thaif.
  9. Keteguhan dan kasih sayang Nabi Muhammad saw.
  10. Ibrah dan keteladanan dari peristiwa Thaif.

✨ Integrasi Nilai dan Karakter

Keimanan dan ketakwaan, cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, sabar, teguh pendirian, berani, ikhlas, pemaaf, penyayang, pantang menyerah, rendah hati, mampu mengendalikan emosi, menghargai perbedaan, peduli sesama, komunikasi santun, kerja sama, mandiri, kreatif, cinta lingkungan, dan cinta tanah air.

E DIMENSI PROFIL LULUSAN

🤲 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia Meneladani kesabaran, keteguhan, keikhlasan, kasih sayang, dan pemaafnya Nabi Muhammad saw. sebagai wujud kecintaan kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya.
🇮🇩 Kewargaan Menunjukkan sikap hidup damai, menghargai perbedaan, menjaga persaudaraan, menaati aturan, dan berbuat baik kepada masyarakat serta lingkungan.
🧠 Penalaran Kritis Menganalisis sebab penolakan penduduk Thaif, sikap Nabi Muhammad saw. dalam menghadapi perlakuan buruk, serta menentukan cara yang tepat menghadapi masalah dan perbedaan pendapat.
🎨 Kreativitas Menghasilkan poster, komik, cerita, peta konsep, jurnal reflektif, bermain peran, atau karya kreatif tentang keteladanan Nabi Muhammad saw.
🤝 Kolaborasi Bekerja sama dalam kelompok untuk membaca, menyimak, berdiskusi, menyelesaikan masalah, membuat karya, dan memberikan apresiasi kepada teman.
💪 Kemandirian Mampu mengelola tugas pribadi, menyelesaikan karya, melakukan refleksi, serta merancang aksi nyata berdasarkan keteladanan Nabi Muhammad saw.
❤️ Kesehatan Mampu mengelola emosi, menjaga ketenangan ketika menghadapi masalah, serta membangun kebiasaan hidup bersih, tertib, dan seimbang.
💬 Komunikasi Mampu menyampaikan pendapat, hasil diskusi, cerita, presentasi, dan pesan kebaikan dengan bahasa yang santun, jelas, percaya diri, dan bertanggung jawab.

DESAIN PEMBELAJARAN

A. Capaian Pembelajaran (CP)

Murid mampu mengenal, memahami, dan menganalisis peristiwa penting dalam sejarah kehidupan Nabi Muhammad saw. serta mengambil ibrah dari perjuangan dan keteladanan beliau untuk menumbuhkan keimanan, ketakwaan, kecintaan kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, serta menerapkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

B. Lintas Disiplin Ilmu

C TUJUAN PEMBELAJARAN

PERTEMUAN 1 — MENGIDENTIFIKASI (C1)

Murid mampu mengidentifikasi latar belakang, tujuan, perjalanan, peristiwa penting, dan respons penduduk Thaif terhadap dakwah Nabi Muhammad saw. berdasarkan kisah sejarah untuk menumbuhkan cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya serta cinta ilmu, sekaligus mengembangkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.

PERTEMUAN 2 — MENJELASKAN DAN MENGHUBUNGKAN (C2)

Murid mampu menjelaskan perjalanan Nabi Muhammad saw. ke Thaif serta menghubungkannya dengan kesabaran, keteguhan, keberanian, keikhlasan, pantang menyerah, dan tetap berbuat baik melalui kegiatan membaca, menyimak, berdiskusi, dan bekerja sama untuk menumbuhkan cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, cinta diri dan sesama, serta cinta ilmu, sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi.

PERTEMUAN 3 — MENGANALISIS (C4)

Murid mampu menganalisis sikap Nabi Muhammad saw. ketika menghadapi penolakan dan perlakuan buruk masyarakat Thaif serta menghubungkannya dengan cara menghadapi masalah, kegagalan, perbedaan pendapat, dan perlakuan yang kurang menyenangkan untuk menumbuhkan cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya serta cinta diri dan sesama, sekaligus mengembangkan penalaran kritis, komunikasi, dan kolaborasi.

PERTEMUAN 4 — MENGEVALUASI DAN MERANCANG AKSI (C5–C6)

Murid mampu mengevaluasi keteladanan Nabi Muhammad saw. dalam menghadapi peristiwa Thaif serta merancang aksi nyata berupa sikap sabar, pemaaf, penyayang, teguh pendirian, pantang menyerah, dan mendoakan kebaikan bagi orang lain melalui poster, komik, cerita, bermain peran, jurnal, atau karya kreatif untuk menumbuhkan cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, cinta diri dan sesama, cinta ilmu, cinta lingkungan, serta cinta tanah air, sekaligus mengembangkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt., penalaran kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan kemandirian.

D INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menyebutkan latar belakang dan tujuan Nabi Muhammad saw. pergi ke Thaif.
  2. Mengidentifikasi perjalanan dan peristiwa penting Nabi Muhammad saw. di Thaif.
  3. Menjelaskan respons penduduk Thaif terhadap dakwah Nabi Muhammad saw.
  4. Menjelaskan sikap sabar, teguh, berani, ikhlas, dan pantang menyerah Nabi Muhammad saw.
  5. Menganalisis cara Nabi Muhammad saw. menghadapi penolakan, perlakuan buruk, kegagalan, dan perbedaan pendapat.
  6. Menghubungkan keteladanan Nabi Muhammad saw. dengan masalah yang dialami murid dalam kehidupan sehari-hari.
  7. Mengevaluasi perilaku yang sesuai dengan keteladanan Nabi Muhammad saw. ketika menghadapi masalah.
  8. Menghasilkan karya atau aksi nyata yang menunjukkan sikap sabar, pemaaf, penyayang, teguh pendirian, pantang menyerah, dan mendoakan kebaikan bagi orang lain.

E IKLIM / BUDAYA MADRASAH

F TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

“Bagaimana kita dapat meneladani Nabi Muhammad saw. ketika menghadapi penolakan, kegagalan, perbedaan pendapat, dan perlakuan yang kurang menyenangkan?”

Murid menghubungkan peristiwa Thaif dengan pengalaman sehari-hari, misalnya ketika tidak diterima dalam kelompok, pendapatnya tidak disetujui, mengalami kegagalan, diejek, mendapat perlakuan kurang menyenangkan, atau menghadapi konflik dengan teman.

Murid diarahkan untuk menemukan solusi berdasarkan keteladanan Nabi Muhammad saw., yaitu tetap sabar, tidak membalas keburukan, tetap berbuat baik, memaafkan, mendoakan kebaikan, dan tidak mudah menyerah.

G KERANGKA PEMBELAJARAN

🎯 Model Pembelajaran

Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning (PjBL), Cooperative Learning, Contextual Teaching and Learning (CTL), dan pembelajaran berbasis cerita.

🧘 Mindful Learning

Murid menyimak kisah Thaif dengan penuh perhatian, mengelola emosi, melakukan jeda refleksi, dan menyadari nilai kesabaran serta keteguhan Nabi Muhammad saw.

💡 Meaningful Learning

Murid menghubungkan peristiwa Thaif dengan pengalaman nyata ketika menghadapi penolakan, kegagalan, konflik, perbedaan pendapat, dan perlakuan kurang menyenangkan.

😊 Joyful Learning

Pembelajaran dilakukan melalui cerita, gambar, peta perjalanan, kartu peristiwa, permainan edukatif, diskusi, bermain peran, poster, komik, jurnal, dan presentasi.

📚 Metode Pembelajaran

Cerita, membaca, menyimak, tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, bermain peran, studi kasus, presentasi, refleksi, penugasan, dan proyek sederhana.

🔄 Strategi Berdiferensiasi

Konten, proses, dan produk disesuaikan dengan kesiapan, minat, kebutuhan, serta profil belajar murid.

Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi

Diferensiasi Konten: Murid memperoleh materi melalui teks sederhana, cerita, gambar, peta perjalanan, kartu peristiwa, video, komik, dan sumber bacaan sesuai tingkat kesiapan.

Diferensiasi Proses: Murid dapat belajar secara mandiri, berpasangan, kelompok kecil, melalui membaca terbimbing, menyimak cerita, diskusi, analisis kasus, menyusun kartu, atau bermain peran.

Diferensiasi Produk: Murid dapat memilih menghasilkan poster, komik, cerita, jurnal refleksi, peta konsep, bermain peran, presentasi, atau karya kreatif lainnya.

Kemitraan Pembelajaran

Lingkungan Belajar

Pemanfaatan Digital

📘 PERTEMUAN 1 — 2 JP (70 MENIT)

Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya serta Cinta Ilmu

10 MENIT

KEGIATAN PENDAHULUAN

Salam dan Doa: Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa, berselawat kepada Nabi Muhammad saw., dan mengondisikan kelas.

Apersepsi: Guru bertanya: “Siapa yang pernah mendengar kisah Nabi Muhammad saw. ke Thaif?” dan “Mengapa Rasulullah saw. pergi ke Thaif?”

Motivasi: Guru menyampaikan bahwa kisah Thaif mengajarkan kepada kita tentang perjuangan Rasulullah saw. dalam menyampaikan kebenaran meskipun menghadapi penolakan.

Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan bahwa murid akan mengidentifikasi latar belakang, tujuan, perjalanan, peristiwa penting, dan respons penduduk Thaif.

50 MENIT

KEGIATAN INTI

Mengamati (Mindful): Murid mengamati peta perjalanan Makkah menuju Thaif serta menyimak cerita guru atau video pendek tentang perjalanan Nabi Muhammad saw. ke Thaif.

Mengeksplorasi (Meaningful): Murid membaca bahan ajar mengenai latar belakang, tujuan perjalanan, tokoh yang menyertai, perjalanan, dakwah di Thaif, dan respons penduduk Thaif.

Mengasosiasi: Murid menyusun kartu peristiwa secara berurutan, kemudian mengisi tabel: “Apa yang terjadi? Siapa yang terlibat? Bagaimana respons penduduk Thaif?”

Mengomunikasikan: Kelompok menyampaikan hasil identifikasi di depan kelas.

Proses: Murid dapat membaca secara mandiri, membaca terbimbing, menyimak cerita, atau menggunakan kartu gambar dan peta.

Produk: Tabel identifikasi dan urutan peristiwa perjalanan Nabi Muhammad saw. ke Thaif.

10 MENIT

KEGIATAN PENUTUP

Refleksi: “Apa yang kamu rasakan setelah mengetahui perjuangan Nabi Muhammad saw. di Thaif?”

Rangkuman: Guru dan murid menyimpulkan latar belakang, tujuan, perjalanan, peristiwa penting, dan respons penduduk Thaif.

Tindak Lanjut: Murid menceritakan kepada keluarga satu peristiwa penting dari perjalanan Nabi Muhammad saw. ke Thaif.

Penutup: Doa, selawat, dan salam.

📗 PERTEMUAN 2 — 2 JP (70 MENIT)

Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, Cinta Diri dan Sesama, serta Cinta Ilmu

10 MENIT

KEGIATAN PENDAHULUAN

Salam dan Doa: Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan selawat.

Apersepsi: Murid mengingat kembali urutan perjalanan Nabi Muhammad saw. ke Thaif menggunakan kartu peristiwa.

Motivasi: Guru bertanya: “Bagaimana perasaan Nabi Muhammad saw. ketika menghadapi penolakan? Apakah beliau berhenti berjuang?”

50 MENIT

KEGIATAN INTI

Mengamati (Joyful): Murid mengamati gambar atau ilustrasi perjalanan Nabi Muhammad saw. dan kartu yang memuat sikap sabar, berani, ikhlas, teguh pendirian, dan pantang menyerah.

Menanya: Murid mengajukan pertanyaan tentang bagaimana Nabi Muhammad saw. tetap berdakwah meskipun mengalami penolakan.

Mengeksplorasi (Meaningful): Kelompok membaca bahan ajar dan menemukan contoh kesabaran, keteguhan, keberanian, keikhlasan, pantang menyerah, dan tetap berbuat baik.

Mengasosiasi: Murid memasangkan peristiwa Thaif dengan sikap keteladanan Nabi Muhammad saw.

Contoh:

  • Menghadapi penolakan → sabar
  • Tetap menyampaikan dakwah → teguh pendirian
  • Tidak membalas perlakuan buruk → menahan diri
  • Tetap mengharapkan kebaikan → penyayang

Mengomunikasikan: Setiap kelompok menjelaskan hasil diskusi dan memberikan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran Berdiferensiasi:

  • Proses: murid dapat menggunakan kartu, tabel, gambar, peta konsep, atau membaca sumber secara langsung.
  • Produk: tabel keteladanan, peta konsep, cerita singkat, atau presentasi.
10 MENIT

KEGIATAN PENUTUP

Refleksi: “Bagaimana kamu akan bersikap ketika pendapatmu tidak diterima teman?”

Rangkuman: Guru dan murid menyimpulkan bahwa Nabi Muhammad saw. menunjukkan kesabaran, keteguhan, keberanian, keikhlasan, dan pantang menyerah.

Tindak Lanjut: Murid memilih satu sikap Rasulullah saw. untuk dipraktikkan selama satu hari.

Penutup: Doa dan salam.

📙 PERTEMUAN 3 — 2 JP (70 MENIT)

Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya serta Cinta Diri dan Sesama

10 MENIT

KEGIATAN PENDAHULUAN

Salam dan Doa: Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan selawat.

Apersepsi: Guru mengajak murid mengingat kembali sikap Nabi Muhammad saw. ketika menghadapi penolakan masyarakat Thaif.

Motivasi: Guru menyampaikan bahwa setiap orang dapat mengalami masalah, kegagalan, penolakan, perbedaan pendapat, atau perlakuan yang kurang menyenangkan.

50 MENIT

KEGIATAN INTI

Bercerita (Joyful): Guru menceritakan kembali peristiwa Thaif dengan menekankan penolakan dan perlakuan buruk yang diterima Nabi Muhammad saw.

Mengeksplorasi: Murid bekerja dalam kelompok menganalisis beberapa kasus, misalnya:

  • Pendapat seorang murid tidak diterima kelompok.
  • Seorang murid mengalami kegagalan dalam lomba.
  • Seorang murid diejek oleh temannya.
  • Seorang murid tidak diajak bermain.
  • Terjadi perbedaan pendapat dalam kerja kelompok.

Mengasosiasi (Meaningful): Murid membandingkan respons tokoh dalam kasus dengan sikap Nabi Muhammad saw. ketika menghadapi Thaif.

Pertanyaan analisis:

  • Apa masalah yang terjadi?
  • Bagaimana perasaan orang yang mengalaminya?
  • Apa yang sebaiknya dilakukan?
  • Bagaimana Nabi Muhammad saw. memberikan teladan?
  • Apa akibat jika kita membalas keburukan dengan keburukan?

Mengomunikasikan: Kelompok mempresentasikan hasil analisis dan memberikan solusi berdasarkan keteladanan Nabi Muhammad saw.

Pembelajaran Berdiferensiasi:

  • Proses: guru memberikan kasus dengan tingkat kompleksitas berbeda sesuai kesiapan murid.
  • Produk: tabel analisis masalah, peta sebab-akibat, cerita solusi, atau presentasi.
10 MENIT

KEGIATAN PENUTUP

Refleksi: “Apakah membalas perlakuan buruk dengan keburukan merupakan sikap yang baik? Mengapa?”

Rangkuman: Guru menegaskan bahwa Nabi Muhammad saw. menghadapi penolakan dengan kesabaran, keteguhan, kasih sayang, dan tidak membalas keburukan.

Tindak Lanjut: Murid menuliskan satu masalah yang pernah dialami dan cara memperbaikinya berdasarkan keteladanan Nabi Muhammad saw.

Penutup: Doa dan salam.

📕 PERTEMUAN 4 — 2 JP (70 MENIT)

Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, Cinta Diri dan Sesama, Cinta Ilmu, Cinta Lingkungan, serta Cinta Tanah Air

10 MENIT

KEGIATAN PENDAHULUAN

Salam dan Doa: Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan selawat.

Apersepsi: Murid mengingat kembali latar belakang, peristiwa Thaif, respons penduduk, dan keteladanan Nabi Muhammad saw.

Motivasi: Guru menjelaskan bahwa memahami kisah Thaif tidak cukup hanya dengan mengetahui sejarahnya, tetapi harus diwujudkan melalui sikap nyata.

50 MENIT

KEGIATAN INTI

Mendengarkan (Mindful): Murid menyimak kisah atau narasi reflektif tentang keteguhan dan kasih sayang Nabi Muhammad saw. setelah peristiwa Thaif.

Mengeksplorasi: Murid memilih salah satu bentuk karya:

  • Poster “Aku Meneladani Nabi Muhammad saw.”
  • Komik singkat tentang peristiwa Thaif.
  • Cerita reflektif.
  • Jurnal keteladanan.
  • Peta konsep peristiwa Thaif.
  • Bermain peran.
  • Infografis keteladanan Nabi Muhammad saw.

Mengasosiasi (Meaningful): Murid menentukan aksi nyata yang dapat dilakukan di rumah, madrasah, dan lingkungan.

Contoh:

  • Bersabar ketika menghadapi masalah.
  • Tidak membalas ejekan dengan ejekan.
  • Memaafkan kesalahan teman.
  • Tetap berusaha ketika mengalami kegagalan.
  • Mendoakan kebaikan bagi orang lain.
  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Menghargai perbedaan.
  • Menjaga kerukunan dan persatuan.

Mengomunikasikan (Joyful): Murid mempresentasikan karya, membacakan cerita, menunjukkan poster, atau menampilkan bermain peran.

Teman memberikan apresiasi dan tanggapan dengan bahasa yang santun.

Pembelajaran Berdiferensiasi:

  • Proses: murid dapat bekerja mandiri, berpasangan, atau berkelompok sesuai kebutuhan.
  • Produk: poster, komik, cerita, jurnal, bermain peran, infografis, peta konsep, atau karya kreatif lainnya.

❤️ AKSI NYATAKU

Setiap murid membuat komitmen sederhana:

  • Aku akan bersabar ketika menghadapi masalah.
  • Aku akan berusaha tidak membalas keburukan.
  • Aku akan memaafkan kesalahan orang lain.
  • Aku akan tetap berusaha ketika mengalami kegagalan.
  • Aku akan menyayangi teman dan membantu sesama.
  • Aku akan mendoakan kebaikan bagi orang lain.
  • Aku akan menjaga kebersihan lingkungan.
  • Aku akan menjaga kerukunan dan persatuan.
10 MENIT

KEGIATAN PENUTUP

Refleksi: “Apa yang akan kamu lakukan ketika menghadapi penolakan atau kegagalan setelah belajar kisah Thaif?”

Rangkuman: Murid bersama guru menyimpulkan bahwa Nabi Muhammad saw. merupakan teladan dalam kesabaran, keteguhan, keberanian, keikhlasan, kasih sayang, pemaaf, dan pantang menyerah.

Tindak Lanjut: Murid melaksanakan aksi nyata yang telah dirancang dan mencatatnya dalam jurnal selama satu minggu.

Penutup: Doa, selawat, dan salam.

I ASESMEN PEMBELAJARAN

🩺 ASESMEN DIAGNOSTIK

  • Tanya jawab tentang Nabi Muhammad saw.
  • Mengidentifikasi pengetahuan awal murid tentang perjalanan Rasulullah saw. ke Thaif.
  • Pertanyaan tentang arti sabar, pemaaf, pantang menyerah, dan tetap berbuat baik.
  • Murid menyampaikan pengalaman ketika menghadapi penolakan atau kegagalan.

📝 ASESMEN FORMATIF

Observasi:

  • Keaktifan dalam pembelajaran.
  • Kesungguhan menyimak.
  • Kerja sama.
  • Kesantunan dalam berkomunikasi.
  • Kemampuan menghargai pendapat.
  • Kemampuan mengelola emosi.

Penilaian Kinerja:

Kemampuan membaca, menyimak, mengidentifikasi, menjelaskan, menganalisis, berdiskusi, memecahkan masalah, mempresentasikan, dan menghasilkan karya.

Penugasan:

Tabel peristiwa, kartu keteladanan, analisis kasus, jurnal refleksi, dan rancangan aksi nyata.

🎯 ASESMEN SUMATIF

Tes Tulis:

Murid menjawab pertanyaan mengenai latar belakang, tujuan, perjalanan, peristiwa penting, respons penduduk Thaif, sikap Nabi Muhammad saw., dan ibrah dari peristiwa Thaif.

Projek Sederhana:

Murid menghasilkan poster, komik, cerita, bermain peran, jurnal, peta konsep, infografis, atau karya kreatif yang menunjukkan pemahaman dan penerapan keteladanan Nabi Muhammad saw.

📊 RUBRIK PENILAIAN PROJEK

Aspek 4 — Sangat Baik 3 — Baik 2 — Cukup 1 — Perlu Bimbingan
Pemahaman Materi Memahami peristiwa Thaif secara lengkap, tepat, dan mampu menjelaskan hubungan antarperistiwa. Memahami sebagian besar materi dengan tepat. Memahami sebagian materi tetapi masih memerlukan bantuan. Belum memahami materi dengan baik.
Penalaran Kritis Mampu menganalisis penolakan Thaif, sikap Nabi Muhammad saw., dan memberikan alasan/solusi yang sangat jelas. Mampu menjelaskan hubungan masalah dengan keteladanan Rasul. Analisis masih sederhana dan memerlukan bantuan. Belum mampu menganalisis masalah.
Keteladanan Mampu menghubungkan sikap Nabi Muhammad saw. dengan kehidupan nyata secara sangat jelas. Mampu memberikan contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh penerapan masih terbatas. Belum mampu memberikan contoh penerapan.
Kreativitas Karya sangat kreatif, menarik, informatif, dan komunikatif. Karya menarik dan cukup kreatif. Karya sederhana. Karya belum selesai atau belum sesuai.
Komunikasi Menyampaikan gagasan dengan jelas, santun, percaya diri, dan sistematis. Menyampaikan gagasan dengan cukup jelas. Masih memerlukan bantuan dalam menyampaikan gagasan. Belum mampu menjelaskan karya.
Kolaborasi Sangat aktif bekerja sama, menghargai anggota kelompok, dan membantu teman. Bekerja sama dengan baik. Kadang terlibat dalam kelompok. Belum menunjukkan kerja sama.
Aksi Nyata Mampu merancang dan melaksanakan aksi nyata secara konsisten dan mandiri. Mampu merancang dan melaksanakan aksi nyata dengan cukup baik. Aksi nyata masih memerlukan bimbingan. Belum mampu melaksanakan aksi nyata.

🔄 TINDAK LANJUT

🌱 Remedial

Murid yang belum mencapai tujuan pembelajaran memperoleh pendampingan melalui cerita bergambar, peta perjalanan sederhana, kartu peristiwa, membaca terbimbing, video pendek, dan pertanyaan bertahap.

🚀 Pengayaan

Murid yang telah mencapai tujuan pembelajaran dapat mencari informasi tambahan tentang peristiwa Thaif dari sumber terpercaya, membuat karya tambahan, atau menjadi teman pendamping bagi murid lain.

❤️ Aksi Nyata

Murid melaksanakan jurnal aksi selama satu minggu dengan memilih perilaku sabar, pemaaf, penyayang, teguh pendirian, pantang menyerah, dan mendoakan kebaikan bagi orang lain.

🪞 REFLEKSI MURID

  1. Apa hal baru yang kamu pelajari tentang perjalanan Nabi Muhammad saw. ke Thaif?
  2. Mengapa Nabi Muhammad saw. pergi ke Thaif?
  3. Bagaimana respons penduduk Thaif terhadap dakwah Rasulullah saw.?
  4. Sikap apa yang ditunjukkan Nabi Muhammad saw. ketika menghadapi penolakan?
  5. Bagaimana cara kamu menghadapi kegagalan?
  6. Bagaimana sikapmu ketika pendapatmu berbeda dengan teman?
  7. Apa yang akan kamu lakukan jika mendapat perlakuan kurang menyenangkan?
  8. Bagaimana cara menunjukkan cinta kepada Nabi Muhammad saw.?
  9. Apa kebaikan yang akan kamu lakukan kepada teman?
  10. Apa aksi nyata yang akan kamu lakukan untuk lingkungan dan masyarakat?
Komitmenku:

“Setelah mempelajari peristiwa Thaif, saya akan berusaha menjadi anak yang sabar, teguh pendirian, tidak mudah menyerah, mau memaafkan, menyayangi sesama, dan tetap berbuat baik meskipun menghadapi kesulitan.”

PENGESAHAN

Pecabean, Juli 2026

Mengetahui,
Kepala Madrasah





Amirudin, S.Pd.I.
NIP. 198006182005011005


Guru Mata Pelajaran





Budi Santoso, S.Pd.I., M.Pd.
NIP. 197712022005011003