MODUL AJAR
DEEP LEARNING & KURIKULUM BERBASIS CINTA (KBC)
BAB 3 : HIJRAH KE HABASYAH
A IDENTITAS MODUL
B IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
📖 Pengetahuan Awal
Murid telah mengenal Nabi Muhammad saw. sebagai Rasul Allah Swt. dan mengetahui secara sederhana tentang kehidupan kaum Muslimin di Makkah pada masa awal dakwah Islam.
Murid diharapkan telah memiliki pengetahuan awal tentang tekanan dan perlakuan yang dialami sebagian sahabat Nabi Muhammad saw. karena mempertahankan keimanan.
❤️ Minat
Murid umumnya tertarik terhadap kisah sejarah Nabi Muhammad saw., perjalanan para sahabat, peta perjalanan, gambar tokoh, video, cerita, permainan kartu peristiwa, bermain peran, komik, poster, dan aktivitas kreatif.
👨👩👧 Latar Belakang
Murid memiliki pengalaman keluarga dan lingkungan sosial yang beragam. Pembelajaran menghubungkan peristiwa hijrah ke Habasyah dengan pengalaman murid ketika menghadapi kesulitan, menjaga keimanan, menghargai perbedaan, membantu teman, dan bekerja sama.
🎯 Kebutuhan Belajar
Visual: peta Jazirah Arab, peta perjalanan ke Habasyah, gambar tokoh, kartu peristiwa, infografis, komik, dan peta konsep.
Auditori: cerita guru, membaca nyaring, menyimak kisah hijrah, video pembelajaran, tanya jawab, dan diskusi.
Kinestetik: menyusun kartu kronologi, bermain peran, membuat peta perjalanan, poster, komik, dan simulasi sederhana.
C TEMA KURIKULUM BERBASIS CINTA
❤️ Topik Panca Cinta
- Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya.
- Cinta diri dan sesama.
- Cinta ilmu.
- Cinta lingkungan.
- Cinta tanah air.
📚 Materi Insersi
Keteguhan iman, kesabaran, keberanian, ikhtiar, tawakal, saling melindungi, persaudaraan, kepedulian, menghargai perbedaan, toleransi, keadilan, perlindungan terhadap orang yang membutuhkan, dan semangat mencari ilmu.
D KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
📘 Pengetahuan Konseptual
Murid memahami latar belakang hijrah kaum Muslimin ke Habasyah, pengertian hijrah, tujuan hijrah, tokoh-tokoh yang terlibat, peristiwa penting, proses perjalanan, Raja Najasyi, serta sikap yang ditunjukkan kaum Muslimin dan Raja Najasyi.
🛠️ Pengetahuan Prosedural
Murid mampu membaca dan menyimak sumber sejarah, menemukan informasi penting, mengurutkan peristiwa, mengidentifikasi tokoh, menjelaskan sebab dan proses hijrah, menganalisis sikap tokoh, berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan menghasilkan karya.
🌱 Relevansi Kehidupan Nyata
Murid menghubungkan keteguhan kaum Muslimin dengan sikap menghadapi kesulitan, berani mempertahankan kebenaran, bersabar, berikhtiar, saling melindungi, membantu orang lain, dan menghargai perbedaan dalam kehidupan sehari-hari.
📊 Tingkat Kesulitan
Sedang. Materi disajikan melalui cerita sejarah, gambar, peta, kartu peristiwa, video, diskusi, pertanyaan pemantik, analisis sederhana, bermain peran, dan proyek kreatif yang sesuai dengan perkembangan murid kelas IV.
🧩 Struktur Materi
- Latar belakang hijrah ke Habasyah.
- Tekanan kaum Quraisy terhadap kaum Muslimin.
- Pengertian dan tujuan hijrah ke Habasyah.
- Tokoh-tokoh kaum Muslimin yang berhijrah.
- Proses dan perjalanan hijrah ke Habasyah.
- Raja Najasyi dan Kerajaan Habasyah.
- Perlindungan Raja Najasyi kepada kaum Muslimin.
- Peristiwa Ja'far bin Abi Thalib dan dialog dengan Raja Najasyi.
- Keteguhan iman kaum Muslimin.
- Ibrah dan keteladanan hijrah ke Habasyah.
✨ Integrasi Nilai dan Karakter
Keimanan dan ketakwaan, kesabaran, keberanian, keteguhan, ikhtiar, tawakal, persaudaraan, kepedulian, toleransi, menghargai perbedaan, keadilan, tanggung jawab, komunikasi, kolaborasi, kemandirian, kreativitas, cinta ilmu, cinta lingkungan, dan cinta tanah air.
E DIMENSI PROFIL LULUSAN
DESAIN PEMBELAJARAN
A. Capaian Pembelajaran (CP)
Murid mampu mengenal, memahami, menganalisis, dan mengambil ibrah dari peristiwa penting dalam sejarah kehidupan Nabi Muhammad saw. dan para sahabat, termasuk peristiwa hijrah kaum Muslimin ke Habasyah, serta meneladani nilai keteguhan iman, kesabaran, keberanian, ikhtiar, persaudaraan, kepedulian, dan menghargai perbedaan dalam kehidupan sehari-hari.
B. Lintas Disiplin Ilmu
- Bahasa Indonesia: membaca sumber sejarah, menyimak cerita, menemukan informasi, berdiskusi, bercerita, menulis jurnal, dan mempresentasikan karya.
- Pendidikan Pancasila: menghargai perbedaan, hidup damai, gotong royong, kepedulian, keadilan, tanggung jawab, dan kewargaan.
- Al-Qur'an Hadis: menghubungkan keteguhan iman dan pertolongan Allah Swt. dengan nilai-nilai yang terdapat dalam Al-Qur'an dan hadis.
- IPAS/Geografi sederhana: mengenal letak Makkah, Habasyah, Laut Merah, dan memahami perjalanan berdasarkan peta.
- Seni dan Prakarya: membuat poster, komik, peta perjalanan, peta konsep, dan bermain peran.
C TUJUAN PEMBELAJARAN
Murid mampu mengidentifikasi latar belakang, tokoh, tujuan, dan peristiwa penting hijrah kaum Muslimin ke Habasyah serta sikap Raja Najasyi berdasarkan sumber sejarah untuk menumbuhkan cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya serta cinta ilmu, sekaligus mengembangkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.
Murid mampu menjelaskan sebab dan proses hijrah kaum Muslimin ke Habasyah serta menghubungkannya dengan kesabaran, keberanian, keteguhan iman, ikhtiar, saling melindungi, dan menghargai perbedaan melalui kegiatan membaca, menyimak, berdiskusi, dan bekerja sama untuk menumbuhkan cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, cinta diri dan sesama, serta cinta ilmu, sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi.
Murid mampu menganalisis alasan hijrah kaum Muslimin ke Habasyah, keteguhan iman mereka, serta sikap Raja Najasyi dalam memberikan perlindungan dan menghubungkannya dengan sikap menghadapi kesulitan, mempertahankan kebenaran, menghargai perbedaan, dan menolong sesama untuk menumbuhkan cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya serta cinta diri dan sesama, sekaligus mengembangkan penalaran kritis, komunikasi, dan kolaborasi.
Murid mampu mengevaluasi keteladanan dari peristiwa hijrah ke Habasyah serta merancang aksi nyata berupa keteguhan dalam kebaikan, kesabaran, keberanian mempertahankan kebenaran, saling melindungi, menghargai perbedaan, dan kepedulian melalui poster, komik, peta perjalanan, cerita, bermain peran, atau jurnal aksi untuk menumbuhkan cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, cinta diri dan sesama, cinta ilmu, cinta lingkungan, serta cinta tanah air, sekaligus mengembangkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt., kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan kemandirian.
D INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
- Mengidentifikasi latar belakang dan alasan kaum Muslimin melakukan hijrah ke Habasyah.
- Mengidentifikasi tokoh, tujuan, tempat, dan peristiwa penting dalam hijrah ke Habasyah serta menjelaskan sikap Raja Najasyi.
- Menjelaskan sebab dan proses hijrah serta mengurutkan peristiwa berdasarkan sumber sejarah.
- Menganalisis keteguhan iman kaum Muslimin dan sikap Raja Najasyi dalam memberikan perlindungan.
- Menghubungkan nilai kesabaran, keberanian, ikhtiar, perlindungan, toleransi, dan kepedulian dengan kehidupan sehari-hari.
- Mengevaluasi keteladanan hijrah ke Habasyah dan menghasilkan karya serta aksi nyata yang mencerminkan nilai tersebut.
E IKLIM / BUDAYA MADRASAH
- Membiasakan salam, doa, membaca basmalah, bersyukur, dan berselawat kepada Nabi Muhammad saw. sebelum pembelajaran.
- Membangun budaya sabar, jujur, berani menyampaikan kebenaran, saling membantu, menghargai perbedaan pendapat, dan menjaga persaudaraan.
- Menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, kolaboratif, bebas dari perundungan, serta mendorong murid saling melindungi dan peduli terhadap sesama.
F TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
“Jika kita berada dalam keadaan sulit, bagaimana kita dapat tetap teguh dalam kebaikan, berani mempertahankan kebenaran, menghargai perbedaan, dan menolong sesama seperti keteladanan dalam hijrah ke Habasyah?”
Murid menghubungkan peristiwa hijrah ke Habasyah dengan kehidupan sehari-hari, misalnya ketika menghadapi kesulitan belajar, perbedaan pendapat dengan teman, mengalami perlakuan yang kurang baik, membantu teman yang membutuhkan, menjaga persahabatan, serta berani mempertahankan kebenaran dengan cara yang santun.
G KERANGKA PEMBELAJARAN
🎯 Model Pembelajaran
Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning (PjBL), Cooperative Learning, Contextual Teaching and Learning (CTL), Inquiry sederhana, dan pembelajaran berbasis cerita sejarah.
🧘 Mindful Learning
Murid menyimak kisah hijrah dengan penuh perhatian, melakukan jeda refleksi, menyadari perjuangan kaum Muslimin, dan menghubungkan peristiwa sejarah dengan keimanan kepada Allah Swt.
💡 Meaningful Learning
Murid menghubungkan keteguhan kaum Muslimin dan sikap Raja Najasyi dengan pengalaman nyata dalam menghadapi kesulitan, menghargai perbedaan, melindungi, dan membantu sesama.
😊 Joyful Learning
Pembelajaran dilakukan melalui cerita, peta perjalanan, permainan kartu, diskusi, kuis, bermain peran, komik, poster, dan presentasi.
📚 Metode Pembelajaran
Membaca, menyimak, cerita, tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, mengurutkan kartu peristiwa, analisis sumber, bermain peran, presentasi, refleksi, penugasan, dan proyek.
🔄 Strategi Berdiferensiasi
Konten, proses, dan produk disesuaikan dengan kesiapan, minat, kebutuhan, serta profil belajar murid.
Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi
Diferensiasi Konten: Murid memperoleh materi melalui teks sederhana, cerita, gambar tokoh, peta perjalanan, kartu informasi, video, dan sumber bacaan sesuai tingkat kesiapan.
Diferensiasi Proses: Murid dapat belajar secara mandiri, berpasangan, atau kelompok melalui membaca terbimbing, menyimak cerita, diskusi, menyusun kartu kronologi, menganalisis sumber, dan bermain peran.
Diferensiasi Produk: Murid dapat memilih menghasilkan poster, komik, peta perjalanan, peta konsep, cerita, bermain peran, presentasi, atau jurnal aksi.
Kemitraan Pembelajaran
- Lingkungan Sekolah: guru, teman sebaya, perpustakaan, dan warga madrasah.
- Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: keluarga dan masyarakat sebagai sumber pengalaman penerapan nilai kesabaran, kepedulian, toleransi, dan saling melindungi.
- Mitra Digital: website media pembelajaran SKI MIN 2 Tegal, video pembelajaran, peta digital, perpustakaan digital, dan sumber belajar daring yang sesuai usia.
Lingkungan Belajar
- Ruang Fisik: kelas, perpustakaan, halaman madrasah, dan ruang kegiatan.
- Ruang Virtual: website media pembelajaran SKI MIN 2 Tegal.
- Budaya Belajar: santun, aman, aktif, kolaboratif, reflektif, kritis, toleran, dan menyenangkan.
Pemanfaatan Digital
- Video pembelajaran tentang hijrah kaum Muslimin ke Habasyah.
- Peta digital Makkah–Habasyah dan gambar peristiwa sejarah.
- Website pembelajaran SKI sebagai sumber belajar dan dokumentasi karya murid.
📘 PERTEMUAN 1 — 2 JP (70 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya serta Cinta Ilmu
KEGIATAN PENDAHULUAN
Salam dan Doa: Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa, berselawat, dan mengondisikan kelas.
Apersepsi: Guru bertanya: “Apa yang terjadi kepada kaum Muslimin di Makkah pada masa awal dakwah Nabi Muhammad saw.?” dan “Mengapa seseorang terkadang harus meninggalkan tempat tinggalnya?”
Motivasi: Guru menyampaikan bahwa hijrah ke Habasyah merupakan salah satu peristiwa penting yang menunjukkan keteguhan iman kaum Muslimin.
Penyampaian Tujuan: Murid akan mengidentifikasi latar belakang, tokoh, tujuan, peristiwa penting hijrah, dan sikap Raja Najasyi.
KEGIATAN INTI
Mengamati (Mindful): Murid mengamati peta Makkah dan Habasyah serta gambar ilustrasi perjalanan kaum Muslimin.
Mengeksplorasi (Meaningful): Murid membaca atau menyimak bahan ajar mengenai tekanan kaum Quraisy, alasan hijrah, tujuan Habasyah, tokoh yang berhijrah, dan Raja Najasyi.
Mengasosiasi: Murid mengisi tabel identifikasi: latar belakang, tokoh, tujuan, peristiwa penting, dan sikap Raja Najasyi.
Mengomunikasikan: Murid menyampaikan hasil identifikasi secara lisan atau tertulis.
Proses: Murid dapat membaca mandiri, membaca terbimbing, menyimak cerita guru, atau menggunakan kartu informasi dan gambar.
Produk: Tabel identifikasi unsur-unsur penting hijrah ke Habasyah.
KEGIATAN PENUTUP
Refleksi: “Apa yang kamu rasakan setelah mengetahui perjuangan kaum Muslimin mempertahankan keimanannya?”
Rangkuman: Guru dan murid menyimpulkan latar belakang, tokoh, tujuan, peristiwa penting, dan sikap Raja Najasyi.
Tindak Lanjut: Murid menceritakan kepada keluarga satu hal yang dipelajari tentang hijrah ke Habasyah.
Penutup: Doa dan salam.
📗 PERTEMUAN 2 — 2 JP (70 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, Cinta Diri dan Sesama, serta Cinta Ilmu
KEGIATAN PENDAHULUAN
Salam dan Doa: Guru mengawali pembelajaran dengan salam, doa, dan selawat.
Apersepsi: Murid mengingat kembali alasan dan tujuan hijrah ke Habasyah.
Motivasi: Guru mengajak murid memahami bahwa hijrah membutuhkan kesabaran, keberanian, ikhtiar, dan keteguhan iman.
KEGIATAN INTI
Mengamati (Joyful): Murid mengamati kartu kronologi perjalanan hijrah.
Menanya: Murid mengajukan pertanyaan tentang sebab, tujuan, dan proses perjalanan kaum Muslimin menuju Habasyah.
Mengeksplorasi (Meaningful): Kelompok membaca bahan ajar dan menyusun kartu peristiwa menjadi urutan yang benar.
Mengasosiasi: Murid menghubungkan setiap peristiwa dengan nilai kesabaran, keberanian, ikhtiar, keteguhan iman, saling melindungi, dan menghargai perbedaan.
Mengomunikasikan: Kelompok menjelaskan kronologi dan nilai yang ditemukan.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
- Proses: kartu gambar, kartu teks, peta, tabel kronologi, atau membaca sumber secara langsung.
- Produk: kronologi hijrah, peta perjalanan, tabel sebab-akibat, atau presentasi sederhana.
KEGIATAN PENUTUP
Refleksi: “Ketika menghadapi kesulitan, sikap apa yang dapat kamu teladani dari kaum Muslimin yang berhijrah?”
Rangkuman: Guru dan murid menyimpulkan sebab, proses, dan nilai yang terkandung dalam hijrah ke Habasyah.
Tindak Lanjut: Murid memilih satu sikap, seperti sabar atau berani dalam kebaikan, untuk dipraktikkan.
Penutup: Doa dan salam.
📙 PERTEMUAN 3 — 2 JP (70 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, Cinta Diri dan Sesama, serta Cinta Ilmu
KEGIATAN PENDAHULUAN
Salam dan Doa: Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan selawat.
Apersepsi: Murid mengingat sebab dan proses hijrah ke Habasyah.
Motivasi: Guru menyampaikan bahwa keteguhan iman dapat terlihat dari keberanian mengambil keputusan yang benar meskipun menghadapi kesulitan.
KEGIATAN INTI
Bercerita (Joyful): Guru menceritakan kondisi kaum Muslimin di Makkah dan alasan mereka memilih Habasyah sebagai tempat perlindungan.
Mengeksplorasi: Kelompok membaca beberapa sumber informasi dan mencari alasan yang menyebabkan kaum Muslimin berhijrah.
Mengasosiasi (Meaningful): Murid menganalisis pertanyaan: “Apakah hijrah menunjukkan kelemahan atau justru keteguhan iman? Jelaskan alasanmu.”
Mengomunikasikan: Kelompok mempresentasikan hasil analisis.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
- Proses: guru memberikan pertanyaan pemantik dengan tingkat bantuan berbeda sesuai kesiapan murid.
- Produk: tabel sebab-akibat, peta konsep, diagram sederhana, atau jawaban analitis.
KEGIATAN PENUTUP
Refleksi: “Bagaimana cara kita tetap teguh melakukan kebaikan ketika menghadapi kesulitan?”
Rangkuman: Guru dan murid menyimpulkan bahwa hijrah merupakan ikhtiar untuk menjaga keselamatan dan mempertahankan keimanan.
Tindak Lanjut: Murid menuliskan satu kesulitan yang pernah dialami dan cara baik untuk menghadapinya.
Penutup: Doa dan salam.
📕 PERTEMUAN 4 — 2 JP (70 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, Cinta Diri dan Sesama, serta menghargai perbedaan
KEGIATAN PENDAHULUAN
Salam dan Doa: Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa.
Apersepsi: Murid mengingat kembali alasan kaum Muslimin memilih Habasyah.
Motivasi: Guru mengajak murid memahami sikap Raja Najasyi yang memberikan perlindungan dan tidak bertindak zalim terhadap kaum Muslimin.
KEGIATAN INTI
Mendengarkan (Mindful): Murid menyimak kisah pertemuan Ja'far bin Abi Thalib dengan Raja Najasyi dan pembelaan terhadap kaum Muslimin.
Mengeksplorasi: Murid membaca bahan ajar tentang sikap Raja Najasyi dan keteguhan kaum Muslimin.
Mengasosiasi (Meaningful): Murid menganalisis:
- Mengapa Raja Najasyi memberikan perlindungan?
- Apa yang menunjukkan keteguhan iman kaum Muslimin?
- Apa hubungan sikap Raja Najasyi dengan menghargai perbedaan?
- Bagaimana cara kita menolong orang yang membutuhkan?
Mengomunikasikan (Joyful): Kelompok melakukan presentasi singkat atau bermain peran sebagai Ja'far bin Abi Thalib dan Raja Najasyi.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
- Proses: murid dapat menggunakan teks dialog, kartu tokoh, tabel, atau bimbingan guru.
- Produk: dialog bermain peran, tabel analisis, peta konsep, atau presentasi.
KEGIATAN PENUTUP
Refleksi: “Bagaimana sikap kita ketika bertemu orang yang memiliki perbedaan dengan kita?”
Rangkuman: Guru menegaskan pentingnya keteguhan iman, keadilan, perlindungan, kepedulian, dan menghargai perbedaan.
Tindak Lanjut: Murid melakukan satu tindakan membantu atau melindungi teman yang membutuhkan.
Penutup: Doa dan salam.
📒 PERTEMUAN 5 — 2 JP (70 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, Cinta Diri dan Sesama, Cinta Ilmu, dan Cinta Lingkungan
KEGIATAN PENDAHULUAN
Salam dan Doa: Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan selawat.
Apersepsi: Guru mengajak murid mengingat kembali sebab, proses, keteguhan iman, dan sikap Raja Najasyi.
Motivasi: Guru menjelaskan bahwa memahami sejarah harus menghasilkan keteladanan dan perubahan perilaku.
KEGIATAN INTI
Mendengarkan (Mindful): Murid menyimak cerita reflektif tentang kesabaran, keberanian, keteguhan iman, perlindungan, dan kepedulian.
Mengeksplorasi: Murid mengevaluasi keteladanan dari peristiwa hijrah dan memilih karya yang akan dibuat.
- Poster “Keteguhan dalam Kebaikan”.
- Komik “Hijrah ke Habasyah”.
- Peta perjalanan Makkah–Habasyah.
- Cerita reflektif.
- Peta konsep nilai hijrah.
- Naskah bermain peran.
Mengasosiasi (Meaningful): Murid menentukan hubungan antara keteladanan hijrah dengan perilaku yang dapat dilakukan di rumah, madrasah, dan masyarakat.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
- Proses: murid dapat bekerja secara mandiri, berpasangan, atau berkelompok.
- Produk: poster, komik, peta perjalanan, cerita, peta konsep, atau naskah bermain peran.
KEGIATAN PENUTUP
Refleksi: “Keteladanan apa dari hijrah ke Habasyah yang paling penting untuk kamu terapkan?”
Rangkuman: Guru dan murid menyimpulkan nilai keteguhan, kesabaran, keberanian, kepedulian, dan menghargai perbedaan.
Tindak Lanjut: Murid menyelesaikan rancangan karya untuk dipresentasikan pada pertemuan berikutnya.
Penutup: Doa dan salam.
📓 PERTEMUAN 6 — 2 JP (70 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, Cinta Diri dan Sesama, Cinta Ilmu, Cinta Lingkungan, dan Cinta Tanah Air
KEGIATAN PENDAHULUAN
Salam dan Doa: Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan selawat.
Apersepsi: Murid mengingat kembali keteladanan dari hijrah ke Habasyah.
Motivasi: Guru menyampaikan bahwa cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.
KEGIATAN INTI
Mengamati: Murid mengamati kembali karya yang telah dibuat dan melakukan perbaikan isi serta tampilan.
Mengeksplorasi: Murid menyelesaikan poster, komik, peta perjalanan, cerita, peta konsep, jurnal, atau bermain peran.
Mengasosiasi (Meaningful): Murid menuliskan aksi nyata yang dapat dilakukan, seperti:
- Tetap sabar ketika menghadapi kesulitan.
- Berani mempertahankan kebenaran dengan cara santun.
- Tidak mudah menyerah dalam belajar.
- Melindungi dan membantu teman.
- Menghargai teman yang berbeda pendapat.
- Tidak melakukan perundungan.
- Menjaga kebersihan lingkungan.
- Menjaga persatuan dan kerukunan.
Mengomunikasikan (Joyful): Murid mempresentasikan karya atau menampilkan bermain peran. Teman memberikan apresiasi dan tanggapan secara santun.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
- Proses: murid dapat menyelesaikan karya secara individu, berpasangan, atau kelompok.
- Produk: poster, komik, peta perjalanan, cerita, bermain peran, presentasi, atau jurnal aksi.
❤️ AKSI NYATA
Setiap murid membuat komitmen sederhana:
- Aku akan sabar ketika menghadapi kesulitan.
- Aku akan berani mempertahankan kebenaran dengan santun.
- Aku akan berusaha dan tidak mudah menyerah.
- Aku akan membantu dan melindungi teman.
- Aku akan menghargai perbedaan.
- Aku akan menjaga persaudaraan.
- Aku akan menjaga kebersihan lingkungan.
- Aku akan menjaga kerukunan dan persatuan.
KEGIATAN PENUTUP
Refleksi: “Apa bukti bahwa kamu telah mengambil pelajaran dari hijrah ke Habasyah?”
Rangkuman: Murid bersama guru menyimpulkan latar belakang, proses, keteguhan iman, sikap Raja Najasyi, dan keteladanan hijrah.
Tindak Lanjut: Murid melaksanakan aksi nyata yang telah dirancang dan mencatat pelaksanaannya selama satu minggu.
Penutup: Doa, selawat, dan salam.
I ASESMEN PEMBELAJARAN
🩺 ASESMEN DIAGNOSTIK
- Tanya jawab tentang kehidupan kaum Muslimin di Makkah.
- Mengidentifikasi pengetahuan awal murid tentang hijrah.
- Menanyakan alasan seseorang meninggalkan tempat tinggal.
- Menunjukkan peta sederhana Makkah dan Habasyah.
📝 ASESMEN FORMATIF
Observasi:
- Keaktifan dalam pembelajaran.
- Keteguhan dan tanggung jawab.
- Kesabaran.
- Kerja sama.
- Menghargai perbedaan.
- Kemampuan komunikasi.
- Penalaran kritis.
Penilaian Kinerja:
Kemampuan membaca, menyimak, mengidentifikasi, menjelaskan, menganalisis, berdiskusi, bermain peran, mempresentasikan, dan menghasilkan karya.
Penugasan:
Tabel identifikasi, kartu kronologi, peta perjalanan, analisis sikap tokoh, peta konsep, dan jurnal aksi.
🎯 ASESMEN SUMATIF
Tes Tulis:
Murid menjawab pertanyaan mengenai latar belakang, sebab, tujuan, tokoh, proses hijrah ke Habasyah, sikap Raja Najasyi, keteguhan iman, dan keteladanan.
Projek Sederhana:
Murid menghasilkan poster, komik, peta perjalanan, cerita, bermain peran, peta konsep, atau jurnal aksi yang menunjukkan pemahaman dan penerapan nilai hijrah ke Habasyah.
📊 RUBRIK PENILAIAN PROJEK
| Aspek | 4 — Sangat Baik | 3 — Baik | 2 — Cukup | 1 — Perlu Bimbingan |
|---|---|---|---|---|
| Pemahaman Materi | Memahami latar belakang, proses, tokoh, tujuan, dan keteladanan hijrah ke Habasyah secara sangat tepat. | Memahami sebagian besar materi dengan tepat. | Memahami sebagian materi tetapi masih memerlukan bantuan. | Belum memahami materi dengan baik. |
| Penalaran Kritis | Mampu menganalisis alasan hijrah, keteguhan iman, dan sikap Raja Najasyi serta memberikan alasan yang jelas. | Mampu menjelaskan hubungan antarperistiwa dengan cukup tepat. | Analisis masih sederhana dan memerlukan bantuan. | Belum mampu menganalisis hubungan antarperistiwa. |
| Keteladanan | Mampu menghubungkan nilai hijrah dengan kehidupan nyata secara sangat jelas dan memberikan contoh konkret. | Mampu memberikan contoh penerapan keteladanan. | Contoh penerapan masih terbatas. | Belum mampu memberikan contoh penerapan. |
| Kreativitas | Karya sangat kreatif, menarik, informatif, dan komunikatif. | Karya menarik dan cukup kreatif. | Karya masih sederhana. | Karya belum selesai atau belum sesuai. |
| Komunikasi | Menyampaikan gagasan dengan jelas, santun, percaya diri, dan mampu menjawab pertanyaan. | Menyampaikan gagasan dengan cukup jelas. | Masih memerlukan bantuan dalam menyampaikan gagasan. | Belum mampu menjelaskan karya. |
| Kolaborasi | Sangat aktif bekerja sama, menghargai pendapat, dan membantu anggota kelompok. | Bekerja sama dengan baik. | Kadang terlibat dalam kelompok. | Belum menunjukkan kerja sama. |
🔄 TINDAK LANJUT
🌱 Remedial
Murid yang belum mencapai tujuan pembelajaran memperoleh pendampingan melalui cerita bergambar, kartu tokoh, kartu kronologi, peta sederhana, membaca terbimbing, video pembelajaran, dan pertanyaan bertahap.
🚀 Pengayaan
Murid yang telah mencapai tujuan pembelajaran dapat mencari informasi tambahan dari sumber terpercaya, membuat karya tambahan mengenai hijrah ke Habasyah, atau menjadi teman pendamping bagi murid lain.
❤️ Aksi Nyata
Murid melaksanakan jurnal aksi selama satu minggu dengan memilih perilaku yang akan diterapkan, seperti sabar, berani dalam kebenaran, membantu teman, menghargai perbedaan, menjaga lingkungan, dan menjaga persatuan.
🪞 REFLEKSI MURID
- Apa hal baru yang kamu pelajari tentang hijrah ke Habasyah?
- Mengapa kaum Muslimin melakukan hijrah ke Habasyah?
- Siapa tokoh yang paling kamu ingat dalam peristiwa hijrah ke Habasyah? Mengapa?
- Apa yang dapat kamu teladani dari keteguhan kaum Muslimin?
- Apa yang dapat kamu teladani dari sikap Raja Najasyi?
- Bagaimana cara kamu menghadapi kesulitan dengan sabar?
- Bagaimana cara kamu menghargai teman yang berbeda pendapat?
- Kebaikan apa yang akan kamu lakukan untuk membantu teman?
- Bagaimana cara kamu menjaga lingkungan dan persatuan?
“Setelah mempelajari hijrah ke Habasyah, saya akan berusaha tetap teguh dalam kebaikan, sabar menghadapi kesulitan, berani mempertahankan kebenaran dengan santun, membantu dan melindungi sesama, menghargai perbedaan, rajin belajar, serta menjaga lingkungan dan persatuan.”
PENGESAHAN
Pecabean, Juli 2026
Mengetahui,
Kepala Madrasah
Amirudin, S.Pd.I.
NIP. 198006182005011005
Guru Mata Pelajaran
Budi Santoso, S.Pd.I., M.Pd.
NIP. 197712022005011003