MODUL AJAR
DEEP LEARNING & KURIKULUM BERBASIS CINTA (KBC)
BAB 6 : MASA DEWASA NABI MUHAMMAD SAW.
A IDENTITAS MODUL
B IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
📖 Pengetahuan Awal
Murid telah mengenal Nabi Muhammad saw. sebagai nabi dan rasul Allah Swt. serta mengetahui secara sederhana kisah kelahiran, masa kanak-kanak, dan masa remaja beliau.
❤️ Minat
Murid tertarik pada kisah Nabi Muhammad saw., cerita sejarah, gambar, video pembelajaran, permainan edukatif, diskusi, simulasi, dan kegiatan membuat karya.
👨👩👧 Latar Belakang
Murid memiliki pengalaman keluarga, interaksi sosial, kebiasaan berdagang atau bertransaksi sederhana, serta pengalaman menyelesaikan perbedaan pendapat yang beragam.
🎯 Kebutuhan Belajar
Visual: gambar perjalanan, kartu peristiwa, infografis, peta konsep, dan poster.
Auditori: cerita guru, membaca nyaring, menyimak video atau audio, dan diskusi.
Kinestetik: bermain peran, simulasi musyawarah, menyusun kartu peristiwa, dan membuat karya kreatif.
C TEMA KURIKULUM BERBASIS CINTA
❤️ Topik Panca Cinta
- Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya.
- Cinta diri dan sesama.
- Cinta ilmu.
- Cinta lingkungan.
- Cinta tanah air.
📚 Materi Insersi
Kejujuran, amanah, keadilan, kebijaksanaan, tanggung jawab, kerja keras, kasih sayang, musyawarah, toleransi, perdamaian, kepedulian, dan penyelesaian masalah secara damai.
D KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
📘 Pengetahuan Konseptual
Murid memahami pengalaman penting Nabi Muhammad saw. pada masa dewasa, meliputi aktivitas perdagangan, pernikahan dengan Khadijah, kehidupan sosial masyarakat, serta peristiwa peletakan Hajar Aswad.
🛠️ Pengetahuan Prosedural
Murid mampu membaca dan menyimak sumber sejarah, mengidentifikasi informasi penting, menjelaskan keteladanan, menganalisis strategi penyelesaian masalah, berdiskusi, melakukan simulasi, serta merancang aksi nyata.
🌱 Relevansi Kehidupan Nyata
Keteladanan Nabi Muhammad saw. dihubungkan dengan kehidupan murid, seperti berkata jujur, dapat dipercaya, bertanggung jawab, berlaku adil, bermusyawarah, bekerja keras, menyayangi sesama, dan menyelesaikan perselisihan secara damai.
📊 Tingkat Kesulitan
Sedang. Materi disajikan melalui cerita, gambar, video, diskusi, studi kasus sederhana, simulasi, dan kegiatan kreatif yang sesuai dengan perkembangan murid kelas III.
🧩 Struktur Materi
- Nabi Muhammad saw. berdagang.
- Pernikahan Nabi Muhammad saw. dengan Khadijah.
- Kehidupan sosial Nabi Muhammad saw.
- Peristiwa peletakan Hajar Aswad.
- Kejujuran dan amanah.
- Keadilan dan kebijaksanaan.
- Musyawarah dan penyelesaian masalah secara damai.
- Keteladanan Nabi Muhammad saw. dalam kehidupan sehari-hari.
✨ Integrasi Nilai dan Karakter
Keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, kejujuran, amanah, keadilan, kebijaksanaan, tanggung jawab, kerja keras, kasih sayang, musyawarah, perdamaian, gotong royong, kreativitas, kemandirian, dan cinta tanah air.
E DIMENSI PROFIL LULUSAN
DESAIN PEMBELAJARAN
A. Capaian Pembelajaran (CP)
Murid mampu mengenal, memahami, dan mengambil ibrah dari sejarah kehidupan Nabi Muhammad saw. serta meneladani akhlak dan strategi beliau dalam menghadapi kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat untuk menumbuhkan kecintaan kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, membentuk akhlak mulia, serta menerapkan nilai keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
B. Lintas Disiplin Ilmu
- Bahasa Indonesia: membaca, menyimak, berdiskusi, berbicara, menulis refleksi, dan mempresentasikan hasil karya.
- Pendidikan Pancasila: keadilan, tanggung jawab, musyawarah, menghargai perbedaan, persatuan, dan perdamaian.
- IPAS: kehidupan sosial masyarakat Arab, lingkungan tempat tinggal, perjalanan, serta kondisi masyarakat pada masa Nabi Muhammad saw.
- Seni dan Prakarya: poster, infografis, peta konsep, cerita reflektif, simulasi, dan karya kreatif.
C TUJUAN PEMBELAJARAN
Murid mampu mengidentifikasi pengalaman penting pada masa dewasa Nabi Muhammad saw., meliputi perdagangan, pernikahan dengan Khadijah, kehidupan sosial, dan peristiwa peletakan Hajar Aswad melalui kegiatan membaca dan menyimak untuk menumbuhkan cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya serta cinta ilmu, sekaligus mengembangkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.
Murid mampu menjelaskan keteladanan Nabi Muhammad saw. pada masa dewasa serta menghubungkannya dengan kejujuran, amanah, keadilan, kebijaksanaan, tanggung jawab, dan penyelesaian masalah secara damai melalui kegiatan diskusi dan kolaborasi untuk menumbuhkan cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, cinta diri dan sesama, serta cinta ilmu, sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi.
Murid mampu menganalisis sikap dan strategi Nabi Muhammad saw. dalam berdagang, membangun keluarga, dan berinteraksi dengan masyarakat serta menghubungkannya dengan kejujuran, amanah, keadilan, tanggung jawab, dan kasih sayang untuk menumbuhkan cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya serta cinta diri dan sesama, sekaligus mengembangkan penalaran kritis.
Murid mampu menganalisis sikap dan strategi Nabi Muhammad saw. dalam menyelesaikan perselisihan pada peristiwa peletakan Hajar Aswad serta menghubungkannya dengan keadilan, musyawarah, kebijaksanaan, tanggung jawab, dan perdamaian untuk menumbuhkan cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya serta cinta diri dan sesama, sekaligus mengembangkan penalaran kritis.
Murid mampu mengevaluasi keteladanan Nabi Muhammad saw. pada masa dewasa dan menentukan sikap yang paling tepat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan mempertimbangkan kejujuran, amanah, keadilan, tanggung jawab, kerja keras, kasih sayang, musyawarah, dan perdamaian untuk menumbuhkan cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, cinta ilmu, serta cinta diri dan sesama.
Murid mampu merancang aksi nyata untuk menerapkan kejujuran, amanah, keadilan, tanggung jawab, kerja keras, kasih sayang, musyawarah, dan perdamaian melalui poster, infografis, peta konsep, cerita reflektif, simulasi, atau karya kreatif untuk menumbuhkan cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama, serta cinta tanah air, sekaligus mengembangkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt., penalaran kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan kemandirian.
D INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
- Menyebutkan pengalaman penting Nabi Muhammad saw. pada masa dewasa, meliputi perdagangan, pernikahan dengan Khadijah, kehidupan sosial, dan peletakan Hajar Aswad.
- Menjelaskan keteladanan Nabi Muhammad saw. berupa kejujuran, amanah, keadilan, kebijaksanaan, dan tanggung jawab.
- Menghubungkan keteladanan Nabi Muhammad saw. dengan kehidupan murid di rumah, madrasah, dan masyarakat.
- Menganalisis sikap dan strategi Nabi Muhammad saw. dalam berdagang, membangun keluarga, berinteraksi dengan masyarakat, dan menyelesaikan perselisihan peletakan Hajar Aswad.
- Menilai pentingnya musyawarah, keadilan, tanggung jawab, kasih sayang, dan perdamaian dalam menyelesaikan masalah.
- Merancang dan mempresentasikan karya atau aksi nyata yang mencerminkan keteladanan Nabi Muhammad saw.
E IKLIM / BUDAYA MADRASAH
- Membiasakan salam, doa, basmalah, syukur, dan penghormatan kepada Nabi Muhammad saw. sebelum dan sesudah pembelajaran.
- Membangun budaya jujur, amanah, adil, bertanggung jawab, saling menghargai, bermusyawarah, dan menyelesaikan masalah secara damai.
- Menciptakan lingkungan belajar yang aman, santun, menyenangkan, kolaboratif, reflektif, inklusif, dan bebas dari perundungan.
F TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
“Bagaimana menjadi anak yang jujur, amanah, adil, bertanggung jawab, dan mampu menyelesaikan masalah dengan damai seperti Nabi Muhammad saw.?”
Murid menghubungkan pengalaman Nabi Muhammad saw. dalam berdagang, membangun keluarga, berinteraksi dengan masyarakat, serta menyelesaikan perselisihan peletakan Hajar Aswad dengan kehidupan mereka di rumah, madrasah, dan lingkungan masyarakat.
G KERANGKA PEMBELAJARAN
🎯 Model Pembelajaran
Project Based Learning (PjBL), Cooperative Learning, Problem Based Learning (PBL), Contextual Teaching and Learning (CTL), serta pembelajaran berbasis cerita.
🧘 Mindful Learning
Murid menyimak kisah Nabi Muhammad saw. dengan penuh perhatian, melakukan refleksi, dan menyadari nilai keteladanan yang dapat diterapkan.
💡 Meaningful Learning
Murid menghubungkan pengalaman Nabi Muhammad saw. dengan kehidupan pribadi, keluarga, madrasah, dan masyarakat.
😊 Joyful Learning
Pembelajaran dilakukan melalui cerita, permainan kartu, studi kasus, diskusi, simulasi musyawarah, poster, infografis, dan karya kreatif.
📚 Metode Pembelajaran
Cerita, membaca, menyimak, tanya jawab, diskusi, studi kasus, kerja kelompok, simulasi, presentasi, refleksi, penugasan, dan proyek sederhana.
🔄 Diferensiasi
Konten, proses, dan produk disesuaikan dengan kesiapan, minat, kebutuhan, dan profil belajar murid.
Kemitraan Pembelajaran
- Lingkungan Sekolah: guru, teman sebaya, perpustakaan, dan warga madrasah.
- Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: keluarga dan masyarakat sekitar.
- Mitra Digital: video pembelajaran, perpustakaan digital, gambar, dan sumber belajar daring yang sesuai usia.
Lingkungan Belajar
- Ruang Fisik: kelas, perpustakaan, halaman madrasah.
- Ruang Virtual: website media pembelajaran SKI MIN 2 Tegal.
- Budaya Belajar: santun, aman, aktif, kolaboratif, reflektif, dan menyenangkan.
Pemanfaatan Digital
- Video atau animasi pembelajaran tentang kehidupan Nabi Muhammad saw.
- Website pembelajaran SKI MIN 2 Tegal sebagai sumber belajar.
- Gambar, infografis, dan media digital untuk membantu pemahaman materi.
📘 PERTEMUAN 1 — 2 JP (70 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya serta Cinta Ilmu
KEGIATAN PENDAHULUAN
Salam dan Doa: Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa, dan mengondisikan kelas.
Apersepsi: Guru mengajak murid mengingat kembali kisah Nabi Muhammad saw. pada masa remaja.
Motivasi: Guru menjelaskan bahwa masa dewasa Nabi Muhammad saw. merupakan masa penting terbentuknya keteladanan beliau.
Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan bahwa murid akan mengenali pengalaman penting Nabi Muhammad saw. pada masa dewasa.
KEGIATAN INTI
Mengamati (Mindful): Murid menyimak cerita atau video tentang Nabi Muhammad saw. pada masa dewasa.
Mengeksplorasi (Meaningful): Murid membaca bahan ajar mengenai perdagangan, pernikahan dengan Khadijah, kehidupan sosial, dan peletakan Hajar Aswad.
Mengasosiasi: Murid mengelompokkan peristiwa penting berdasarkan tema.
Mengomunikasikan: Murid menyampaikan hasil identifikasi secara lisan atau tertulis.
Proses: Murid dapat memilih membaca mandiri, menyimak cerita guru, atau menggunakan bahan visual.
Produk: Tabel “Peristiwa Penting Masa Dewasa Nabi Muhammad saw.”
KEGIATAN PENUTUP
Refleksi: “Apa pengalaman Nabi Muhammad saw. pada masa dewasa yang paling menarik bagimu?”
Rangkuman: Guru dan murid menyimpulkan empat pengalaman penting Nabi Muhammad saw.
Tindak Lanjut: Murid menceritakan satu pengalaman tersebut kepada keluarga.
Penutup: Doa dan salam.
📗 PERTEMUAN 2 — 2 JP (70 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, Cinta Diri dan Sesama, serta Cinta Ilmu
KEGIATAN PENDAHULUAN
Salam dan Doa: Guru mengawali pembelajaran dengan salam dan doa.
Apersepsi: Murid mengingat kembali peristiwa penting masa dewasa Nabi Muhammad saw.
Motivasi: Guru mengajak murid menemukan sikap terpuji yang terdapat dalam kisah tersebut.
KEGIATAN INTI
Mengamati (Joyful): Murid mengamati kartu gambar tentang perdagangan, keluarga, masyarakat, dan Hajar Aswad.
Menanya: Murid mengajukan pertanyaan tentang kejujuran, amanah, keadilan, kebijaksanaan, dan tanggung jawab Nabi Muhammad saw.
Mengeksplorasi (Meaningful): Kelompok membaca sumber belajar dan mencari keteladanan yang terdapat dalam setiap peristiwa.
Mengasosiasi: Murid menghubungkan sikap Nabi dengan kehidupan sehari-hari.
Mengomunikasikan: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
- Proses: diskusi, kartu peristiwa, tabel, atau peta konsep.
- Produk: tabel keteladanan, peta konsep, cerita singkat, atau presentasi.
KEGIATAN PENUTUP
Refleksi: “Sikap Nabi Muhammad saw. apa yang ingin kamu teladani?”
Rangkuman: Guru bersama murid menyimpulkan nilai keteladanan Nabi Muhammad saw.
Tindak Lanjut: Murid memilih satu sikap untuk dipraktikkan di rumah.
Penutup: Doa dan salam.
📙 PERTEMUAN 3 — 2 JP (70 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya serta Cinta Diri dan Sesama
KEGIATAN PENDAHULUAN
Salam dan Doa: Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa.
Apersepsi: Guru mengajak murid mengingat keteladanan Nabi Muhammad saw. dalam perdagangan dan kehidupan keluarga.
Motivasi: Guru menjelaskan bahwa kejujuran dan amanah dapat membuat seseorang dipercaya oleh orang lain.
KEGIATAN INTI
Bercerita (Joyful): Guru menceritakan pengalaman Nabi Muhammad saw. dalam berdagang dan membangun keluarga bersama Khadijah.
Mengeksplorasi: Murid bekerja dalam kelompok untuk menemukan sikap jujur, amanah, kerja keras, tanggung jawab, dan kasih sayang.
Mengasosiasi (Meaningful): Murid membandingkan sikap Nabi dengan situasi kehidupan mereka, misalnya ketika berjualan, mengerjakan tugas, menjaga barang, atau membantu keluarga.
Mengomunikasikan: Kelompok menyampaikan hasil analisis dan alasan mereka.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
- Proses: pertanyaan pemantik dengan tingkat bantuan berbeda.
- Produk: peta konsep, tabel sebab-akibat, atau cerita analitis.
KEGIATAN PENUTUP
Refleksi: “Bagaimana kejujuran dan amanah Nabi Muhammad saw. dapat kita contoh?”
Rangkuman: Guru dan murid merumuskan keteladanan Nabi dalam perdagangan dan kehidupan keluarga.
Tindak Lanjut: Murid mempraktikkan satu bentuk kejujuran dan tanggung jawab.
Penutup: Doa dan salam.
📕 PERTEMUAN 4 — 2 JP (70 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, Cinta Diri dan Sesama
KEGIATAN PENDAHULUAN
Salam dan Doa: Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa.
Apersepsi: Murid mengingat kembali sifat jujur dan amanah Nabi Muhammad saw.
Motivasi: Guru mengajak murid berpikir tentang cara menyelesaikan perselisihan tanpa bertengkar.
KEGIATAN INTI
Mendengarkan (Mindful): Murid mendengarkan cerita tentang perselisihan kabilah dalam peletakan Hajar Aswad.
Mengeksplorasi: Murid mengidentifikasi masalah, pihak yang terlibat, dan solusi yang ditawarkan Nabi Muhammad saw.
Mengasosiasi (Meaningful): Murid menganalisis mengapa strategi Nabi Muhammad saw. dapat diterima oleh berbagai pihak.
Mengomunikasikan (Joyful): Murid melakukan simulasi sederhana penyelesaian perselisihan melalui musyawarah.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
- Proses: simulasi, diskusi terbimbing, atau analisis gambar.
- Produk: peta masalah-solusi, cerita, atau hasil simulasi.
KEGIATAN PENUTUP
Refleksi: “Mengapa Nabi Muhammad saw. memilih menyelesaikan masalah dengan damai?”
Rangkuman: Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya keadilan, musyawarah, kebijaksanaan, dan perdamaian.
Tindak Lanjut: Murid mengamati satu contoh perbedaan pendapat di sekitar mereka dan memikirkan cara menyelesaikannya dengan damai.
Penutup: Doa dan salam.
📔 PERTEMUAN 5 — 2 JP (70 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, Cinta Ilmu, serta Cinta Diri dan Sesama
KEGIATAN PENDAHULUAN
Salam dan Doa: Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa.
Apersepsi: Murid mengingat kembali keteladanan Nabi Muhammad saw. dalam berdagang, berkeluarga, bermasyarakat, dan menyelesaikan masalah.
Motivasi: Guru menjelaskan bahwa belajar sejarah bukan hanya mengetahui cerita, tetapi juga menentukan sikap yang baik untuk diterapkan.
KEGIATAN INTI
Mengamati: Murid mengamati beberapa situasi kehidupan sehari-hari, misalnya menemukan barang teman, berbeda pendapat, melaksanakan tugas kelompok, atau melakukan jual beli.
Mengeksplorasi: Kelompok menentukan sikap yang sesuai dengan keteladanan Nabi Muhammad saw.
Mengasosiasi: Murid membandingkan beberapa pilihan tindakan dan menentukan tindakan yang paling tepat disertai alasan.
Mengomunikasikan: Kelompok menyampaikan hasil evaluasi dan alasan pilihannya.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
- Proses: murid dapat bekerja dengan kartu kasus, lembar analisis, atau diskusi terbimbing.
- Produk: tabel evaluasi, peta konsep, cerita reflektif, atau presentasi.
KEGIATAN PENUTUP
Refleksi: “Keteladanan Nabi Muhammad saw. mana yang paling penting untuk kamu terapkan?”
Rangkuman: Guru dan murid menyimpulkan sikap terbaik berdasarkan keteladanan Nabi.
Tindak Lanjut: Murid menentukan satu perilaku yang akan dijadikan komitmen pribadi.
Penutup: Doa dan salam.
📒 PERTEMUAN 6 — 2 JP (70 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, Cinta Ilmu, Cinta Lingkungan, Cinta Diri dan Sesama, serta Cinta Tanah Air
KEGIATAN PENDAHULUAN
Salam dan Doa: Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa.
Apersepsi: Murid mengingat kembali seluruh keteladanan Nabi Muhammad saw. pada masa dewasa.
Motivasi: Guru menyampaikan bahwa keteladanan akan bermakna apabila diwujudkan dalam tindakan nyata.
KEGIATAN INTI
Mengamati (Mindful): Murid menyimak cerita reflektif tentang kejujuran, amanah, keadilan, tanggung jawab, kerja keras, kasih sayang, musyawarah, dan perdamaian.
Mengeksplorasi: Murid memilih bentuk karya atau aksi nyata yang akan dibuat.
- Poster “Aku Anak Jujur dan Amanah”.
- Infografis keteladanan Nabi Muhammad saw.
- Peta konsep masa dewasa Nabi Muhammad saw.
- Cerita reflektif.
- Simulasi musyawarah dan penyelesaian masalah.
- Jurnal aksi nyata.
- Karya kreatif lainnya.
Mengasosiasi (Meaningful): Murid menentukan tindakan nyata yang dapat dilakukan di rumah, madrasah, masyarakat, dan lingkungan.
Mengomunikasikan (Joyful): Murid mempresentasikan karya dan komitmen aksi nyata.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
- Proses: murid dapat bekerja mandiri atau berkelompok sesuai kebutuhan.
- Produk: poster, infografis, peta konsep, cerita reflektif, simulasi, jurnal aksi, atau karya kreatif.
KEGIATAN PENUTUP
Refleksi: “Keteladanan apa yang akan kamu praktikkan mulai hari ini?”
Rangkuman: Murid bersama guru menyimpulkan keteladanan Nabi Muhammad saw. pada masa dewasa.
Tindak Lanjut: Murid melaksanakan satu aksi nyata selama satu minggu dan mencatat hasilnya dalam jurnal sederhana.
Penutup: Doa dan salam.
I ASESMEN PEMBELAJARAN
🩺 Asesmen Diagnostik
- Tanya jawab tentang Nabi Muhammad saw.
- Mengidentifikasi pengetahuan awal murid tentang masa dewasa Nabi.
- Pertanyaan sederhana tentang kejujuran, amanah, keadilan, musyawarah, dan perdamaian.
📝 Asesmen Formatif
Observasi:
- Keaktifan.
- Kejujuran.
- Amanah.
- Tanggung jawab.
- Kerja sama.
- Komunikasi.
- Menghargai pendapat.
Penilaian Kinerja:
Kemampuan membaca, menyimak, berdiskusi, menganalisis, melakukan simulasi, mempresentasikan, dan menghasilkan karya.
Penugasan:
Tabel peristiwa, peta konsep, analisis keteladanan, studi kasus, cerita reflektif, dan jurnal aksi.
🎯 Asesmen Sumatif
Tes Tulis:
Murid menjawab pertanyaan mengenai pengalaman Nabi Muhammad saw. pada masa dewasa, keteladanan beliau, serta strategi penyelesaian perselisihan peletakan Hajar Aswad.
Projek Sederhana:
Murid menghasilkan poster, infografis, peta konsep, cerita reflektif, simulasi, jurnal aksi, atau karya kreatif lainnya.
📊 RUBRIK PENILAIAN PROJEK
| Aspek | 4 — Sangat Baik | 3 — Baik | 2 — Cukup | 1 — Perlu Bimbingan |
|---|---|---|---|---|
| Pemahaman Materi | Memahami pengalaman dan keteladanan Nabi Muhammad saw. secara sangat tepat dan lengkap. | Memahami sebagian besar materi dengan tepat. | Memahami materi tetapi masih memerlukan bantuan. | Belum memahami materi dengan baik. |
| Penalaran Kritis | Mampu menganalisis masalah dan menjelaskan alasan secara sangat jelas. | Mampu menganalisis masalah dengan cukup tepat. | Analisis masih sederhana dan memerlukan bantuan. | Belum mampu menganalisis masalah. |
| Keteladanan | Mampu menghubungkan keteladanan Nabi dengan kehidupan nyata secara jelas dan tepat. | Mampu memberikan contoh penerapan keteladanan. | Contoh penerapan masih terbatas. | Belum mampu memberikan contoh. |
| Kreativitas | Karya sangat kreatif, menarik, informatif, dan komunikatif. | Karya menarik dan cukup kreatif. | Karya masih sederhana. | Karya belum selesai. |
| Komunikasi | Menyampaikan gagasan dengan jelas, santun, dan percaya diri. | Menyampaikan gagasan dengan cukup jelas. | Masih memerlukan bantuan. | Belum mampu menjelaskan karya. |
| Kolaborasi | Sangat aktif bekerja sama dan menghargai anggota kelompok. | Bekerja sama dengan baik. | Kadang terlibat dalam kelompok. | Belum menunjukkan kerja sama. |
🔄 TINDAK LANJUT
🌱 Remedial
Murid yang belum mencapai tujuan pembelajaran memperoleh pendampingan melalui cerita bergambar, kartu peristiwa, membaca terbimbing, video sederhana, dan pertanyaan pemantik.
🚀 Pengayaan
Murid yang telah mencapai tujuan pembelajaran dapat mencari kisah keteladanan Nabi Muhammad saw. lainnya, membuat karya tambahan, atau menjadi teman pendamping bagi kelompok lain.
❤️ Aksi Nyata
Murid melaksanakan jurnal aksi selama satu minggu dengan memilih satu atau beberapa perilaku: jujur, amanah, adil, bertanggung jawab, kerja keras, menyayangi sesama, bermusyawarah, atau menjaga perdamaian.
🪞 REFLEKSI MURID
- Apa hal baru yang kamu pelajari tentang masa dewasa Nabi Muhammad saw.?
- Apa keteladanan Nabi Muhammad saw. yang paling kamu kagumi?
- Bagaimana Nabi Muhammad saw. menyelesaikan perselisihan peletakan Hajar Aswad?
- Apa yang akan kamu lakukan ketika berbeda pendapat dengan teman?
- Bagaimana kamu dapat menerapkan kejujuran dan amanah di rumah dan madrasah?
- Apa kebaikan yang akan kamu lakukan untuk keluarga, teman, lingkungan, dan masyarakat?
PENGESAHAN
Tegal, Juli 2026
Mengetahui,
Kepala Madrasah
Amirudin, S.Pd.I.
NIP. 198006182005011005
Guru Mata Pelajaran
Budi Santoso, S.Pd.I., M.Pd.
NIP. 197712022005011003