MODUL AJAR
DEEP LEARNING & KURIKULUM BERBASIS CINTA (KBC)
BAB 3 : AGAMA DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT ARAB SEBELUM ISLAM
A IDENTITAS MODUL
B IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
📖 Pengetahuan Awal
Murid telah mengenal Nabi Muhammad saw. secara sederhana dan mengetahui bahwa beliau lahir di Jazirah Arab. Murid juga telah memiliki pengetahuan awal tentang agama, kepercayaan, ibadah, serta perbedaan keyakinan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
❤️ Minat
Murid umumnya tertarik pada cerita sejarah, kisah Nabi Muhammad saw., gambar kehidupan masyarakat Arab, peta, video pembelajaran, permainan edukatif, kartu gambar, kegiatan kelompok, serta membuat karya kreatif.
👨👩👧 Latar Belakang
Murid berasal dari latar belakang keluarga dan lingkungan sosial yang beragam. Sebagian murid mungkin telah mengenal berbagai agama dan kepercayaan melalui lingkungan masyarakat, media, atau pembelajaran sebelumnya.
🎯 Kebutuhan Belajar
Visual: peta Jazirah Arab, gambar berhala, kartu informasi, diagram, tabel, ilustrasi, dan video.
Auditori: cerita guru, membaca nyaring, tanya jawab, diskusi, dan penjelasan lisan.
Kinestetik: permainan kartu, mengelompokkan informasi, membuat peta konsep, menyusun tabel, poster, dan presentasi.
C TEMA KURIKULUM BERBASIS CINTA
❤️ Topik Panca Cinta
- Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya.
- Cinta kepada ilmu.
- Cinta kepada diri dan sesama.
- Cinta kepada lingkungan.
- Cinta kepada tanah air.
📚 Materi Insersi
Ketauhidan kepada Allah Swt., pentingnya memiliki keyakinan yang benar, keteladanan Nabi Muhammad saw., akhlak mulia, menghargai sesama, menghindari perilaku syirik dan praktik keagamaan yang bertentangan dengan tauhid, toleransi, hidup damai, serta mengambil ibrah dari sejarah untuk kehidupan masa kini.
D KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
📘 Pengetahuan Konseptual
Murid memahami berbagai agama, kepercayaan, dan praktik keagamaan masyarakat Arab sebelum Islam, termasuk penyembahan berhala, kepercayaan terhadap berbagai sesembahan, serta kelompok masyarakat yang masih mempertahankan ajaran tauhid.
🛠️ Pengetahuan Prosedural
Murid mampu mengamati sumber sejarah, menemukan informasi penting, mengidentifikasi agama dan kepercayaan, mengelompokkan informasi, menganalisis faktor perkembangan kepercayaan, membandingkan praktik keagamaan dengan nilai tauhid, dan menyampaikan hasil pemikirannya.
🌱 Relevansi dengan Kehidupan Nyata
Murid menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan beragama sehari-hari, seperti pentingnya beribadah kepada Allah Swt., menjaga akhlak, menghormati sesama, tidak mengejek perbedaan, dan menjalankan keyakinan dengan santun serta bertanggung jawab.
📊 Tingkat Kesulitan
Sedang. Materi disusun secara bertahap mulai dari mengidentifikasi dan menjelaskan agama serta kepercayaan, menganalisis faktor perkembangan, hingga mengevaluasi praktik keagamaan berdasarkan nilai tauhid dan akhlak Islam.
🧩 Struktur Materi
- Kehidupan keagamaan masyarakat Arab sebelum Islam.
- Kepercayaan terhadap berhala.
- Berbagai bentuk kepercayaan masyarakat Arab.
- Praktik keagamaan masyarakat Arab sebelum Islam.
- Faktor berkembangnya kepercayaan masyarakat Arab.
- Pengaruh kepercayaan terhadap kehidupan sosial dan budaya.
- Kelompok yang mempertahankan ajaran tauhid.
- Nilai tauhid dalam kehidupan beragama.
- Perbandingan praktik keagamaan dengan nilai ajaran Islam.
- Ibrah dan penerapan dalam kehidupan masa kini.
✨ Integrasi Nilai dan Karakter
Keimanan dan ketakwaan, akhlak mulia, cinta ilmu, toleransi, menghargai sesama, penalaran kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, kemandirian, tanggung jawab, hidup damai, dan cinta tanah air.
E DIMENSI PROFIL LULUSAN
DESAIN PEMBELAJARAN
A. Capaian Pembelajaran (CP)
Murid mampu mengenal dan memahami kehidupan masyarakat Arab sebelum Islam, khususnya berbagai agama, kepercayaan, dan praktik keagamaan yang berkembang di Jazirah Arab. Murid memahami kepercayaan terhadap berhala serta mengenal kelompok yang mempertahankan ajaran tauhid.
Murid mampu menganalisis faktor-faktor berkembangnya kepercayaan masyarakat Arab sebelum Islam dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial dan budaya. Murid mampu mengambil ibrah dari kehidupan masyarakat Arab sebelum Islam untuk memperkuat keimanan kepada Allah Swt., membangun akhlak mulia, menghargai sesama, serta menerapkan sikap beragama yang benar, santun, toleran, dan bertanggung jawab.
B. Lintas Disiplin Ilmu
- Bahasa Indonesia: membaca sumber sejarah, menemukan informasi penting, menyampaikan pendapat, berdiskusi, dan menulis refleksi.
- Pendidikan Agama Islam: menghubungkan kepercayaan masyarakat Arab sebelum Islam dengan konsep tauhid, ibadah, akhlak, dan keteladanan Rasulullah saw.
- Pendidikan Pancasila: mengembangkan sikap saling menghormati, hidup berdampingan, persatuan, tanggung jawab, dan menghargai keragaman.
- IPAS: menghubungkan kondisi geografis dan sosial Jazirah Arab dengan perkembangan kehidupan masyarakat dan kebudayaannya.
C TUJUAN PEMBELAJARAN
Murid mampu mengidentifikasi berbagai agama, kepercayaan, dan praktik keagamaan masyarakat Arab sebelum Islam, termasuk kepercayaan terhadap berhala dan kelompok yang mempertahankan ajaran tauhid, berdasarkan sumber sejarah untuk menumbuhkan cinta ilmu serta mengembangkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.
Murid mampu menjelaskan karakteristik agama dan kepercayaan masyarakat Arab sebelum Islam serta menghubungkannya dengan kondisi sosial dan budaya melalui kegiatan mengamati dan berdiskusi secara santun untuk menumbuhkan cinta ilmu serta cinta diri dan sesama, sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi.
Murid mampu menganalisis faktor-faktor berkembangnya berbagai kepercayaan masyarakat Arab sebelum Islam serta pengaruhnya terhadap kehidupan sosial berdasarkan informasi sejarah secara kritis untuk memahami pentingnya tauhid, akhlak mulia, dan nilai kemanusiaan sebagai wujud cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya serta cinta diri dan sesama, sekaligus mengembangkan penalaran kritis.
Murid mampu mengevaluasi praktik keagamaan dan kepercayaan masyarakat Arab sebelum Islam berdasarkan nilai tauhid dan akhlak Islam serta mengambil hikmah untuk membangun sikap beragama yang benar, toleran, santun, dan menghargai sesama melalui tulisan, peta konsep, presentasi, poster, atau karya kreatif untuk menumbuhkan cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta diri dan sesama, serta cinta tanah air, sekaligus mengembangkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt., penalaran kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan kemandirian.
D INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
- Murid mampu mengidentifikasi berbagai agama, kepercayaan, dan praktik keagamaan masyarakat Arab sebelum Islam berdasarkan sumber sejarah.
- Murid mampu menjelaskan kepercayaan masyarakat Arab terhadap berhala serta mengenal kelompok yang masih mempertahankan ajaran tauhid.
- Murid mampu menghubungkan karakteristik kepercayaan masyarakat Arab sebelum Islam dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat pada masa itu.
- Murid mampu menganalisis faktor-faktor berkembangnya berbagai kepercayaan masyarakat Arab sebelum Islam serta pengaruhnya terhadap kehidupan sosial.
- Murid mampu mengevaluasi praktik keagamaan masyarakat Arab sebelum Islam berdasarkan nilai tauhid dan akhlak Islam dengan alasan yang sederhana dan tepat.
- Murid mampu menyajikan hikmah pembelajaran dalam bentuk tulisan, peta konsep, poster, presentasi, atau karya kreatif serta menunjukkan sikap beragama yang benar, santun, toleran, dan menghargai sesama.
E IKLIM / BUDAYA MADRASAH
- Membiasakan salam, doa, rasa syukur, membaca, dan mencari ilmu sebagai bagian dari kecintaan kepada Allah Swt.
- Membangun budaya jujur, santun, saling menghargai, tidak mengejek keyakinan atau perbedaan orang lain, bekerja sama, dan bertanggung jawab.
- Menciptakan lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, inklusif, kolaboratif, reflektif, bebas dari perundungan, serta mendorong murid menyampaikan pendapat dengan santun.
F TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
“Dari Kehidupan Beragama Masyarakat Arab Sebelum Islam, Mengapa Kita Perlu Menjaga Tauhid dan Menghargai Sesama?”
Murid menghubungkan kehidupan keagamaan masyarakat Arab sebelum Islam dengan kehidupan beragama masa kini. Murid memahami pentingnya memiliki keyakinan kepada Allah Swt., menjalankan ibadah dengan benar, menjaga akhlak, tidak mudah mengikuti kepercayaan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, serta menghargai orang lain dengan santun.
G KERANGKA PEMBELAJARAN
🎯 Model Pembelajaran
Problem Based Learning (PBL), Cooperative Learning, Contextual Teaching and Learning (CTL), serta pembelajaran berbasis proyek sederhana.
🧘 Mindful Learning
Murid belajar dengan penuh perhatian melalui kegiatan mengamati sumber sejarah, menyimak cerita, membaca secara sadar, melakukan jeda berpikir, dan merefleksikan nilai tauhid.
💡 Meaningful Learning
Murid menghubungkan pembelajaran tentang kepercayaan masyarakat Arab sebelum Islam dengan kehidupan beragama, akhlak, dan hubungan sosial dalam kehidupan sehari-hari.
😊 Joyful Learning
Pembelajaran dilakukan melalui cerita, gambar, kartu informasi, permainan edukatif, diskusi, kuis, kerja kelompok, pembuatan poster, peta konsep, dan presentasi.
📚 Metode Pembelajaran
Cerita sejarah, membaca, mengamati, tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, permainan edukatif, analisis sederhana, presentasi, penugasan, refleksi, dan proyek sederhana.
🔄 Strategi Berdiferensiasi
Konten, proses, dan produk disesuaikan dengan kesiapan, minat, kebutuhan, serta profil belajar murid.
Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi
Diferensiasi Konten: Murid memperoleh materi melalui teks sederhana, gambar, peta, kartu informasi, tabel, cerita guru, dan video pembelajaran.
Diferensiasi Proses: Murid dapat belajar secara mandiri, berpasangan, atau kelompok kecil melalui diskusi, membaca terbimbing, menyimak cerita, mengelompokkan kartu, membuat diagram, dan peta konsep.
Diferensiasi Produk: Murid dapat memilih menghasilkan tabel, peta konsep, poster, gambar berseri, tulisan reflektif, presentasi, atau karya visual.
Kemitraan Pembelajaran
- Lingkungan Sekolah: guru, teman sebaya, perpustakaan, dan warga madrasah.
- Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: keluarga dan masyarakat sebagai sumber pengalaman tentang kehidupan beragama, toleransi, dan hubungan sosial.
- Mitra Digital: website pembelajaran SKI MIN 2 Tegal, video pembelajaran, perpustakaan digital, gambar, dan sumber belajar daring yang dipilih guru.
Lingkungan Belajar
- Ruang Fisik: kelas, perpustakaan, halaman madrasah, dan lingkungan sekitar.
- Ruang Virtual: website pembelajaran SKI MIN 2 Tegal.
- Budaya Belajar: aktif, santun, aman, kolaboratif, reflektif, kritis, kreatif, toleran, dan menyenangkan.
Pemanfaatan Digital
- Menampilkan peta Jazirah Arab dan gambar kehidupan keagamaan masyarakat Arab sebelum Islam secara digital.
- Menayangkan video pembelajaran mengenai kehidupan masyarakat Arab sebelum Islam dan pentingnya tauhid.
- Menggunakan website sebagai sumber belajar, media diskusi, presentasi, dan dokumentasi hasil karya murid.
📘 PERTEMUAN 1 — 2 JP (70 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta Ilmu serta Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya
KEGIATAN PENDAHULUAN
Salam dan Doa: Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa, bersyukur kepada Allah Swt., dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
Apersepsi: Guru menunjukkan gambar Ka'bah, masyarakat Arab, dan beberapa ilustrasi kehidupan keagamaan masyarakat Arab sebelum Islam. Guru bertanya: “Apakah masyarakat Arab sebelum Islam semuanya memiliki keyakinan yang sama?” dan “Kepada siapa manusia seharusnya menyembah?”
Motivasi: Guru menjelaskan bahwa mempelajari sejarah kehidupan beragama masyarakat Arab sebelum Islam membantu murid memahami pentingnya tauhid dan mengambil pelajaran dari kehidupan manusia masa lalu.
Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan bahwa murid akan mengidentifikasi dan menjelaskan agama, kepercayaan, praktik keagamaan, kepercayaan terhadap berhala, serta kelompok yang mempertahankan ajaran tauhid.
KEGIATAN INTI
Mengamati (Mindful): Murid mengamati peta Jazirah Arab, gambar Ka'bah, berhala, tempat peribadatan, serta ilustrasi kehidupan masyarakat Arab sebelum Islam.
Mengeksplorasi (Meaningful): Murid membaca bahan ajar tentang kehidupan keagamaan masyarakat Arab sebelum Islam. Guru menjelaskan bahwa sebagian besar masyarakat Arab mempraktikkan penyembahan berhala, sementara terdapat pula kelompok yang masih mempertahankan ajaran tauhid.
Mengasosiasi: Murid bekerja dalam kelompok untuk mengelompokkan kartu informasi ke dalam kategori: Agama/Kepercayaan, Praktik Keagamaan, Berhala, dan Kelompok yang Mempertahankan Tauhid.
Mengomunikasikan: Setiap kelompok menyampaikan hasil pengelompokan informasi secara lisan. Kelompok lain memberikan tanggapan dengan santun.
Guru menekankan bahwa sebelum Islam datang, masyarakat Arab memiliki beragam kepercayaan. Penyembahan berhala merupakan praktik yang berkembang luas. Namun, terdapat pula orang-orang yang tidak mengikuti penyembahan berhala dan berusaha mempertahankan ajaran tauhid.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
- Proses: Murid yang membutuhkan bantuan memperoleh kartu gambar dan teks yang lebih sederhana serta bimbingan guru.
- Produk: Murid dapat membuat tabel identifikasi, diagram sederhana, atau peta konsep.
KEGIATAN PENUTUP
Refleksi: “Apa hal baru yang kamu ketahui tentang agama dan kepercayaan masyarakat Arab sebelum Islam?”
Rangkuman: Guru bersama murid menyimpulkan bahwa masyarakat Arab sebelum Islam memiliki berbagai agama dan kepercayaan serta praktik keagamaan. Penyembahan berhala berkembang luas, tetapi terdapat kelompok yang mempertahankan ajaran tauhid.
Tindak Lanjut: Murid mencari contoh perilaku yang menunjukkan kecintaan kepada Allah Swt. dalam kehidupan sehari-hari.
Penutup: Guru memberikan penguatan tentang pentingnya mencintai ilmu, bersyukur kepada Allah Swt., kemudian berdoa dan mengucapkan salam.
📗 PERTEMUAN 2 — 2 JP (70 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya serta Cinta Diri dan Sesama
KEGIATAN PENDAHULUAN
Salam dan Doa: Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa.
Apersepsi: Guru mengajak murid mengingat kembali berbagai agama, kepercayaan, dan praktik keagamaan masyarakat Arab sebelum Islam.
Motivasi: Guru menjelaskan bahwa suatu kepercayaan dapat berkembang karena dipengaruhi berbagai faktor kehidupan masyarakat. Murid diajak berpikir kritis mengenai hubungan kepercayaan dengan kehidupan sosial.
KEGIATAN INTI
Mengamati (Joyful): Murid mengamati kartu gambar atau ilustrasi tentang kehidupan masyarakat Arab, perdagangan, hubungan antarsuku, Ka'bah, berhala, dan kegiatan sosial masyarakat.
Menanya: Murid mengajukan pertanyaan seperti: “Bagaimana kepercayaan terhadap berhala dapat berkembang?” “Mengapa sebagian masyarakat mengikuti kepercayaan nenek moyang?” dan “Bagaimana kepercayaan dapat memengaruhi kehidupan sosial?”
Mengeksplorasi (Meaningful): Murid membaca informasi mengenai beberapa faktor berkembangnya kepercayaan masyarakat Arab sebelum Islam, seperti pengaruh tradisi nenek moyang, kehidupan sosial masyarakat, perkembangan perdagangan, kedudukan Ka'bah sebagai pusat kehidupan masyarakat, serta kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun.
Mengasosiasi: Murid menyusun hubungan sebab-akibat:
Murid kemudian menganalisis pengaruh kepercayaan tersebut terhadap kehidupan sosial, seperti munculnya fanatisme, perbedaan kelompok, serta praktik kehidupan yang tidak sesuai dengan nilai tauhid.
Mengomunikasikan: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis. Kelompok lain memberikan pertanyaan atau tanggapan secara santun.
| Faktor | Perkembangan Kepercayaan | Pengaruh Sosial |
|---|---|---|
| Tradisi nenek moyang | Kepercayaan diwariskan kepada generasi berikutnya. | Masyarakat cenderung mempertahankan kebiasaan lama. |
| Lingkungan sosial | Seseorang mengikuti kepercayaan yang berkembang di masyarakatnya. | Muncul kelompok-kelompok berdasarkan keyakinan dan tradisi. |
| Kebiasaan masyarakat | Praktik keagamaan dilakukan secara turun-temurun. | Sebagian kebiasaan menjadi bagian dari budaya masyarakat. |
Pembelajaran Berdiferensiasi:
- Proses: Murid yang membutuhkan bantuan memperoleh bagan sebab-akibat yang sudah sebagian terisi dan pertanyaan pemandu.
- Produk: Murid dapat menghasilkan diagram sebab-akibat, tabel analisis, peta konsep, atau uraian singkat.
KEGIATAN PENUTUP
Refleksi: “Bagaimana sebuah kepercayaan dapat memengaruhi kehidupan masyarakat?”
Rangkuman: Guru bersama murid menyimpulkan bahwa berkembangnya kepercayaan masyarakat Arab sebelum Islam dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tradisi yang diwariskan dan kondisi sosial masyarakat. Kepercayaan tersebut kemudian memengaruhi kehidupan sosial dan budaya.
Tindak Lanjut: Murid mengamati satu contoh kebiasaan baik di lingkungan keluarga yang diwariskan dari orang tua atau orang yang lebih tua.
Penutup: Guru memberikan apresiasi terhadap kemampuan berpikir kritis murid, kemudian berdoa dan mengucapkan salam.
📙 PERTEMUAN 3 — 2 JP (70 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, Cinta Ilmu, Cinta Diri dan Sesama, serta Cinta Tanah Air
KEGIATAN PENDAHULUAN
Salam dan Doa: Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa.
Apersepsi: Guru mengajak murid mengingat kembali agama, kepercayaan, praktik keagamaan, faktor perkembangan kepercayaan, dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial masyarakat Arab sebelum Islam.
Motivasi: Guru menjelaskan bahwa belajar sejarah bukan hanya mengetahui peristiwa masa lalu, tetapi juga mengambil hikmah untuk memperbaiki sikap dan perilaku pada masa kini.
KEGIATAN INTI
Bercerita (Joyful): Guru menceritakan kehidupan masyarakat Arab sebelum Islam, termasuk praktik penyembahan berhala, tradisi keagamaan, kehidupan sosial, serta adanya orang-orang yang mempertahankan ajaran tauhid.
Mengeksplorasi: Murid bekerja dalam kelompok untuk mengidentifikasi praktik keagamaan dan kepercayaan yang berkembang pada masyarakat Arab sebelum Islam. Murid kemudian mencari informasi mengenai nilai tauhid dan akhlak Islam sebagai pembanding.
Mengasosiasi (Meaningful): Murid menyusun hubungan:
Murid mengevaluasi praktik keagamaan masyarakat Arab sebelum Islam berdasarkan nilai tauhid dan akhlak Islam.
| Praktik/Kepercayaan | Hasil Evaluasi | Hikmah untuk Masa Kini |
|---|---|---|
| Menyembah berhala | Bertentangan dengan tauhid. | Meyakini dan menyembah hanya Allah Swt. |
| Mengikuti kepercayaan nenek moyang tanpa pertimbangan | Tidak semua tradisi harus diikuti apabila bertentangan dengan ajaran yang benar. | Belajar secara kritis dan mencintai ilmu. |
| Menghormati sesama dan menjaga hubungan sosial | Nilai sosial yang baik dapat dikembangkan selama sesuai dengan akhlak Islam. | Menghargai, membantu, dan menyayangi sesama. |
Mengomunikasikan: Murid menyajikan hasil evaluasi dan hikmah dalam salah satu bentuk:
- Tulisan reflektif.
- Peta konsep.
- Poster.
- Tabel perbandingan.
- Presentasi lisan.
- Karya kreatif lainnya.
Setiap kelompok mempresentasikan hasil karya. Kelompok lain memberikan apresiasi dan tanggapan secara santun.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
- Proses: Murid dapat bekerja secara individu, berpasangan, atau berkelompok sesuai kebutuhan belajar. Guru menyediakan teks sederhana, kartu gambar, pertanyaan pemandu, dan contoh peta konsep.
- Produk: Murid bebas memilih bentuk karya sesuai minat dan kemampuan, seperti poster, peta konsep, tabel, tulisan, atau presentasi.
❤️ AKSI NYATA — “MENJAGA TAUHID DAN AKHLAK”
Setelah mempelajari agama dan kepercayaan masyarakat Arab sebelum Islam, setiap murid membuat satu komitmen sederhana:
- Aku akan beribadah kepada Allah Swt. dengan sungguh-sungguh.
- Aku akan mencintai ilmu dan rajin belajar.
- Aku akan berkata jujur.
- Aku akan menghargai teman meskipun memiliki perbedaan.
- Aku tidak akan mengejek atau merendahkan orang lain.
- Aku akan menjaga kerukunan dan persatuan.
- Aku akan menjaga kebersihan lingkungan.
- Aku akan mencintai tanah air.
KEGIATAN PENUTUP
Refleksi: “Apa hikmah paling penting yang kamu dapatkan dari kehidupan beragama masyarakat Arab sebelum Islam?”
Rangkuman: Guru bersama murid menyimpulkan materi dan menegaskan pentingnya menjaga tauhid, berakhlak mulia, mencintai ilmu, menghargai sesama, dan mengambil hikmah dari sejarah.
Tindak Lanjut: Murid melaksanakan komitmen akhlak atau kebiasaan baik yang telah dipilih dan menceritakan pengalamannya kepada guru atau keluarga.
Penutup: Guru memberikan apresiasi, penguatan, doa, dan salam.
I ASESMEN PEMBELAJARAN
🩺 ASESMEN DIAGNOSTIK
- Tanya jawab tentang pengetahuan awal murid mengenai agama dan kepercayaan.
- Menanyakan pengetahuan awal murid tentang masyarakat Arab sebelum Islam.
- Mengidentifikasi pemahaman awal tentang pengertian kepercayaan, ibadah, dan tauhid.
- Menanyakan pemahaman murid tentang Nabi Muhammad saw. dan kehidupan masyarakat Arab sebelum Islam.
📝 ASESMEN FORMATIF
Observasi:
- Keaktifan mengamati sumber sejarah.
- Kemampuan bertanya.
- Kemampuan mengidentifikasi informasi.
- Kemampuan bekerja sama.
- Komunikasi santun.
- Penalaran kritis.
- Tanggung jawab.
Penilaian Kinerja:
Kemampuan mengidentifikasi agama dan kepercayaan, menjelaskan karakteristik, menganalisis faktor perkembangan, mengevaluasi praktik keagamaan, berdiskusi, mempresentasikan, dan menghasilkan karya.
Penugasan:
Tabel identifikasi, diagram sebab-akibat, peta konsep, tabel perbandingan, poster, tulisan reflektif, dan aksi nyata.
🎯 ASESMEN SUMATIF
Tes Tulis:
Murid menjawab pertanyaan mengenai agama, kepercayaan, praktik keagamaan, penyembahan berhala, kelompok yang mempertahankan tauhid, faktor berkembangnya kepercayaan, serta pengaruhnya terhadap kehidupan sosial masyarakat Arab sebelum Islam.
Projek Sederhana:
Murid menghasilkan poster, peta konsep, tabel perbandingan, tulisan reflektif, atau presentasi mengenai hikmah dari kehidupan keagamaan masyarakat Arab sebelum Islam dan pentingnya menjaga tauhid serta akhlak mulia.
🔄 TINDAK LANJUT
🌱 Remedial
Murid yang belum mencapai tujuan pembelajaran memperoleh pendampingan melalui gambar, kartu informasi, cerita sederhana, membaca terbimbing, video pembelajaran, tabel sederhana, dan pertanyaan bertahap.
🚀 Pengayaan
Murid yang telah mencapai tujuan pembelajaran dapat mencari informasi tambahan mengenai kehidupan masyarakat Arab sebelum Islam, kelompok yang mempertahankan ajaran tauhid, serta membuat karya tambahan mengenai hikmah yang dapat diterapkan dalam kehidupan.
❤️ Aksi Nyata
Murid menerapkan satu kebiasaan baik selama satu minggu, seperti rajin beribadah, mencintai ilmu, berkata jujur, menghargai teman, membantu sesama, menjaga kebersihan, dan menjaga kerukunan.
🪞 REFLEKSI MURID
- Apa hal baru yang kamu pelajari tentang agama dan kepercayaan masyarakat Arab sebelum Islam?
- Mengapa sebagian masyarakat Arab sebelum Islam menyembah berhala?
- Apa yang dimaksud dengan tauhid?
- Mengapa kita harus menjaga keimanan kepada Allah Swt.?
- Bagaimana kepercayaan masyarakat dapat memengaruhi kehidupan sosial?
- Apa hikmah yang dapat kamu ambil dari kehidupan masyarakat Arab sebelum Islam?
- Bagaimana cara kamu menunjukkan cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya?
- Bagaimana cara kamu menghargai teman yang memiliki perbedaan?
- Apa kebiasaan baik yang akan kamu lakukan setelah mempelajari materi ini?
“Setelah mempelajari agama dan kepercayaan masyarakat Arab sebelum Islam, saya akan menjaga keimanan kepada Allah Swt., mencintai ilmu, meneladani Rasulullah saw., berakhlak mulia, menghargai sesama, menjaga kerukunan, dan mencintai tanah air.”
PENGESAHAN
Pecabean, Juli 2026
Mengetahui,
Kepala Madrasah
Amirudin, S.Pd.I.
NIP. 198006182005011005
Guru Mata Pelajaran
Budi Santoso, S.Pd.I., M.Pd.
NIP. 197712022005011003