MODUL AJAR
DEEP LEARNING & KURIKULUM BERBASIS CINTA (KBC)
BAB 1 : TRADISI MASYARAKAT ARAB SEBELUM ISLAM
A IDENTITAS MODUL
B IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
📖 Pengetahuan Awal
Murid telah memiliki pengetahuan sederhana tentang kehidupan manusia pada masa lampau dan mengenal Nabi Muhammad saw. sebagai nabi dan rasul Allah Swt. Murid juga telah mengetahui bahwa masyarakat Arab hidup di wilayah yang sebagian besar berupa gurun dan memiliki kebiasaan sosial yang berbeda dengan kehidupan masyarakat saat ini.
❤️ Minat
Murid umumnya tertarik pada cerita sejarah, gambar kehidupan masyarakat Arab, peta, video pembelajaran, permainan kartu, diskusi kelompok, bermain peran, membuat poster, dan kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat masa lalu.
👨👩👧 Latar Belakang
Murid memiliki pengalaman keluarga dan lingkungan sosial yang beragam. Oleh karena itu, pembelajaran diarahkan untuk menghubungkan kehidupan masyarakat Arab pra-Islam dengan kebiasaan, kehidupan sosial, kerja sama, dan nilai-nilai yang ditemui murid dalam kehidupan sehari-hari.
🎯 Kebutuhan Belajar
Visual: gambar, peta Jazirah Arab, infografis, kartu tradisi, tabel perbandingan, dan peta konsep.
Auditori: cerita guru, membaca nyaring, menyimak penjelasan, tanya jawab, dan diskusi.
Kinestetik: menyusun kartu informasi, mengelompokkan tradisi, bermain peran, membuat poster, peta konsep, dan presentasi.
C TEMA KURIKULUM BERBASIS CINTA
❤️ Topik Panca Cinta
- Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya: memahami kondisi masyarakat Arab sebelum Islam sebagai bagian dari sejarah hadirnya risalah Islam.
- Cinta kepada Sesama: membangun sikap saling menghargai, membantu, dan menghindari perilaku yang merugikan orang lain.
- Cinta Ilmu: mempelajari sejarah berdasarkan informasi dan sumber yang dapat dipercaya.
- Cinta Lingkungan: memahami hubungan kondisi geografis dengan kehidupan masyarakat Arab.
- Cinta Tanah Air: menghargai sejarah, keberagaman masyarakat, dan kehidupan bersama dalam masyarakat Indonesia.
📚 Materi Insersi
Keimanan kepada Allah Swt., kecintaan kepada Rasulullah saw., cinta ilmu, toleransi, persaudaraan, kepedulian, kerja sama, kejujuran, tanggung jawab, menghargai kehidupan manusia, menjaga lingkungan, menghindari fanatisme berlebihan, kekerasan, perjudian, mabuk-mabukan, diskriminasi, dan perilaku merugikan diri sendiri maupun orang lain.
D KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
📘 Pengetahuan Konseptual
Murid memahami pengertian masyarakat Arab pra-Islam, kondisi geografis Jazirah Arab, tradisi dan kebiasaan, kehidupan sosial, kegiatan ekonomi, kepercayaan, serta karakteristik kehidupan masyarakat sebelum datangnya Islam.
🛠️ Pengetahuan Prosedural
Murid mampu membaca sumber belajar, mengamati gambar dan peta, menemukan informasi, mengelompokkan tradisi, menghubungkan kondisi geografis dengan kehidupan sosial dan ekonomi, membandingkan nilai positif dan negatif, serta menyajikan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau visual.
🌱 Relevansi dengan Kehidupan Nyata
Murid menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari, seperti pentingnya hidup rukun, saling membantu, menghargai sesama, menjaga lingkungan, menghindari kebiasaan buruk, menggunakan waktu dengan baik, serta mengambil nilai positif dari sejarah.
📊 Tingkat Kesulitan
Sedang. Materi disajikan secara bertahap melalui cerita, gambar, peta, tabel, kartu informasi, diskusi, permainan edukatif, analisis sederhana, dan proyek kreatif yang sesuai dengan perkembangan murid kelas III.
🧩 Struktur Materi
- Kondisi geografis Jazirah Arab.
- Kehidupan masyarakat Arab pra-Islam.
- Tradisi dan kebiasaan masyarakat Arab.
- Kehidupan sosial masyarakat Arab.
- Kehidupan ekonomi masyarakat Arab.
- Kepercayaan masyarakat Arab pra-Islam.
- Tradisi yang bernilai positif dan negatif.
- Perbandingan dengan nilai ajaran Islam.
- Ibrah dan penerapan dalam kehidupan masa kini.
✨ Integrasi Nilai dan Karakter
Keimanan dan ketakwaan, akhlak mulia, cinta ilmu, berpikir kritis, kerja sama, komunikasi santun, tanggung jawab, kemandirian, kepedulian terhadap sesama, kepedulian terhadap lingkungan, toleransi, cinta tanah air, dan kemampuan mengambil ibrah dari sejarah.
E DIMENSI PROFIL LULUSAN
DESAIN PEMBELAJARAN
A. Capaian Pembelajaran (CP)
Murid mampu mengenal dan memahami sejarah masyarakat Arab sebelum Islam, meliputi kondisi geografis, tradisi, kebiasaan, kehidupan sosial, ekonomi, dan kepercayaan masyarakat Arab pra-Islam. Murid mampu mengambil ibrah dari peristiwa sejarah, membedakan nilai positif dan negatif dalam kehidupan masyarakat Arab pra-Islam, serta menghubungkannya dengan nilai-nilai ajaran Islam dan kehidupan masa kini untuk menumbuhkan keimanan, kecintaan kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta diri dan sesama, cinta lingkungan, serta cinta tanah air.
B. Lintas Disiplin Ilmu
- Bahasa Indonesia: membaca teks sejarah, menemukan informasi, menyampaikan pendapat, berdiskusi, membuat ringkasan, menulis refleksi, dan melakukan presentasi.
- Pendidikan Pancasila: kerja sama, menghargai perbedaan, hidup rukun, tanggung jawab, keadilan, kepedulian, dan persatuan.
- Al-Qur'an Hadis: menghubungkan perubahan kehidupan masyarakat dengan nilai tauhid dan akhlak yang dibawa Nabi Muhammad saw.
- IPAS: memahami hubungan kondisi geografis Jazirah Arab dengan pola kehidupan, pekerjaan, dan aktivitas masyarakat.
- Seni dan Prakarya: membuat poster, infografis, peta konsep, kartu informasi, dan karya visual.
C TUJUAN PEMBELAJARAN
Murid mampu mengidentifikasi berbagai tradisi, kebiasaan, kepercayaan, dan kehidupan sosial masyarakat Arab pra-Islam melalui kegiatan membaca, mengamati, dan berdiskusi dengan benar untuk menumbuhkan cinta ilmu serta mengembangkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.
Murid mampu menjelaskan karakteristik tradisi masyarakat Arab pra-Islam serta menghubungkannya dengan kondisi geografis, kehidupan sosial, ekonomi, dan kepercayaan masyarakat pada masa tersebut melalui kegiatan diskusi dan kerja sama secara santun untuk menumbuhkan cinta ilmu serta cinta diri dan sesama, sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi.
Murid mampu menganalisis tradisi masyarakat Arab pra-Islam yang bernilai positif dan negatif serta membandingkannya dengan nilai-nilai ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw. berdasarkan informasi sejarah secara kritis untuk menumbuhkan cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya serta cinta diri dan sesama, sekaligus mengembangkan penalaran kritis.
Murid mampu mengevaluasi nilai dan dampak tradisi masyarakat Arab pra-Islam serta merumuskan sikap yang dapat diteladani dan dihindari dalam kehidupan masa kini, kemudian menyajikan hasil refleksinya secara lisan, tertulis, atau visual dengan kreatif dan bertanggung jawab untuk menumbuhkan cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama, serta cinta tanah air, sekaligus mengembangkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt., penalaran kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan kemandirian.
D INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
- Mengidentifikasi berbagai tradisi dan kebiasaan masyarakat Arab pra-Islam dengan benar.
- Mengidentifikasi kepercayaan dan kehidupan sosial masyarakat Arab pra-Islam berdasarkan informasi sejarah.
- Menjelaskan karakteristik tradisi masyarakat Arab pra-Islam serta hubungan kondisi geografis dengan kehidupan masyarakat.
- Menghubungkan tradisi dengan kehidupan sosial, ekonomi, dan kepercayaan masyarakat Arab pra-Islam.
- Menganalisis tradisi yang bernilai positif dan negatif serta membandingkannya dengan nilai-nilai ajaran Islam.
- Mengevaluasi dampak tradisi masyarakat Arab pra-Islam dan menyajikan sikap yang dapat diteladani maupun dihindari dalam kehidupan masa kini.
E IKLIM / BUDAYA MADRASAH
- Membiasakan salam, doa, membaca basmalah, bersyukur, dan mengingat kebesaran Allah Swt. sebelum dan sesudah pembelajaran.
- Membudayakan sikap santun, jujur, bertanggung jawab, saling membantu, menghargai pendapat, tidak mengejek teman, serta menghindari perilaku yang merugikan diri dan sesama.
- Menciptakan lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, kolaboratif, inklusif, bebas dari perundungan, peduli lingkungan, serta mendorong murid berani bertanya dan menyampaikan pendapat dengan santun.
F TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
“Apa yang dapat kita pelajari dari tradisi masyarakat Arab sebelum Islam untuk membangun kehidupan yang lebih baik pada masa sekarang?”
Murid menghubungkan kondisi kehidupan masyarakat Arab pra-Islam dengan kehidupan di rumah, madrasah, dan masyarakat. Murid diajak memahami bahwa dalam sejarah terdapat kebiasaan yang dapat diambil nilai positifnya, tetapi terdapat pula kebiasaan yang harus dihindari karena bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan ajaran Islam.
Contoh nilai yang dapat diterapkan adalah keberanian, menghormati tamu, menjaga hubungan kekerabatan, semangat berdagang, keberanian mempertahankan kelompok, serta sikap saling membantu. Adapun perilaku seperti penyembahan berhala, perjudian, minuman keras, fanatisme berlebihan, kekerasan, dan perlakuan tidak adil terhadap manusia menjadi pelajaran agar murid mampu memilih perilaku yang baik dan meninggalkan perilaku yang merugikan.
G KERANGKA PEMBELAJARAN
🎯 Model Pembelajaran
Problem Based Learning (PBL), Cooperative Learning, Contextual Teaching and Learning (CTL), Discovery Learning, pembelajaran berbasis cerita, serta Project Based Learning sederhana.
🧘 Mindful Learning
Murid mengamati dan menyimak materi dengan penuh perhatian, melakukan jeda berpikir, menyadari nilai yang dipelajari, serta menghubungkan pembelajaran sejarah dengan keimanan dan kehidupan sehari-hari.
💡 Meaningful Learning
Murid menghubungkan kondisi masyarakat Arab pra-Islam dengan kehidupan sosial, ekonomi, lingkungan, dan kebiasaan yang mereka temui dalam kehidupan masa kini.
😊 Joyful Learning
Pembelajaran dilakukan melalui cerita, gambar, permainan kartu, kuis, diskusi, pengelompokan informasi, bermain peran, membuat poster, infografis, dan presentasi.
📚 Metode Pembelajaran
Membaca, mengamati, menyimak, tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, permainan edukatif, klasifikasi, analisis, presentasi, refleksi, penugasan, dan proyek sederhana.
🔄 Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi
Pembelajaran menyesuaikan kesiapan, minat, gaya belajar, kemampuan membaca, kemampuan komunikasi, dan kebutuhan belajar murid.
Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi
Diferensiasi Konten: materi disediakan melalui teks sederhana, teks lebih lengkap, gambar, peta Jazirah Arab, kartu informasi, infografis, cerita guru, dan video pembelajaran.
Diferensiasi Proses: murid dapat belajar secara mandiri, berpasangan, kelompok kecil, membaca terbimbing, menyimak cerita, menggunakan kartu informasi, berdiskusi, atau memperoleh pertanyaan dengan tingkat bantuan yang berbeda.
Diferensiasi Produk: murid dapat memilih membuat tabel, peta konsep, poster, infografis, cerita reflektif, presentasi, kartu perbandingan, atau karya visual lainnya.
Kemitraan Pembelajaran
- Lingkungan Sekolah: guru, teman sebaya, perpustakaan, warga madrasah, dan lingkungan sekitar madrasah.
- Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: keluarga dan masyarakat sebagai sumber pengalaman mengenai kehidupan sosial, kebiasaan, kerja sama, dan kepedulian.
- Mitra Digital: website pembelajaran SKI, video pembelajaran, perpustakaan digital, gambar, peta digital, dan sumber belajar daring yang sesuai usia.
Lingkungan Belajar
- Ruang Fisik: kelas, perpustakaan, halaman madrasah, dan ruang kegiatan.
- Ruang Virtual: website media pembelajaran SKI MIN 2 Tegal.
- Budaya Belajar: santun, aman, aktif, kolaboratif, kritis, reflektif, mandiri, dan menyenangkan.
Pemanfaatan Digital
- Video pembelajaran mengenai kehidupan masyarakat Arab pra-Islam.
- Gambar dan peta digital Jazirah Arab.
- Website pembelajaran SKI sebagai sumber belajar, media latihan, dan dokumentasi karya murid.
📘 PERTEMUAN 1 — 2 JP (70 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta Ilmu serta Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya
KEGIATAN PENDAHULUAN
Salam dan Doa: Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa, membaca basmalah, dan mengondisikan kelas.
Apersepsi: Guru menunjukkan gambar Jazirah Arab dan bertanya: “Apa yang kalian ketahui tentang wilayah Arab?” dan “Bagaimana kira-kira kehidupan masyarakat Arab pada zaman dahulu?”
Motivasi: Guru menjelaskan bahwa mempelajari sejarah membantu kita memahami perjalanan kehidupan manusia dan mengambil pelajaran untuk kehidupan sekarang.
Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan bahwa murid akan mengidentifikasi berbagai tradisi, kebiasaan, kepercayaan, dan kehidupan sosial masyarakat Arab pra-Islam.
KEGIATAN INTI
Mengamati (Mindful): Murid mengamati gambar kehidupan masyarakat Arab pra-Islam, peta Jazirah Arab, pasar, kehidupan suku, dan tempat peribadatan. Murid diminta memperhatikan informasi penting yang terdapat pada gambar.
Mengeksplorasi (Meaningful): Murid membaca bahan ajar tentang tradisi dan kebiasaan masyarakat Arab pra-Islam, kehidupan sosial, kegiatan perdagangan, kehidupan suku, serta kepercayaan masyarakat.
Mengasosiasi: Murid mengelompokkan informasi ke dalam kategori: tradisi, kebiasaan, kepercayaan, dan kehidupan sosial.
Mengomunikasikan: Setiap kelompok menyampaikan hasil identifikasinya secara lisan atau tertulis.
Proses: Murid yang membutuhkan bantuan menggunakan kartu gambar dan kata kunci. Murid yang lebih siap membaca sumber secara mandiri dan menemukan informasi tambahan.
Produk: Tabel identifikasi tradisi, kebiasaan, kepercayaan, dan kehidupan sosial masyarakat Arab pra-Islam.
KEGIATAN PENUTUP
Refleksi: “Apa hal baru yang kamu ketahui tentang masyarakat Arab sebelum Islam?”
Rangkuman: Guru dan murid menyimpulkan berbagai tradisi, kebiasaan, kepercayaan, dan kehidupan sosial masyarakat Arab pra-Islam.
Tindak Lanjut: Murid menceritakan kepada keluarga satu hal baru yang dipelajari tentang masyarakat Arab pra-Islam.
Penutup: Doa dan salam.
📗 PERTEMUAN 2 — 2 JP (70 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta Ilmu serta Cinta Diri dan Sesama
KEGIATAN PENDAHULUAN
Salam dan Doa: Guru mengawali pembelajaran dengan salam, doa, dan mengondisikan kesiapan belajar murid.
Apersepsi: Guru mengajak murid mengingat kembali tradisi, kebiasaan, kepercayaan, dan kehidupan sosial masyarakat Arab pra-Islam.
Motivasi: Guru menunjukkan hubungan antara kondisi tempat tinggal dengan cara manusia memenuhi kebutuhan hidup.
KEGIATAN INTI
Mengamati (Joyful): Murid mengamati peta Jazirah Arab, gambar gurun, oasis, pasar, kegiatan perdagangan, peternakan, dan kehidupan suku.
Menanya: Murid mengajukan pertanyaan seperti: “Mengapa masyarakat Arab banyak berdagang?” “Bagaimana keadaan geografis memengaruhi kehidupan mereka?”
Mengeksplorasi (Meaningful): Kelompok membaca bahan ajar untuk mencari hubungan antara kondisi geografis dengan kehidupan sosial dan ekonomi.
Mengasosiasi: Murid membuat tabel hubungan: kondisi geografis → pekerjaan → kehidupan sosial → kebiasaan masyarakat → kepercayaan.
Mengomunikasikan: Kelompok menjelaskan hasil diskusi dengan bahasa yang santun.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
- Proses: murid dapat menggunakan peta, gambar, kartu informasi, tabel, atau teks bacaan sesuai tingkat kesiapan.
- Produk: tabel hubungan, peta konsep, infografis sederhana, atau presentasi kelompok.
KEGIATAN PENUTUP
Refleksi: “Mengapa kondisi lingkungan dapat memengaruhi kehidupan manusia?”
Rangkuman: Guru dan murid menyimpulkan hubungan geografis dengan kehidupan sosial, ekonomi, tradisi, dan kebiasaan masyarakat Arab pra-Islam.
Tindak Lanjut: Murid mengamati lingkungan tempat tinggal dan menyebutkan satu contoh hubungan lingkungan dengan pekerjaan atau kebiasaan masyarakat.
Penutup: Doa dan salam.
📙 PERTEMUAN 3 — 2 JP (70 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya serta Cinta Diri dan Sesama
KEGIATAN PENDAHULUAN
Salam dan Doa: Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan mengondisikan murid.
Apersepsi: Guru mengajak murid mengingat karakteristik kehidupan masyarakat Arab pra-Islam.
Motivasi: Guru menjelaskan bahwa tidak semua kebiasaan masa lalu harus diikuti. Sejarah dipelajari agar kita dapat mengambil nilai yang baik dan meninggalkan perilaku yang buruk.
KEGIATAN INTI
Bercerita (Joyful): Guru menceritakan kehidupan masyarakat Arab pra-Islam, termasuk beberapa kebiasaan positif seperti menghormati tamu, menjaga hubungan kekerabatan, keberanian, dan perdagangan, serta beberapa kebiasaan negatif seperti penyembahan berhala, perjudian, minuman keras, fanatisme berlebihan, kekerasan, dan ketidakadilan.
Mengeksplorasi: Murid bekerja dalam kelompok untuk mengelompokkan tradisi menjadi “dapat diambil nilai positifnya” dan “harus dihindari”.
Mengasosiasi (Meaningful): Murid membandingkan tradisi tersebut dengan nilai-nilai ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw., seperti tauhid, keadilan, persaudaraan, kasih sayang, kejujuran, dan kepedulian.
Mengomunikasikan: Kelompok mempresentasikan hasil analisis dan memberikan alasan mengapa suatu kebiasaan dapat diteladani atau harus dihindari.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
- Proses: murid dapat menggunakan kartu positif-negatif, tabel perbandingan, gambar, atau teks bacaan.
- Produk: tabel analisis, peta konsep, kartu perbandingan, atau cerita analitis sederhana.
KEGIATAN PENUTUP
Refleksi: “Mengapa kita harus memilih kebiasaan yang baik dan menghindari kebiasaan yang merugikan?”
Rangkuman: Guru dan murid menyimpulkan tradisi positif dan negatif masyarakat Arab pra-Islam serta perbandingannya dengan nilai-nilai ajaran Islam.
Tindak Lanjut: Murid memilih satu perilaku baik yang akan dilakukan di rumah atau madrasah.
Penutup: Doa dan salam.
📕 PERTEMUAN 4 — 2 JP (70 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, Cinta Ilmu, Cinta Lingkungan, Cinta Diri dan Sesama, serta Cinta Tanah Air
KEGIATAN PENDAHULUAN
Salam dan Doa: Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan rasa syukur kepada Allah Swt.
Apersepsi: Murid mengingat kembali tradisi positif dan negatif masyarakat Arab pra-Islam serta nilai-nilai ajaran Islam.
Motivasi: Guru menyampaikan bahwa belajar sejarah tidak berhenti pada mengingat peristiwa, tetapi harus menghasilkan sikap dan tindakan yang baik dalam kehidupan.
KEGIATAN INTI
Mendengarkan (Mindful): Murid menyimak cerita reflektif tentang perubahan nilai masyarakat setelah hadirnya ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw.
Mengeksplorasi: Murid meninjau kembali hasil analisis pertemuan sebelumnya dan menentukan tradisi yang dapat dijadikan pelajaran serta perilaku yang harus dihindari.
Mengasosiasi (Meaningful): Murid mengevaluasi dampak tradisi masyarakat Arab pra-Islam dan menghubungkannya dengan kehidupan masa kini.
Murid menjawab pertanyaan: “Apa yang dapat kita teladani?” “Apa yang harus kita hindari?” “Bagaimana menerapkannya di rumah, madrasah, dan masyarakat?”
Mengomunikasikan (Joyful): Murid menyajikan hasil refleksi dalam salah satu bentuk:
- Poster “Belajar dari Sejarah”.
- Infografis tradisi Arab pra-Islam.
- Peta konsep.
- Tabel tradisi positif dan negatif.
- Cerita reflektif.
- Presentasi kelompok.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
- Proses: murid dapat bekerja secara individu, berpasangan, atau berkelompok sesuai kebutuhan.
- Produk: murid memilih bentuk karya sesuai minat dan kemampuan, yaitu poster, infografis, peta konsep, tabel, cerita, atau presentasi.
❤️ AKSI NYATA
Setiap murid membuat komitmen sederhana berdasarkan pelajaran sejarah:
- Aku akan menghargai dan membantu sesama.
- Aku akan menghindari perilaku yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
- Aku akan berkata dan bertindak dengan jujur.
- Aku akan rajin belajar dan mencintai ilmu.
- Aku akan menjaga kebersihan dan lingkungan.
- Aku akan menghargai perbedaan dan hidup rukun.
- Aku akan mencintai bangsa dan menjaga persatuan.
KEGIATAN PENUTUP
Refleksi: “Pelajaran apa yang paling penting dari masyarakat Arab sebelum Islam bagi kehidupanmu sekarang?”
Rangkuman: Guru dan murid menyimpulkan karakteristik tradisi masyarakat Arab pra-Islam, nilai positif dan negatifnya, serta sikap yang dapat diteladani dan dihindari.
Tindak Lanjut: Murid melaksanakan satu aksi nyata yang telah dipilih dan mencatat perkembangannya selama satu minggu.
Penutup: Doa, hamdalah, dan salam.
I ASESMEN PEMBELAJARAN
🩺 ASESMEN DIAGNOSTIK
- Tanya jawab tentang pengetahuan awal murid mengenai masyarakat Arab.
- Mengidentifikasi pemahaman awal tentang Nabi Muhammad saw.
- Mengamati kemampuan murid membaca dan menemukan informasi.
- Pertanyaan sederhana mengenai kehidupan masyarakat pada masa lampau.
📝 ASESMEN FORMATIF
Observasi:
- Keaktifan mengikuti pembelajaran.
- Rasa ingin tahu.
- Kerja sama.
- Sikap santun.
- Tanggung jawab.
- Kemampuan komunikasi.
- Kemampuan berpikir kritis.
Penilaian Kinerja: kemampuan membaca, mengamati, mengidentifikasi, menjelaskan, menghubungkan, menganalisis, berdiskusi, dan menyajikan hasil.
Penugasan: tabel identifikasi, peta konsep, tabel hubungan geografis, analisis tradisi positif-negatif, dan refleksi.
🎯 ASESMEN SUMATIF
Tes Tulis:
Murid menjawab pertanyaan mengenai kondisi geografis, tradisi, kebiasaan, kepercayaan, kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Arab pra-Islam, serta nilai positif dan negatif yang dapat diambil dari sejarah.
Projek Sederhana:
Murid menghasilkan poster, infografis, peta konsep, tabel perbandingan, cerita reflektif, atau presentasi mengenai pelajaran yang dapat diambil dari tradisi masyarakat Arab pra-Islam.
📊 RUBRIK PENILAIAN PROJEK
| Aspek | 4 — Sangat Baik | 3 — Baik | 2 — Cukup | 1 — Perlu Bimbingan |
|---|---|---|---|---|
| Pemahaman Materi | Memahami tradisi, kebiasaan, kepercayaan, serta kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Arab pra-Islam dengan sangat tepat. | Memahami sebagian besar materi dengan tepat. | Memahami sebagian materi tetapi masih memerlukan bantuan. | Belum memahami materi dengan baik. |
| Penalaran Kritis | Mampu menganalisis nilai positif dan negatif serta memberikan alasan yang jelas. | Mampu menjelaskan sebagian besar hubungan dengan cukup tepat. | Analisis masih sederhana dan memerlukan bantuan. | Belum mampu menganalisis. |
| Pengambilan Ibrah | Mampu mengambil pelajaran sejarah dan menghubungkannya dengan kehidupan masa kini secara sangat jelas. | Mampu memberikan contoh penerapan dalam kehidupan. | Contoh penerapan masih terbatas. | Belum mampu mengambil pelajaran dari sejarah. |
| Kreativitas | Karya sangat kreatif, menarik, informatif, dan komunikatif. | Karya menarik dan cukup kreatif. | Karya masih sederhana. | Karya belum selesai atau belum sesuai. |
| Komunikasi | Menyampaikan gagasan dengan jelas, santun, percaya diri, dan bertanggung jawab. | Menyampaikan gagasan dengan cukup jelas. | Masih memerlukan bantuan dalam menyampaikan gagasan. | Belum mampu menjelaskan hasil karya. |
| Kolaborasi | Sangat aktif bekerja sama, berbagi tugas, dan menghargai semua anggota kelompok. | Bekerja sama dengan baik. | Kadang terlibat dalam kelompok. | Belum menunjukkan kerja sama. |
| Tanggung Jawab | Menyelesaikan tugas tepat waktu dan bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan. | Menyelesaikan tugas dengan baik. | Tugas selesai dengan banyak bantuan. | Belum menyelesaikan tugas. |
🔄 TINDAK LANJUT
🌱 Remedial
Murid yang belum mencapai tujuan pembelajaran memperoleh pendampingan melalui cerita bergambar, peta sederhana, kartu tradisi, membaca terbimbing, video pendek, tabel klasifikasi, dan pertanyaan bertahap.
🚀 Pengayaan
Murid yang telah mencapai tujuan pembelajaran dapat mencari informasi tambahan tentang kehidupan masyarakat Arab pra-Islam, membuat infografis tambahan, membandingkan kehidupan masyarakat Arab dengan masyarakat Indonesia, atau menjadi teman pendamping bagi murid lain.
❤️ Aksi Nyata
Murid melaksanakan jurnal aksi selama satu minggu dengan memilih perilaku yang baik, seperti jujur, menghargai sesama, rajin belajar, menjaga lingkungan, hidup rukun, menghindari kebiasaan buruk, dan bertanggung jawab.
🪞 REFLEKSI MURID
- Apa hal baru yang kamu pelajari tentang masyarakat Arab sebelum Islam?
- Tradisi atau kebiasaan apa yang paling kamu ingat?
- Bagaimana kondisi geografis memengaruhi kehidupan masyarakat Arab?
- Apa contoh tradisi masyarakat Arab yang bernilai positif?
- Apa contoh tradisi yang harus dihindari? Mengapa?
- Apa hubungan pelajaran ini dengan ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw.?
- Sikap baik apa yang akan kamu lakukan di rumah?
- Sikap baik apa yang akan kamu lakukan di madrasah?
- Bagaimana kamu menunjukkan cinta kepada sesama dan lingkungan?
- Apa yang dapat kamu lakukan untuk menjadi anak yang mencintai ilmu dan tanah air?
“Setelah mempelajari tradisi masyarakat Arab sebelum Islam, saya akan mengambil pelajaran yang baik dari sejarah, mencintai ilmu, menghargai sesama, menjaga lingkungan, menghindari perilaku buruk, serta berusaha menjadi anak yang beriman, bertanggung jawab, dan cinta tanah air.”
PENGESAHAN
Pecabean, Juli 2026
Mengetahui,
Kepala Madrasah
Amirudin, S.Pd.I.
NIP. 198006182005011005
Guru Mata Pelajaran
Budi Santoso, S.Pd.I., M.Pd.
NIP. 197712022005011003